Temuan PGI dan Bala Keselamatan Saat Mengunjungi TKP Aksi Terorisme di Kecamatan Sigi

0
Pembakaran rumah ibadah di Sigi
Pdt Jimmy, Kol Yusak dan Kapolda

SIGI – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Pimpinan Gereja Bala Keselamatan (BK) melakukan kunjungan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari aksi terorisme di dusun Lewonu, desa Lembantongoa, Kecamatan Sigi, Palu, Sulawesi Tengah, pada 27 November 2020 lalu.

Pdt Jimmy Sormin berdiskusi dengan penduduk

Seperti yang tertulis dalam press release yang dikirim oleh Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom, di mana dari BK yang hadir, Kolonel Yusak Tampai dan Letnan Kolonel Alberth Sarimin. Sedangkan, perwakilan PGI, Pdt. Jimmy Sormin, Sekretaris Eksekutif Bidang KKC PGI. Di lokasi kejadian Pimpinan Bala Keselamatan dan Pdt. Jimmy berkoordinasi dengan Kapolda Sulawesi Tengah serta tim gabungan TNI dan Polri yang sedang mengamankan lokasi kejadian dan memburu para pelaku teror. Tidak lupa para hamba Tuhan ini mendoakan aparat keamanan yang tengah bertugas tersebut.

Rombongan juga melakukan kunjungan pastoral kepada keluarga korban dan warga terdampak, warga dusun Lewonu yang diungsikan di Desa Lembantongoa. Tampak warga masyarakat yang mengungsi sangat trauma dan tidak ingin kembali ke rumahnya di dusun Lewonu.

Pdt Jimmy Sormin dan Kol Yusak sedang berdoa bersama keluarga korban

Dalam perjumpaan dengan rombongan PGI dan BK, tampak dari wajah-wajah warga yang mengungsi itu lesu karena ternyata sejak pagi belum sempat makan akibat terus-menerusnya berdatangan tamu dari berbagai tempat dan lembaga/organisasi melakukan kunjungan.

BACA JUGA  Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo: 7 Maret 2019 Adalah Lahirnya Gerakan Generasi Yeremia

Di tengah ramainya kunjungan dari pihak pemerintah maupun lembaga-lembaga yang datang memberi bantuan, Pdt. Jimmy, Kol. Yusak dan Let-kol. Sarimin memberi penguatan kepada para keluarga korban dan masyarakat Lewonu di pengungsiannya melalui doa dan sapaan penuh penguatan.

Sebagai Komandan Teritorial BK, terhadap warga gerejanya dan warga dusun Lewonu lainnya Kol. Yusak menyampaikan rasa duka mendalam mewakili keluarga besar BK Indonesia maupun Internasional. Ia pun menekankan BK akan terus mengawal proses pemulihan kembali, serta bertanggung jawab hingga warga mendapat tempat tinggal yang baru dan kehidupan yang lebih baik.

Pdt. Jimmy, menyampaikan bela rasa dari MPH-PGI bahkan gereja-gereja anggota PGI di seluruh Indonesia yang turut mendoakan sejak hari kejadian. Duka warga BK dan dusun Lewonu adalah juga duka gereja-gereja di Indonesia; seraya mengingatkan betapa berharganya mereka bagi Tuhan dan warga gereja yang terus mengingat dalam doa-doanya.

Melalui kunjungan pastoral ini pula PGI dan BK menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, penyerangan yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal (OTK) yang mengakibatkan korban meninggal sebanyak 4 (empat) orang serta terjadinya pembakaran 6 (enam) rumah warga dan satu rumah ibadah Gereja Bala Keselamatan – Pos Pelayanan Lewonu, adalah tindakan kekerasan yang tidak dapat diterima.

BACA JUGA  Polisi Girimulyo Berikan Pengamanan Misa Rabu Abu Gereja Katolik St. Maria Fatima

Kedua, peristiwa ini adalah tindakan kekerasan murni dan tidak ada kaitannya dengan religious persecution/ persekusi agama.

Ketiga, mengapresiasi upaya dan rencana pemerintah pusat dan daerah, bersama aparat TNI dan Polri, dalam menangani kejadian di dusun Lewonu dan melakukan pencarian para pelaku teror, serta rehabilitasi para keluarga korban dan warga masyarakat yang terdampak.

Keempat, mengapresiasi pihak-pihak yang memberi perhatian dan bantuan kepada keluarga korban dan warga dusun Lewonu lainnya.

Kelima, memohon perhatian dan kesediaan pemerintah maupun pihak-pihak yang ingin memberi perhatian dan bantuan agar memerhatikan pula kesehatan fisik maupun mental para korban yang lelah dan masih trauma, dengan mengatur waktu kunjungan, wawancara atau aktivitas lainnya.

Keenam, meminta agar kejadian dan situasi warga Lewonu agar tidak dieksploitasi untuk kepentingan-kepentingan sepihak dan tidak bertanggung jawab.

Ketujuh, potensi gesekan sosial dan ketidakamanan akibat berbagai bantuan yang diterima oleh keluarga korban harus diantisipasi, demikian pula keamanan masyarakat Lembantongoa pasca-penyerangan hendaknya terus menjadi prioritas pemerintah melalui TNI-POLRI. (NBS)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini