PGI Ingatkan Gereja Terus Berikan Edukasi Tentang Covid-19 kepada Umat

0
Foto: istimewa

Jakarta – Dalam beberapa hari ini, jumlah kasus Covid-19 mengalami peningkatan. Berdasarkan data Kamis (17/6/202) total kasus positif mencapai 1.950.276. Adapun yang sembuh sebanyak 1.771.220 jiwa, meninggal 53.753 jiwa.

Sementara kasus aktif tercatat sebanyak 125.303 dengan jumlah spesimen yang diperiksa 130.829 dan suspek sebanyak 110.472 jiwa. 

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) prihatin dengan peningkatan kasus baru penularan Covid-19 seminggu terakhir. Terlebih kini ada kluster baru penularan Covid-19.

“Setelah kita berjuang bersama pemerintah dan seluruh komponen bangsa untuk menanganinya selama lebih dari setahun. Kluster-kluster baru penularan Covid-19 bermunculan dan menyebar cepat dengan varian virus yang berbeda,” tulis PGI dalam keterangan yang diterima media ini, Jumat (18/6/2021).

BACA JUGA  Pdt. Yohanes L Mendapatkan Dukungan untuk Maju Calon Ketua MD GPdI Jawa Barat

Dalam surat bernomor 161/PGI-XVII/2021, PGI meminta gereja anggota untuk membatasi kegiatan ibadah secara onsite untuk dialihkan menjadi online. 

“Fasilitas kesehatan yang tersedia pun semakin kesulitan untuk melayani arus kedatangan pasien baru yang tertular tersebut. Menyikapi kondisi yang yang memprihatinkan ini, kami mendorong gereja-gereja untuk menahan diri dalam pelaksanaan kegiatan persekutuan dan pelayanannya di gedung gereja, terutama bagi gereja-gereja yang memiliki media dan jaringan komunikasi yang baik.”

Sedangkan bagi gereja yang terbatas dalam sarana digital, PGI mengimbau agar gereja terus mengembangkan kreativitas dan inovasi pelayanan. 

PGI juga meminta gereja terus memberikan edukasi kepada umat tentang Covid-19. Seperti terus meningkatkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA JUGA  800 Orang Ikut Vaksinasi di Sekolah Solideo BSD

“Kami terus berharap gereja-gereja menjadi pelopor atau teladan dalam beragam upaya yang dilakukan pemerintah dan lembaga lainnya untuk menghentikan penularan virus yang mematikan ini. Dengan begitu, panggilan kita untuk menjadi garam dan terang bagi dunia juga dapat teraktualisasi pada masa-masa yang berat ini; itulah ibadah yang sejati.”

Sebagai informasi. Penambahan kasus positif Covid-19 harus diwaspadi. Sebab menurut Kabid Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr Masdalina Pane, bila tidak dapat dikendalikan maka bisa saja fasilitas kesehatan di Indonesia akan kolaps dalam dua minggu sampai satu bulan ke depan.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini