Perkantas Bahas Cara Atasi Kemunduran dalam Organisasi

0
Perkantas menuju umur emas, 50 tahun

Jakarta – Organisasi sejatinya harus senantiasa “dirawat” agar senantiasa berkembang dan on the track pada visi misinya. Bila tidak, organisasi bisa mengalami kemunduran bahkan bisa saja bubar. Hal tersebut merupakan pesan yang disampaikan oleh Persekutuan Kristen Antar Universitas (Perkantas) melalui webinar dengan tema “Mewaspadai Mundurnya Sebuah Gerakan Pelayanan”, Minggu (30/5/2021). Hadir sebagai pembicara tunggal, dosen Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang, Michael Teng.

Dalam sambutan, Sekjen Perkantas, Triawan menjelaskan bahwa webinar ini diadakan sebagai bahan evaluasi baik bagi Perkantas maupun organisasi pelayanan lainnya tentang sejauh apa kinerja yang sudah dilakukan. Sekaligus untuk mengetahui apa saja cara untuk mengatasi kemunduran dalam organisasi pelayanan.

Dalam pembahasan, Michael Teng mengatakan setiap gerakan (organisasi) pada dasarnya memiliki masa tersendiri. Ada masa ketika maju, stagnan hingga mundur. “Tapi kita jangan terpaku pada keemasan dari sebuah gerakan sehingga kita selalu menoleh ke belakang dan mengatakan di belakang lebih baik,” tegasnya.

BACA JUGA  PGI: Perilaku Ketidakadilan Hukum Memicu Keresahan di Kalangan Umat Kristen. Proses Hukum Penista Agama Kristen

Michael menjelaskan, berkembangnya sebuah organisasi bergantung pada efektifitas proses transmisi iman/visi dalam konteks yang berbeda dan dinamis. Hal itu tergantung dari para pimpinannya.

“Turbulensi adalah sesuatu yang menentukan masa depan organisasi atau gerakan. Di dalam turbulensi itu yang muncul adalah konteks berubah secara masif dan drastis. Di masa itu biasanya akan muncul respon, respon inilah yang akan menentukan masa depan dari organisasi. Bila responnya hanya melakukan dengan pendekatan (pola) yang lama, maka biasanya orang (organisasi) tidak akan berubah (maju),” paparnya.

Mencegah terjadinya kemunduran sebuah organisasi, Michael menuturkan setiap pemimpin maupun pengurus harus berpegang teguh pada DNA atau sejarah bagaimana organisasi tersebut bisa berdiri. “Kembali pada Alkitab (membawa apa yang Tuhan inginkan untuk organisasi ini) dan DNA (keunikan yang Tuhan titipkan pada organisasi untuk dibaca ulang pada zaman sekarang),” tuturnya.

BACA JUGA  Ikuti Gerakan 24/40 JDN Selama 40 Hari Nonstop Mulai 8 Juli

Lanjutnya, hal lainnya yang tidak kalah penting adalah tetap berjalan pada visi, misi serta menumbuhkan iklan leadership yang sehat supaya organisasi bisa bergerak dan menjadi maju.

Sebagai informasi, puncak acara HUT Perkantas akan diadakan secara online melalui ibadah syukur pada Sabtu, 10 Juli 2021 dengan pukul 17.00 WIB dengan tema “Perkantas for GOD’S name” dan akan dipimpin Martin Haizmann (IFES Associate General Secretary for International Ministries).

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
2
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini