SERPONG – Cinta yang “kuat”. Itu pemandangan dan kesan yang tampak dalam ibadah Minggu ( 07 April 2024), baik ibadah pertama, pukul 09.00 Wib dan ibadah kedua, pukul 18.00 Wib, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Shekina Nusa Loka, Bumi Serpong Damai (BSD), dalam rangka ucapan syukur HUT, Pdt. Herry Lumatau, M.Th.
Bukti cinta yang “kuat” pertama. Anak pasangan Pdt. Herry Lumatauw, M.Th dan Pdt. Lany Lumatauw bernama Elizabeth jauh – jauh dan sedang sibuk kuliah serta bekerja di Melbourne, Australia, menyempatkan untuk kembali ke Indonesia, tepat di HUT Pdt. Herry Lumatauw.
Kehadiran Elizabeth, tidak sebatas mengucapkan HUT tetapi juga memberi kado beberapa pasang sepatu yang memang menjadi kesukaan dari Pdt. Herry Lumatauw, M. Th. “Jujur saja saya kage,t anak saya (Elizabeth) tiba – tiba sudah di rumah. Saya sebagai orangtua tentu senang. Kalau anak laki – laki saya Natanael memang sehari – harinya ada di Tangerang dalam rangka menyelesaikan kuliahnya,”kata Pdt. Herry Lumatauw, M.Th.

Bukti cinta yang “kuat” kedua. Pdt. Herry Lumatau, M.Th tidak segan – segan mengungkapkan kata – kata romantis (mesra) kepada istrinya. Semisal ketika pembawa acara dalam ibadah syukur perayaan HUT memanggil hanya Pdt. Herry Lumatauw, M.Th ke depan.
“Istri saya mana?” itu kata yang keluar pertama dari Pdt. Herry Lumatau, M. Th saat sampai ke depan. Pasalnya, istrinya saat itu sedang “sibuk” mengatur hal – hal untuk mendukung jalannya perayaan syukur HUT suaminya. “Ma, ayo ke depan,” panggilnya kepada istrinya untuk maju ke depan. “Istri saya tambah cantik walau usia kami tidak muda lagi,”
Setelah istrinya sudah di depan, Pdt. Herry Lumatau, M.Th juga memanggil ke dua anaknya untuk melakukan proses peniupan lilin bersama. “Puji Tuhan, Tuhan kasih istri yang luar biasa, kalau tiap ada acara, istri saya tidak pernah absen untuk mendekorasi Gereja dan mendekorasi (menentukan) warna baju yang akan saya pakai. Juga Puji Tuhan, Tuhan berikan anak – anak yang mewarnai perjalanan hidup kami suami – istri dalam melayani Tuhan,” kata Pdt. Herry Lumatau, M. Th.
Bukti cinta yang “kuat” ketiga. Jemaat GPdI Shekina, BSD dalam ibadah Minggu yang semestinya hanya sebatas ibadah Minggu, mau bekerja keras sehingga ibadah Minggu menjadi istimewa yaitu ibadah ucapan syukur HUT.
Bukti cinta yang “kuat” keempat. Jemaat GPdI Shekina, BSD tidak hanya merayakan HUT Pdt. Herry Lumatauw, M. Th, tetapi juga memberikan kue HUT yang istimewa, di mana ada uang kertas yang mengelilingi kue. Bahkan ada semacam kotak kado berbentuk seperti tempat tisu gulung yang ditarik oleh Pdt. Herry Lumatauw, M.Th, ternyata bukan tisu yang keluar melainkan uang Rp. 100.000, sampai panjangnya tidak hanya membuat “capek” yang menarik uang tetapi yang melihat juga karena tidak berujung.

Bukti cinta yang “kuat” keempat. Pada ibadah Minggu pagi dan Sore tidak sedikit gembala – gembala GPdI dari Gereja – gereja yang ada di Jabodetabek hadir. Para gembala itu rela meluangkan waktu, bahkan ada yang “sukarela” meninggalkan ibadah di pengembalaan agar dapat hadir dalam ibadah Ucapan Syukur HUT Pdt. Herry Lumatauw, M. Th.
Melihat fakta – fakta itu, mungkin tepat juga kalau menyanyikan ref dari lirik lagu “Semua Karena Cinta”. Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini, Bukan karna kuat dan hebatku, Semua karena cinta, semua karena cinta…, Tak mampu diriku dapat berdiri tegar, terima kasih cinta.
Prosesi peniupan lilin di ibadah kedua pukul 18.00 Wib, hanya dijalani oleh Pdt. Herry Lumatauw, M.Th bersama istri karena setelah ibadah pertama, ada salah satu keluarga dekatnya meninggal. “Bapak ibu selesai ibadah pertama, kami dapat berita, kakak ipar dari istri (saya juga) yang tinggal sendiri di rumahnya—saat anaknya mengunjunginya didapati sudah meninggal di kamar mandi. Untuk itu anak – anak saya tidak dapat bersama di ibadah minggu sore ini karena sedang berada di rumah duka. Semestinya kami juga harus ada di sana. Tapi ada ibadah kedua jadi setelah ini barulah kami ke rumah duka,”terangnya.
Firman Tuhan Ibadah Minggu GPdI Shekina, BSD, Pukul 18.00 Wib
Ibadah Minggu pukul 09.00 Wib, yang juga dilangsungkan ucapan syukur HUT Pdt. Herry Lumatau M.Th, menghadirkan pembicara Ketua GPdI Majelis Daerah Jawa Barat, yang juga Majelis Pertimbangan Rohani (MPR) GPdI, Pdt. Ferdinand Rompas, yang sudah diberitakan media ini dengan judul “GPdI Shekina Gelar Ibadah Syukur Pdt. Herry Lumatauw, Hadirkan Pembicara MPR GPdI, Pdt. Ferdinand Rompas”.
Untuk ibadah Minggu pukul 18. 00 Wib yang juga dilangsungkan ucapan syukur HUT Pdt. Herry Lumatauw, M. Th, menghadirkan pembicara Sekretaris GPdI Majelis Daerah, Banten, Pdt. Voudy Mokoagouw.

Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Voudy Mokoagouw, dimulai dari I Tesalonika 5 : 18. “Mengucap syukur itu dalam segala hal. Artinya apapun perjalanan hidup ini kita harus mengucap syukur termasuk hal – hal yang tadinya tidak kita ingini,”
Sekretaris GPdI MD Banten ini bertanya kenapa harus mengucap syukur? Apa lasannya atau dasarnya sehingga harus mengucap syukur? Sebab ini keinginan Tuhan. Selain itu ucapan syukur hanya bisa dilakukan oleh orang yang hidup (Yesaya 38 : 18).
Sebagai umat Tuhan yang mengerti firman Tuhan, tuturnya, sudah seharusnya perjalanan hidupnya dilalui dengan terus mengucap syukur dan menjadi perhiasan hidupnya untuk menarik perhatian atau simpati Allah. “Ingat! di balik setiap peristiwa yang Tuhan ijinkan pasti ada maksud Tuhan, pasti ada keinginan Tuhan, pasti ada kehendak Allah di dalamnya. Sebab itu Firman Tuhan berkata mengucap syukur dalam segala hal,”
Pdt. Voudy Mokoagouw menegaskan ada manfaat dalam mengucap syukur. Pertama, Yohanes 6 : 1 – 15. “Dalam pembacaan Firman Tuhan ini ada kisah Yesus memberi makan 5000 orang dengan hanya 2 ekor ikan dan 5 roti jelai. Secara manusia ini mustahil. Apalagi masih tersisa 12 bakul, tamba tidak masuk akal,” tegasnya seraya berkata hal itu terjadi karena Yesus terlebih dahulu mengucap syukur atas 2 ekor ikan dan 5 roti jelai tersebut. (Yohanes 6 : 11).
“Belajarlah dari Bapak Gembala saudara. Setiap kali menulis status di FB, kata yang tidak pernah lupa ditulisnya walau dalam situasi pergumulan apapun yang dihadapinya, yaitu “Jangan lupa Bahagia” kata lainnya jangan lupa mengucap syukur,”.
Kedua, Yunus 2 : 9 – 10. “Ceritera ini saat Yunus berada di dalam perut ikan—bukan ketika berada di mall atau tempat yang senang. Yunus dalam perut ikan berarti Yunus dalam persoalan, Ynus tidak lagi berdaya. Pada saat itu Yunus tidak menggerutu atau protes, sebaliknya Yunus mengakui kesalahannya dan mengucap syukur. Pada saat itu Tuhan mendengar pengakuan kesalahan dan ucapan syukurnya, sehingga Tuhan memerintahkan ikan itu untuk memuntahkan Yunus ke darat,”.
Lewat ucapan syukur, kata Pdt. Voudy Mokoagouw, dapat mempercepat proses pemulihan setiap permasalahan dalam kehidupan umat Tuhan. “Siapa manusia yang tidak punya masalah? Saya kira semua manusia memiliki masalah masing – masing,”katanya dan seraya menyaksikan perjalanan hidupnya, dimana ketika ada masalah, saat itu pilihan yang dilakukannya adalah mengucap syukur.
Menurut Pdt. Voudy Mokoagouw, ucapan syukur adalah sesuatu kekuatan yang mampu menarik simpati dan perhatian dari Tuhan. Lewat ucapan syukur umat Tuhan dapat terlepas dari setiap persoalan yang dihadapi dan dapat menikmati mujizat – mujizat dari Tuhan. “Jangan pernah berhenti untuk mengucap syukur kepada Tuhan. Warnai hidup ini dengan mengucap syukur kepada Tuhan—dengan mengucap syukur Tuhan akan membereskan semua yang kita hadapi dengan indah dan tepat pada waktunya,”katanya dan menutup firman Tuhan dengan menyanyikan lagu “Arti KehadiranMu”.
























































