
JAKARTA – Di zaman akhir, bagi Tuhan semuanya akan dibukakkan. Itu yang terungkap dari perbincangan media ini dengan beberapa tokoh lintas Gereja di Indonesia.
Semua hal akan dibukakkan, termasuk dosa – dosa “perzinahan” para pemimpin Gereja. Seperti yang ditulis dalam Kitab Daniel 2 : 21 – 22 “Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya,”
Firman Tuhan dalam kitab Daniel 2 tersebut, menurut salah satu aktivis Jaringan Doa Nasional, Pdt. Tony Mulia, berbicara di akhir zaman tidak ada yang bisa ditutup – tutupi. Paralel dengan yang ada dalam Markus 4 : 22, “ Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap,”
Pdt. Tony Mulia menegaskan, di akhir zaman ini Tuhan sedang bongkar – bongkar. “Kalau kita berbicara hamba Tuhan dalam negeri jatuh dalam dosa zina, rasanya saya tidak etis untuk bicara. Tapi kalau di luar negeri ada banyak yang dapat disebutkan. Perbuatan zina itu selalu dibuat dengan cara sembunyi – sembunyi. Jadi ketika kita bicara untuk mengungkapkan maka akan minim bukti dan akhirnya kita sendiri yang jadi masalah. Kalau di Indonesia tidak ada pelaku itu mengaku. Beda dengan di Amerika, ketika yang diduga pelaku dipanggil, ditanya dan bila berbuat pasti mengaku,”.
Bicara dosa zina (sex), kata Pdt. Tony Mulia, karena memang itulah musuh kekristenan. “Musuh kekristenan itu dua. Bukan iblis yang utama, iblis itu nomor ke sekian—jangan kambing hitamkan iblis. Musuh kekristenan, Pertama, gaya hidup yang materalisme dan kedua, gaya hidup hedonism,”.
“Saya pikir Daud tidak akan jatuh dalam dosa kalau dia hanya menjadi gembala kambing 2 atau 3 ekor. Kalau hanya gembala maka yang begituan (lakukan dosa zina) sedikit kemungkinan jatuh dalam dosa. Tetapi ketika dia jadi Raja, dengan kekuasaannya, itu yang membuatnya punya celah. Itu karena apa? karena materialisme dan hedonism. Kalau Daud miskin maka kecil kemungkinan jatuh dalam dosa,” tutur Pdt. Tony Mulia dan meminta untuk memperhatikan hamba – hamba Tuhan yang jatuh dalam dosa, tidak lepas dari hamba – hamba Tuhan yang “sukses” (mapan) secara ekonomi. Gaya hidup mewah penyebabnya.
Penyelesaian agar tidak banyak hamba Tuhan yang jatuh dalam dosa sex. Kata Pdt. Tony Mulia, harus banyak waktu menyembah dan berdoa kepada Tuhan dan tidak memberikan peluang pada iblis.
Bagi hamba Tuhan yang masih terikat dari dua musuh utama kekristenan, diminta Pdt. Tony Mulia untuk bertobat. Sebab dosa perzinahan bukan tiba – tiba datang atau masuk kepada seseorang lalu orang tersebut melakukan perzinahan. Tidak begitu, kitab Markus 7 : 21 – 23, mencatat dosa timbul dari dalam, bukan dari luar.
“Artinya orang yang melakukan dosa itu hidupnya memang belum beres dengan Tuhan. Itu memang adalah keinginannya, seperti sex (zina),”tegas Pdt. Tony Mulia seraya membacakan firman Tuhan yang terdapat dalam Galatia 5 : 22 – 24. “Kalau hamba Tuhan belum seperti ditulis dalam kitab ini maka hamba Tuhan itu belum menyalibkan dagingnya—sebab kalau sudah disalibkan, tidak mungkin melakukan hal – hal di luar kehendak Tuhan, termasuk yang dicatat dalam, Kolose 3 : 5 – 9. Kalau kita sebagai hamba Tuhan masih ada kata – kata kotor, marah—itu belum menyalibkan daging kita,”.
Menurut Pdt. Tony Mulia, bila seorang hamba Tuhan masih sering melakukan dosa seperti zinah atau marah, itu tidak lepas dari latarbelakang keluarga. “Saya dulu adalah orang yang terlalu spontan reaktif, cepat marah, emosional. Kenapa saya begitu? Karena saya belajar dari orang tua. Setelah saya perhatikan, kenapa papa saya begitu? ternyata karena Opa saya begitu,”.
“Setelah saya kenal Tuhan, dan giat dalam pelayanan, ternyata tidak serta merta cara – cara itu hilang. Begitupun kalau ada hamba Tuhan terjerat dalam dosa zina, itu berkemungkinan memiliki latarbelakang keluarga—seperti yang akrab kita dengar orang berkata,’orang tertentu melakukan dosa zex, latarbelakang keluarganya broken home,”
Pdt. Tony Mulia, menuturkan dosa itu harus diputuskan, kalau tidak maka yang dari dalam itu akan terus ada. Sebab dosa zina itu terjadi dari dalam daging. “Kalau ayah kita zina, mungkin kita tidak zinah tetapi anak kita yang zina, mungkin anak kita tidak tetapi cucu kita—itu bisa 3 – 4 keturunan. Jadi bukan datang tiba – tiba, ini perlu diputus,”.
Hamba Tuhan jatuh dalam dosa zina di Indonesia, Pdt. Tony Mulia, berharap para pemimpin Gereja di Indonesia dapat belajar dari cara – cara yang digunakan para pemimpin di luar negeri. Bila hanya pakai cara – cara “Indonesia”, maka sulit untuk terungkap. Kalau di luar negeri ada dewan kota yang kompak melakukan pembinaan kepada pelaku dan memberikan skors. Kalau di Indonesia, malah ditutup – ditutupi dan pelaku terus bebas menyebarkan pengajaranNya kepada umat Tuhan.
Tubuh Surgawi
Pdt. Tony Mulia mengatakan bila hamba – hamba Tuhan di Indonesia dengan benar menjaga tubuh dan menyalibkan dagingnya, maka hamba Tuhan – hamba Tuhan pasti akan masuk dalam satu tubuh surgawi.
Memperkuat statemennya, Pdt. Tony Mulia menyitir Firman Tuhan dalam I. Korintus 15 : 40. ”Kita lahir di dunia dengan tubuh duniawi—manusia jasmani. Tapi dengan kita menjadi anak Tuhan yang taat beribadah, baca Firman, menerima diproses oleh Tuhan, maka tubuh yang ada bisa dikatakan ‘menjadi’ tubuh surgawi—manusia rohani. Sebab hanya manusia yang memiliki tubuh surgawi—manusia rohani yang akan mengalami pengangkatan,”.
Dipertegas oleh Pdt. Tony Mulia, hamba Tuhan yang mampu menyalibkan kedagingannya adalah hamba Tuhan yang sering ada dihadirat Tuhan. Hamba Tuhan tersebut berarti punya waktu untuk menyembah dan berdoa kepada Tuhan. Sebab hanya Hamba Tuhan yang memiliki keintiman dengan Tuhan yang akan memiliki tubuh surgawi.























































