3 Negara Bersatu, Berdoa untuk Bangsa

0
Ps Tony Mulia (Foto : tangkapan layar CGNTV)

Jakarta – Doa adalah napas orang percaya dan komunikasi dua arah antara manusia dengan Tuhan. Semakin sering berkomunikasi dengan Tuhan, maka telinga akan semakin peka mendengar suara-Nya.

Para pendoa dari tiga negara, Indonesia, Malaysia, Singapura sehati bersatu dalam “Global Prayer 247 Praise and Worship” sejak Rabu (7/7/201) sampai Minggu (5/9/2021).

Menurut salah satu penggagas acara ini dari Indonesia, Ps Tony Mulia, acara ini bukan hanya berdoa untuk pandemi Covid-19, melainkan untuk semua persoalan yang sedang dihadapi berbagai negara.

“Ini adalah tentang kerinduan Allah, agar setiap orang mengalihkan perhatian dari persoalan-persaolan yang terjadi dan memandang kepada Yesus Tuhan kita. Tidak lagi berfokus pada pandemi, kekurangan keuangan, ketakutan dan kematian,” ungkap Ps Tony Mulia dalam konferensi pers virtual, Sabtu (24/7/2021).

Pada kesempatan itu, Ps Tony Mulia ditemani tim doa diantaranya Hanny Setiawan, Vesty Niaz dan tamu seorang hamba Tuhan dari Malaysia, Ps Rurth Chieng SY.

Ps Tony menuturkan “Global Prayer 247” dibagi menjadi dua kegiatan. Tanggal 7 Juli sampai 15 Agustus diisi dengan doa dan puasa, sedangkan tanggal 7 Juli sampai 5 September diisi dengan doa, pujian dan penyembahan.

BACA JUGA  Peduli Terhadap Sesama Lewat Gerakan Dapur Rakyat

“Ini waktu kebangkitan secara rohani, kita akan melihat perubahan terjadi diantara bangsa-bangsa diseluruh dunia saat kita memohon belas kasih-Nya agar goncangan yang terjadi mendatangkan perubahan yang sesuai rencana dan tujuan Tuhan,” katanya.

Gembala GKB El-Bethel, Kelapa Gading, Jakarta Utara ini mengungkapkan Global Prayer ini diadakan bukan oleh sinode atau organisasi Kristen tertentu, melainkan inisiatif para hamba Tuhan dan pendoa di tiga negara.

Sebelumnya, Malaysia United Fire Wall (MUFW) telah memulai acara pujian penyembahan dan doa. Awalnya hanya diadakan selama 2 hari, kemudian diperpanjang hingga 21 hari dan akhirnya menjadi 50 hari atau selesai pada tanggal 18 Juli 2021.

Kemudian, tim dari Malaysia menghubungi Singapura, dan Indonesia dalam hal ini Ps Tony Mulia dan juga Taiwan untuk berdiskusi dan mencoba merespon apa yang menjadi isi hati Tuhan melalui situasi yang sedang terjadi. Kemudian setelah itu lahirlah kerinduan untuk melakukan doa bersama.

BACA JUGA  Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo Sampaikan “Pentakosta Ketiga” dalam Jubilem 50 Tahun PGLII

“Karena persoalan ini global, maka kita memerlukan negara-negara lain untuk bersama-sama berdiri dihadapan Tuhan,” jelasnya.

Sementara itu, Ps Ruth Chieng SY menambahkan dirinya melihat apa yang sedang terjadi di dunia saat ini adalah cara Tuhan untuk membangun tubuh Kristus di berbagai bangsa. Maka hal ini perlu direspon lewat sebuah kegerakan, salah satunya doa bersama.

“Ketika pujian dan penyembahan dinaikkan, maka bangsa dan rakyat tidak lagi mengarahkan fokus pada masalah ekonomi dan lain-lain, tapi akan mengalihkan fokus pada Tuhan,” katanya dan mengucapkan terima kasih kepada Ps. Tony Mulia yang mendukung serta menangkap visi tersebut sekaligus mengajak umat Kristen di Indonesia terlibat dalam kegiatan doa ini.

Di sisi lain, Ps Tony juga mengajak umat Kristen khususnya gereja untuk bisa terlibat dalam kegerakan ini dengan mengambil slot mulai 7 Juli sampai 15 Agustus 2021. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Festy di 0812-1098-5680 atau Anto 0877-8304-9457.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini