Tahun 2023 Dikatakan Tahun “Gelap”. Bagi Umat Tuhan, Tahun untuk Menjadi Terang

0
Pdt. Tony Mulia, saat sedang menceriterakan pesan Tuhan agar Tahun "gelap" ini dapat diterangi oleh Umat Kristiani.

Jakarta – Umat Kristiani (Indonesia) Menyembah yang awalnya dimotori oleh Pdt. Tony Mulia bersama Ps. Tina Agung Purnomo, yang digelar di 25 Agustus 2022 di Holy Stadium Semarang, yang diberi nama “Worship and Gathering”.

Ternyata mendapatkan respon positif dari umat Kristiani di Indonesia, dengan kembali menggelar Umat Kristen Menyembah 11 November 2022 di Batam dan 21 – 22 November di Jakarta.

“Percaya atau tidak, waktu kita mendekat kepada Tuhan, seperti Gosyen ( mendekat), contoh Yusuf mendekat ke Yakub (Kejadian 45 : 10). Jadi orang yang mendekat kepada Tuhan dilalukan dari bencana,”kata penggagas Umat Kristiani Menyembah. 

Apa yang dikatakan, dikuatkan dengan kesaksiannya. Di mana pada saat sedang digelar Umat Kristiani Menyembah pada 21 November 2022, tiba – tiba terjadi gempa di Cianjur, Jawa Barat, yang goncangannya terasa sampai DKI Jakarta. 

“Saya percaya DKI Jakarta tidak mengalami dampak salah satunya karena ada Gosyen (ada satu tempat) yang kita pakai menyembah. Mungkin hal seperti ini banyak yang tidak mengerti tetapi buat saya DKI Jakarta tidak mengalami dampak itu karena Tuhan. Bayangkan bila Jakarta yang penuh gedung – gedung besar mengalami dampaknya? Tentu tidak dapat kita bayangkan korbanya, bukan?”tanya Pdt. Tony Mulia, dan menambahkan bahwa seandainya tidak digelar acara penyembahan 12 jam terrsebut, yang arti rohaninya MENDEKAT kepada Tuhan, apa jadinya kalau Jakarta tertimpa gempa seperti apa yang terjadi di Cianjur? Puji Tuhan Jakarta bisa di lalukan dari bencana seperti Gosyen dilewatkan dari bencana.

Dalam perbincangan dengan media ini, Pdt. Tony Mulia menegaskan semua peristiwa yang terjadi di lolong langit ini tidak ada yang kebetulan. “Untuk itu di tahun 2023 saya mengajak kita untuk banyak menyembah Tuhan agar kita dilalukan dari berbagai bencana dan kesusahan yang kata Presiden Ir. Joko Widodo, tahun 2023 tahun yang gelap,”.

Pdt. Tony Mulia berpendapat memasuki tahun yang “gelap” ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan diwaspadai, diantaranya; Pertama, adanya ciber crime atau kejahatan dunia maya, kejahatan yang banyak berhubungan dengan dunia perbankan. “Sekarang sudah mulai banyak diberitakan bagaimana uang seseorang yang tersimpan di bank bisa dibobol, begitupun orang belanja dengan nilai belanja Rp. 350.000 tetapi print tagihan bisa mencapai 550.000,-. Dan pihak kasir tempat belanja ketika di complain meminta maaf karena dirinya sendiri tidak tahu,”.

BACA JUGA  Ini Tanggapan Para Fasilitator JDN Terhadap Gerakan 24/40

Kedua, adanya pengajar – pengajar sesat (palsu). Ini terjadi karena banyak pertemuan tanpa tatap muka dan juga mudahnya mengakses pemberitaan Firman Tuhan dari media social tanpa mengetahui latarbelakang doktrinnya. Dari situ, tanpa disadari masuklah ajaran – ajaran sesat (palsu). “Apalagi kalau yang menyampaikan mampu membuat pendengar terpesona. Dan banyak diantara kita yang belum mengerti membedakan motivator dan pemberita firman Tuhan. Termasuk dengan adanya praktik – praktik kesembuhan, kita kadang lalai ini ptaktik mujisat atau praktik para dukun,” 

Ketiga, adanya bencana alam (gempa bumi, banjir dan lain sebagainya). Ini tidak lepas dari Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi bencana yang besar. 

Keempat, adanya antikristus.  Ini diantaranya berbicara dunia akan ada dalam satu kontrol. “Kita sekarang mau iya atau tidak, data semua manusia sudah berada dalam satu control karena sudah tercatat.  Kita mau kemanapun, penguasa sudah tahu karena diri kita sudah terdata dalam satu control,”. 

Kelima, adanya kasih menjadi dingin (tawar). Hari – hari ini hampir tiap hari terjadi pembunuhan, dan sangat menyedihkan serta memprihatinkan pembunuhan terjadi di lingkungan keluarga (ayah bunuh anak, sebaliknya juga). “Dunia, di tengah keluarga mulai kehilangan rasa cinta kasih,”

Menurut Pdt. Tony Mulia, lima point di atas menjadi tantangan 2023. Walau begitu tidak perlu takut ataupun kuatir. Sebaliknya harus bangkit menjadi terang seperti yang dicatat dalam Yesaya 60 : 1 – 2 “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu,” dan Maleaki 4 : 1 – 2 “Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka. Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.,”

BACA JUGA  Pdt. Freddy Adukan Junit Sihombing ke Dirjen Bimas Kristen

Lewat kedua firman Tuhan tersebut, Pdt. Tony Mulia menegaskan bahwa dunia akan mengalami kehancuran dan kegelapan tetapi juga ada kesembuhan serta hadirnya terang. “Memasuki tahun 2023 ini saya teringat lagu dari Chrisye “Lilin – lilin kecil”. Lagu ini ini penuh makna, dimana di tahun 2023 yang dikatakan tahun penuh kegelapan, umat Kristiani harus tampil menjadi lilin – lilin kecil yang dapat menerangi bangsa ini,”katanya.

Pdt. Tony Mulia menjelaskan, setelah Kitab Maleaki dunia masuk pada masa gelap, Tuhan tidak berfirman selama 400 tahun dan akhirnya terang (Yesus sebagai terang) hadir menerangi/menyelamatkan manusia. 

Menghadapi tahun penuh gelap 2023 ini, salah satu fasilitator Jaringan Doa Nasional ini menuturkan Tuhan tidak minta banyak, hanya minta umat Kristiani menjadi lilin – lilin kecil yang menyala menerangi dunia yang gelap. “Ini saatnya umat Kristiani menerangi dunia. Ingat! Yesus tidak datang untuk menerangi dunia, karena ada umatNya yang menerangi dunia,”. 

Mejadi lilin – lilin, Kata Pdt. Tony Mulia, dimulai dengan menerangi keluarga masing – masing. “Kami di JDN sekarang ada program doa berdua – berdua, doa dari lilin – lilin kecil. Saya yakin Tuhan akan menjawab doa – doa kita. Kita kan tahu bahwa kalau ada 2 orang sepakat pasti Tuhan hadir,”. 

Diakhir, Pdt. Tony Mulia meminta kepada umat Tuhan untuk menyembah (mendekat) kepada Tuhan, dengan begitu umat Tuhan akan menjadi (lilin) menerangi dunia (lingkungan) tempat tinggal masing – masing. 

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
2
+1
+1
+1
+1
+1
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini