PGI Minta Pemerintah Jangan Ada Korban yang Terabaikan

0
Graha PGI yang terletak di Jl. Salemba Raya N0. 10 tempat Ketum dan Sekum serta jajarannya melayani gereja Tuhan dan masyarakat. (Foto: Dok. tabloidmitra.com)

Jakarta – Bencana silih berganti “terjadi” diberbagai daerah di Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia yang menjadi korban dan terdampak akibat bencana.

Majelis Pekerja Harian (MPH) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan mendalam dan bela rasa terhadap keluarga – keluarga korban bencana. Apalagi dengan situasi seperti sekarang ini, di tengah pandemi Covid 19 yang belum berakhir. 

MPH-PGI menyampaikan imbauan, pertama, agar gereja-gereja membawakan dalam doa-doa syafaat di keluarga maupun komunitas, seraya juga menopang para korban dengan mengumpulkan bantuan sebagai wujud kepedulian sesama anak bangsa. Secara khusus PGI telah mendorong PGIW Kalsel dan PGIW Sulselbara untuk mengkoordinasikan bantuan bagi korban banjir di Kalsel dan korban gempa bumi di Sulbar. Selain emergensi respons, gereja perlu melibatkan diri dalam program trauma healing serta program pemulihan dan pemberdayaan ekonomi warga;

BACA JUGA  3G Menjadi Fokus Utama Dalam Sidang Raya Gereja-Gereja dan Lembaga Injili Sedunia di SICC

Kedua, MPH-PGI meminta perhatian pemerintah, khususnya BNPB untuk turun tangan dan agar tak seorang pun korban yang terabaikan. Pemerintah juga perlu segera merekonstruksi kerusakan- kerusakan yang terjadi agar roda kehidupan masyarakat segera pulih;

Ketiga, rentetan bencana yang terjadi, selain murni bencana alam, juga terjadi karena ulah manusia yang telah memperlakukan alam secara tidak proporsional. Selama ini kita telah begitu lama memunggungi sungai, laut, sungai dan rawa-rawa. Dan alam memiliki caranya sendiri untuk meneriakkan rintihannya, antara lain dengan banjir, longsor dan lain-lain. Ragam bencana ini mengajak kita untuk introspeksi dalam memperlakukan alam;

BACA JUGA  Forum Cinta Pancasila Meminta Pemerintah Ambil Langkah Strategi untuk Menjaga NKRI

Keempat, di sisi lain, menyaksikan respons masyarakat terhadap ragam bencana ini, terlihat sekali masih kurangnya kesiapan masyarakat perihal mitigasi bencana. Hal ini mengingatkan kita untuk lebih waspada terhadap berbagai kemungkinan bencana mengingat kepulauan nusantara ini sangat rentan akan bencana alam. Ke depan, seluruh elemen masyarakat harus dipersiapkan sungguh- sungguh untuk deteksi dini dan kewaspadaan menghadapi bencana.

Demikan siaran pers yang berisi imbauan MPH PGI, yang diterima dari Humas PGI, Philip Situmorang, Jakarta, 20 Januari 2021.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini