Persekutuan Gereja Tionghoa di Indonesia Menyerahkan 2 Miliar Rupiah “Peduli Indonesia”

0
PGTI Menyerahkan Sumbangan "Peduli Indonesia" Melalui Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia

Jakarta – Majelis Pekerja Harian (MPH) Persekutuan Gereja – Gereja Tionghoa di Indonesia (PGTI), pada Kamis (16/12/2021) mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Republik Indonesia, yang ada di Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, bertemu dengan Dirjen Bimas Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si.

Pada pertemuan itu, Ketua Umum (Ketum) PGTI,  didampingi Lukas Jethrokusumo, bersama Sekretaris Umum (Sekum) PGTI, Jane Lim didamping Ketua II PGTI, Ibrahim Sidik dan Pdt. Abdiel serta Charles Hadiwidjaja, menyerahkan sumbangan sebesar Rp. 2.000.000.000,- (Dua Miliar Rupiah) “Peduli Indonesia” kepada masyarakat Indonesia, yang dipercayakan kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Ditjen Bimas Kristen) Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sumbangan yang diberikan oleh PGTI diterima langsung oleh Dirjen Bimas Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si, di damping Direktur Urusan Agama Ditjen Bimas Kristen, Janus Pangaribuan.

“Biarlah melalui sumbangan kami kepada masyarakat bangsa Indonesia, kiranya Tuhan memberkati seperti Tuhan memberkati 5 roti dan 2 ekor ikan. Sekalipun bantuan kami tidak berarti daripada semua biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah tapi kami percaya bahwa jika Tuhan memberkati kiranya bantuan ini berkenan digunakan untuk kepentingan seluruh bangsa,”kata Lukas Jethrokusumo.

BACA JUGA  Pelayanan Sosial Orientasi PGTI untuk Indonesia

“Sumbangan ini sebagai bentuk kami menyadari sebagai bagian dari dari bangsa ini, kita hidup di negara ini, kita bertumbuh di negara ini, sudah menjadi kewajiban selaku masyarakat bangsa ini untuk peduli pada—masyarakat bangsa,” kata Lukas Jethrokusumo. 

Ditambahkannya, sumbangan ini tidak lain adalah perintah Tuhan buat umat Kristen. “Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan kekuatan, demikian juga mengasihi sesama kami—tentunya adalah segenap masyarakat bangsa Indonesia,”paparnya.

“Bantuan PGTI ini kepada Indonesia yang diserahkan melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Kementerian Agama Republik Indonesia. Kita bersyukur kepada Tuhan yang maha Esa karena di tengah kondisi pandemi yang meluluhlantakan semua sendi kehidupan, termasuk kehidupan ekonomi bangsa,” kata Thomas Pentury.

“Gereja – gereja Tionghoa di Indonesia, punya rasa peduli dan rasa kasih kepada masyarakat Indonesia yang terkenak dampak pandemi dan bencana. Saya menyampaikan hal ini kepada Pak Menteri dan beliau memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada PGTI. Ada harapan yang beliau titipkan kepada saya, bahwa bantuan atau sumbangan yang diberikan oleh PGTI dapat digunakan untuk membantu masyarakat Indonesia secara keseluruhan, tidak membatasi diri atau tidak dibatasi oleh atau hanya untuk kalangan agama Kristen,”

BACA JUGA  Setara Institute: Intoleransi Banyak Dilakukan Individu

Prof. Dr. Thomas Pentury, menjelaskan sumbangan ini atas nama PGTI kepada masyarakat Indonesia karena memang PGTI adalah salah satu aras Gereja Nasional yang anggota – anggotanya adalah umat Kristiani. 

“Kepercayaan PGTI kepada pemerintah melalui Kementerian Agama yang tentunya Ditjen Bimas Kristen. Saya mengerti harusnya PGTI bisa mendistribusikan sumbangan ini secara langsung kepada masyarakat Indonesia. Kenapa lewat kami? Kami berterima kasih  karena  pasti ada kepercayaan yang diberikan oleh PGTI kepada kami. Dan ini penghargaan yang memiliki nilai yang tinggi buat kami,”

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Thomas Pentury juga mengungkapkan harapan Menteri Agama, supaya bantuan dari PGTI dapat disalurkan tepat sasaran. “Tepat diberikan kepada orang – orang yang patut menerimanya. Kami sudah sampaikan kepada pihak PGTI bagaimana cara kita mendistribusikan dan dimana tempat didistribusikan. Tentu saat ini yang utama adalah masyarakat yang sedang mengalami bencana,”.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
+1
1
+1
+1
2
+1
+1
+1
1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini