Sonny Wuisan, S.H

JAKARTA – Pemilihan Presiden – Wakil Presiden Republik Indonesia, tidak lama lagi. Bila menghitung bulan tinggal 5 bulan lagi—tepatnya Rabu (14 February 2024). Menuju pada hari pelaksanaan pemilihan, rakyat Indonesia telah “disodorkan” tiga nama Calon Presiden.

Agar tidak terlihat atau cendrung mendukung maka media ini menulis nama para capes yang bila sudah tidak berubah lagi menggunakan urutan abjad, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Pemilihan presiden 2024 nanti mulai dari sekarang sudah dihitung – hitung siapa dari ketiga nama calon presiden itu yang berpeluang sebagai “pemenang” atau terpilih sebagai presiden Republik Indonesia. 

Pengamat politik yang pernah mendirikan partai politik berbasis Kristiani (Partai Kristen Demokrat Indonesia), Sonny Wuisan, S.H,. MH., memetakan ketiga capres dari basis masa partai politik dan kelompok pemilih. Tanpa meninggalkan perhitungan pemilih terbesar di Indonesia yang datangnya dari umat Muslim.

Sonny Wuisan, S.H,. MH., membagi ketiga capres dalam tiga kelompok aliran yaitu dari Anies Baswedan. Seperti sudah diketahui, capres yang satu ini didukung oleh PKS yang sebut saja kelompok pemilihnya dari aliran kanan ke kananan, PKB yang kelompok pemilihnya dari aliran kanan, serta Nasdem yang kelompok pemilihnya dari aliran tengah. 

Posisi Anies Baswedan ini sangat diuntungkan secara basis masa karena kelompok kanan ke kananan dan kelompok kanan serta kelompok tengah bisa bertemu. Belum lagi kelompok kanan tengah Kristiani ikut memberikan dukungan kepadanya. Itu sebenarnya terlihat dalam dukungan kepada Anies Baswedan di Pilkada DKI yang mampu mengalahkan kelompok tengah. 

Sedangkan posisi Ganjar Pranowo, kata pria yang pernah menjadi wartawan di media – media besar di Indonesia ini, mendapat dukungan dari partai, PDI Perjuangan sebut saja kelompok pemilihnya bercampur dari kelompok aliran tengah kiri (sosialis). PPP yang kelompok pemilihnya dari aliran kanan tetapi juga ada partai yang non parlement dengan basis pemilih dari kelompok tengah, seperti Hanura dan Perindo. 

Posisi Ganjar Pranowo ini memang secara mata telanjang partai pendukungnya sangat kuat tetapi apakah basis pemilih partai – partai itu tetap akan memilih Ganjar Pranowo? Perlu di uji. 

Prabowo Subianto bila dilihat dari partai pendukungnya, Gerindra dan Golkar serta Demokrat memiliki kelompok pemilih yang sama yaitu kelompok tengah. Ada PAN yang kelompok pemilihnya bisa disebut kanan tetapi bukan ke kanan – kananan. Juga ada PBB yang bisa disebut kelompok pemilihnya dari kanan ke kananan tetapi ini partai non parlement.  

Posisi Prabowo Subianto masih lebih diuntungkan. Pasalnya, Prabowo Subianto, pada pemilu – pemilu yang diikutinya sudah memiliki pemilih khsusus atau fanatik pada Prabowo Subianto—tidak lagi dalam batasan kelompok pemilih partai tetapi sudah bebas dari partai politik. 

Persoalannya siapa yang akan mendapatkan dukungan yang besar dari 3 calon presiden ini? Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini mengatakan harus diakui pemilih terbesar dari bangsa ini adalah pemilih Muslim. Dari pemilih terbesar itu, pertanyaannya, muslim yang mana? Sebab masih bisa dikelompokkan dalam nuansa pilihan politik. 

BACA JUGA  Pdt. Tony Mulia : Saat Dunia dalam Masa Gelap, Kesempatan Umat Kristiani Bangkit Menjadi Terang

Dalam konteks praktis, dukungan politik Muslim yang ke kanan – kananan dan yang ke tengah itu ketemu dalam ruang politik Anies Baswedan. Apakah suaranya signifikan? Tentu Pemilu yang akan menentukan—tapi bila merujuk pada kelompok maka tidak mustahil Anies Baswedan akan mendulang suara lebih banyak dari kelompok Muslim. Alasannya tadi, dua kelompok pemilih Muslim, baik itu ke kanan – kananan dan kelompok kanan yang menuju ke tengah lebih nyaman ada di Anies Baswedan.

“Gerakan dukungan kelompok kanan ke kananan ini sedang berproses—ini bisa saja terjadi seperti api dalam sekam, tidak kelihatan tapi ternyata sudah menguat dukung Anies Baswedan,”

Sonny Wuisan, S.H,. MH., menambahkan dilihatnya ada gerakan yang sedang dilakukan oleh kelompok kanan ke kananan yang sedang menuju ke kelompok tengah. Ini juga di dukung oleh kelompok tengah kanan dari Kristiani. Apakah proses Gerakan itu dapat “mengalahkan” dukungan kepada Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto? tinggal bagaimana gerakan dari pendukung Anies melakukan prosesnya. Jawabannya akan terlihat di 14 Februari 2024.

Sedangkan dukungan kepada Ganjar dan Prabowo kata Sonny Wuisan, S.H, mengalami persoalan karena basis dukungan (kelompok tengah) terbelah. 

Dari tiga “peta” kekuatan di atas siapa yang akan memenangkannya? Jawab Sonny Wuisan, SH, “peta’ kekuatan di atas tidak serta merta menjadi acuan—jangan dilupakan politik dalam negeri itu juga dilirik oleh kekuatan politik international.

Kekuatan politik international itu adalah, Amerika, Cina dan Rusia. Dari ketiga capres di Indonesia ini juga dapat dilihat mana yang dapat didekati (berpeluang) “didukung” kekuatan International.

Sonny Wuisan, S.H,. MH., memulai “petanya” dari capres Anies Baswedan. Capres yang satu ini pernah menempuh pendidikan di Amerika—melihat basis partai pendukungnya, ada Nasdem kelompok tengah dan PKS ke kanan – kananan. Apakah peluang dukungan Amerika akan datang kepada Anies Baswedan? Silahkan mengambil kesimpulan. Sebagai informasi, Amerika dalam hal melakukan dukungan sering menggunakan pendekatan hak asasi manusia, lingkungan hidup dan demokrasi. 

Capres Ganjar Pranowo, kata Sonny Wuisan, S.H,. MH., hanya dapat dilihat dari partai pendukungnya di mana Ketua Umum PDIP lebih dekat kepada Rusia. Di masa saat ini Rusia sedang disibukkan dan berkosentrasi dalam masalah dengan Ukraina. 

Kedekatan Ketum PDIP dengan Rusia itu tentu saja bisa dilihat sebagai peluang oleh Amerika untuk ikut serta mendukung capres PDIP atau malah melihat itu sebagai peluang mendukung calon lain karena dukungan rusia terkosentrasi pada perang.  

Sedangkan Prabowo Subianto dalam Analisa Sonny Wuisan, S.H,. MH., sangat diuntungkan bila melihat peluang dukungan dari International. Prabowo berpeluang di dukung oleh Amerika dan Cina. 

“Petanya, Prabowo itu sangat dekat dengan Yordania—dan Yordania itu dikenal dekat dengan Amerika. Begitupun dengan Cina, kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Jokowi ‘lebih dekat’ ke Cina—dan Prabowo ada dalam pemerintahan Jokowi,” urai Sonny Wuisan, SH.

Melihat “peta” peluang di dukung international, Sonny Wuisan, S.H,. MH., melihat Prabowo Subianto sangat berpeluang, dan bila itu terjadi maka tinggal menunggu waktu Prabowo Subianto kemungkinan besar yang akan terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

BACA JUGA  Bertemu Putra Jokowi, Pdt. Gomar Gultom : Gereja Kumpulkan Persembahan Bagi Caleg 

Walau begitu, Sonny Wuisan, S.H,. MH., melihat pemilihan Presiden Republik Indonesia pada 2024 tidak dapat terhindar dari namanya 2 putaran. Bila itu benar terjadi, kemungkinan besar yang masuk, dari hitung – hitungan kekuatan berbasis partai dan pemilih maka yang akan tersingkir adalah Ganjar Pranowo.

Itu sebabnya, Sonny Wuisan, S.H,. MH., melihat ada kekuatan yang akrab disebut cawe – cawe atau kekuatan besar lainnya menginginkan hanya 2 calon presiden saja—demi menjaga peluang kelompok tengah bisa dipastikan memenangkan Pilpres 2024. 

Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika

Sonny Wuisan, S.H,. MH., berkata bila Anies Baswedan masuk putaran kedua ataupun keluar sebagai pemenang di 2024 tidak ada yang perlu dikuatirkan oleh umat Kristiani. Pasalnya soal Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang esensinya negara ini diisi oleh beragam suku, budaya dan agama sudah final. 

“Ketika kita ber Indonesia persoalan perdebatan agama dalam konstitusi sudah final dengan adanya Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika. Tidak ada lagi perdebatan untuk kembali kepada syariat agama tertentu. Jadi sudah tidak ada lagi untuk memperdebatkan negara ini negara agama atau Pancasila, itu final bahwa negara ini negara ber Pancasila dan ber Bhinneka Tunggal Ika,”

Seandainya pun, kata Sonny Wuisan, S.H,. MH., ada presiden Indonesia mencoba mengotak – atik Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, maka presiden itu adalah presiden paling dunggu—karena Indonesia pasti akan terpecah – pecah. 

“Saya lihat kalau masih ada yang berpikir tentang Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika akan diotak – atik, itu cara berpikir orang – orang yang berada di zaman dinosaurus alias masih berada dalam zaman batu tapi itu haknya berpikir, tidak ada yang dapat menyalahkan,”

Memilih Presiden pada 2024 nanti, ditegaskan Sonny Wuisan, S.H,. MH., tinggal bagaimana rakyat memilih sosok yang memiliki kemampuan untuk membawa kesejahteraan rakyat. “Ketiga capres yang ada ini, kita telah sepakat sebagai kader – kader terbaik bangsa. Dari ketiga terbaik itu kita mencari yang paling terbaik,” kata Sonny Wuisan, S.H,. MH., seraya meminjam kata Lord Acton, untuk mengetahui siapa yang terbaik maka berilah kekuasaan, apakah sanggup atau tidak terutama menahan syahwat  (nafsu) tidak korupsi. 

Sonny Wuisan, S.H,. MH., berkata sebenarnya masih ada banyak kader terbaik bangsa yang belum memiliki kesempatan menjadi pemimpin bangsa dikarenakan UU Pemilu parliamentary threshold 20 persen. 

“Negara kita ini negara partai politik. Siapa yang punya partai politik, merekalah yang menyodorkan kader kepada rakyat untuk menjadi pemimpin bangsa, dan belum tentu kader yang diberkan kepada rakyat adalah yang terbaik,”. 

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini