Sekum GKJ Pimpin Ibadah Paskah Pasukan PBB di Bangui, Afrika

0
Ilustrasi : Pasukan Garuda yang bertugas di PBB dalam misi perdamaian. (Foto : dok. Indonesiajurnal)

Jakarta – Pasukan perdamaian dari Indonesia yang beragama Kristiani, yang ikut dalam Pasukan Perdamaian Bangsa – bangsa (PBB) di Bangui, Afrika Tengah, Minggu (4/4/2021), mengikuti ibadah Paskah.

Kali ini, Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) dipercaya untuk melayani, yang digelar secara virtual. Tampak dalam ibadah paskah ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum GKJ, Pdt. Sundoyo.

Dimulai dengan diperkenalkan secara singkat siapa saja pasukan PBB dari Indonesia yang beragama Kristiani, yang dapat mengikuti ibadah Paskah. “Inilah anak-anak Tuhan yang sedang menjalankan misi perdamaian PBB. Ini adalah rekan-rekan dari TNI dan Polri. Dari Polri angkatan kedua, dan TNI angkatan yang ketujuh. Bagi kami ini ibadah Paskah yang luar biasa karena ibadah yang cukup jauh,”kata salah satu anggota pasukan PBB dari Indonesia.

Saat pemberitaan firman Tuhan, Pdt. Sundoyo menegaskan tentang Paskah, sebuah momentum untuk melakukan perubahan, termasuk perubahan dari tingkah laku atau sifat. Contoh, ketika Yesus bangkit perilaku murid menjadi berubah. “Kalau hidupnya belum berubah, berarti dia (kita) belum bertemu dengan Yesus yang bangkit itu,” tegasnya.

Lebih jauh lagi, kata Pdt. Sundoyo, manusia yang memaknai Paskah adalah manusia yang mampu melihat keadaan dengan kacamata yang berbeda. Seperti kisah penulis lagu Kidung Jemaat 27 “Meski Tak Layak Diriku” Charlotte Elliott.

“Lagu ini adalah pengalaman pribadi dari penulisnya Charlotte Elliott yang diusia 28 tahun mengalami sakit sehingga lumpuh. Dia marah dengan Tuhan dan dirinya dan keadaan. Dia merasa kenapa Tuhan tidak menolong ketika dia sakit. Hal ini membuat dia membenci orang sekitarnya termasuk keluarga,” cerita pendeta jemaat GKJ Brayat Kinasih ini, seperti dilihat di Vifamedia.

BACA JUGA  Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, MA Pimpinan Tertinggi HKBP Periode 2020-2024

Charlotte dijadikan contoh oleh Sekum GKJ, karena cara pandang Charlotte jadi berubah ketika bertemu dengan seorang hamba Tuhan yang mampu menjelaskan bahwa Tuhan tidak melihat fisik seseorang, melainkan hati. “Kadang-kadang kita punya berkat yang tidak kita syukuri. Ini mengajarkan agar kita mampu melihat keadaan dengan sudut pandang Allah dan menjadi berkat dari sudut pandang itu,” katanya.

Pdt. Sundoyo, mengajak pasukan PBB dari Indonesia yang mengikuti ibadah Paskah ini untuk terus mengingat Tuhan dan cinta dari keluarga yang berada di Indonesia.

“Saya membayangkan teman-teman orang yang jauh di keluarga, yang harus menjalankan tugas. Ada banyak orang yang mendoakan seperti orang tua, pasangan, anak-anak, dan itu semua harus menjadi bagian yang harus selalu diingat. Supaya apa yang telah dicapai saat ini bukan hanya milik kita, tapi kita sadar ada berkat Tuhan sekaligus ada orang-orang yang mendukung serta mendoakan,”pintanya.

Dihubungi media ini, Pdt. Sundoyo menjelaskan terjadinya ibadah Paskah ini menjadi bukti Pasukan Garuda yang ada di Afrika, terdiri dari TNI dan Polri, merindukan pembinaan rohani (Perayaan Paskah dan perjamuan kudus).

BACA JUGA  Ikuti Gerakan 24/40 JDN Selama 40 Hari Nonstop Mulai 8 Juli

Sedangkan bisanya GKJ yang memimpin ibadah, Pdt. Sundoyo, berkata kebetulan ada warga GKJ Brayat Kinasih, yang jadi Anggota Polri bertugas sebagai Anggota Penjaga Keamanan (PBB) dari Indonesia di Afrika. “Saya dihubungi dan diminta melayani, saya bisa,”ungkapnya.

Pdt. Sundoyo, menambahkan, kebangkitan Kristus adalah kenyataan yang terbukti dalam sejarah. Pertama, Yohanes 20 : 7, kain peluh yang tergulung. Sebagai fakta dan bukti bahwa tidak mungkin Tuhan Yesus dicuri. Karena proses pencurian tidak mungkin menggulung kain dengan rapi.

Bukti kedua, tutur Pdt. Sundoyo, perbahan prilaku para murid, yang semua takut. Setelah berjumpa dengan kebaktian Yesus, menjadi berani, termasuk berani bersaksi sampai mati.

“Dari fakta kebangkitan itu, maka energi Paskah menolong kita untuk menjadi pribadi yang punya energi bergerak dari masa lalu ke masa depan. Perubahan prilaku menuju pribadi yang sesuai dengan kehendak Allah,”terangnya.

Lanjutnya, peristiwa Paska juga menolong umat manusia bahwa ada kuasa Tuhan yang melampaui setiap keadaan. Termasuk didalamnya adalah keberhasilan. “Disana ada pertolongan Tuhan, maka jangan lupa bersyukur. Setiap keberhasilan juga ada dukungan dan doa dari orang orang di sekitar kita, maka ucapkan terima kasih dan sayangi mereka,”tutupnya

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
2
+1
2
+1
2
+1
7
+1
+1
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini