PGI Ajak Gereja Bantu Korban Bencana di NTT

0
Bencana di NTT
Bencana di NTT mulai dari banjir, tanah longsor. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Minggu (4/4/2021) bencana alam akibat cuaca ekstrem terjadi di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan update data laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (5/4/2021) pukul 05.00 WIB, tercatat korban meninggal dunia akibat bencana ini sebanyak 44 orang. Selain itu, bencana membuat sebanyak 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lain mengungsi di Balai Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur, NTT.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang terjadi di sejumlah daerah di NTT.

“Bencana alam, seperti angin kencang, longsor dan banjir yang terjadi telah memporak-porandakan ratusan rumah warga, merusak fasilitas umum termasuk rumah sakit, jembatan dan bendungan hingga menelan korban jiwa, korban luka-luka serta warga yang mengungsi,” isi siaran pers dari Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI yang dikirimkan Humas PGI Philip Situmorang, Senin (5/4/2021).

BACA JUGA  Bersandingnya Pdt. JE Awondatu dan Pdt. DR Ir Niko Njotorahardjo dalam 1 Abad GPdI di SICC Jawa Barat

PGI mengungkapkan belarasa terhadap keluarga-keluarga yang terdampak, serta duka mendalam atas korban jiwa dan ribuan warga yang mengungsi. PGI terus mencermati perkembangan situasi terkini dan mendukung dalam doa kerja Tim Reaksi Cepat untuk mencari korban yang masih belum diketemukan di wilayah-wilayah terdampak.

“Agar gereja-gereja membawakan dalam doa dan membantu para korban sebagai wujud kepedulian bagi sesama. Secara khusus PGI mendorong gereja-gereja di Indonesia untuk mendukukung upaya tanggap darurat bersama gereja-gereja di NTT (GMIT dan GKS). Dukungan tenaga relawan terlatih maupun dukungan bantuan darurat bagi para korban, kelompok rentan dan para pengungsi,” pinta PGI.

BACA JUGA  Ketum GKRI, Pdt. Hendra Gunawan Divaksinasi Covid-19 Program Kemenkes dan PGI

Lebih jauh, PGI juga meminta pemerintah pusat maupun daerah, khususnya BNPB untuk meningkatkan bantuan pagi warga terdampak, serta secepatnya merekonstruksi kerusakan-kerusakan yang terjadi.

Diakhir, PGI mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena alam yang anomali, sambil terus memperhatikan informasi dari BMKG dan pihak terkait sehingga bisa berjaga-jaga.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini