Perayaan Natal Gereja Yesus Kristus, Russel M. Nelson, Marilah Kita Hidup dalam Semangat ‘Haleluya’, Senantiasa Memuji Tuhan Allah (Yehova)

0
Presiden Dalin H.Oakd, penasihat pertama dalam Presidensi utama, memimpin kebaktian Natal Presidensi Utama di pusat Konferensi di Salt Lake City, Utah, pada hari Minggu 3 Desember 2023

JAKARTA – Pujalah Kristus Tuhan, Tutur Presiden Russel M Nelson pada Kebaktian Natal Presidensi Utama Gereja Yesus Kristus dari Orang – Orang Suci Zaman Akhir, atau juga dikenal dengan sebutan The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints yang diselenggarakan 03 Desember 2023, Conference Center Salt Lake City, Utah.

Perayaan Natal Gereja Yesus Kristus dari Orang – Orang Suci Zaman Akhir (OSZA), tidak lepas dari peristiwa yang terjadi di satu malam yang kudus lebih dari 2,000 tahun lalu dekat Kota kecil Betlehem, para malaikat surga bernyanyi dengan penuh sukacita atas kelahiran Yesus Kristus. Malaikat Tuhan memberitahu kepada para penggembala, “Lihatlah, aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Lukas 2:10 – 11).

Kebaktian Natal ini dipimpin oleh Presiden Dallin H. Oaks, penasihat pertama dalam presidensi utama dan diketuai oleh Presiden Gereja Yesus Kristus OSZA, Russel M. Nelson. Presiden Gereja yang baru saja berulang tahun ke 99 Tahun pada bulan September tahun ini.

Turut berbicara selama kebaktian tersebut adalah Penatua Gerrit W. Gong dari Kuorum Dua Belas Rasul, Sister Tracy Y. Browning, Penasihat Kedua dalam Presidensi Umum Pratama, dan Penatua Paul V. Johnson dari Presidensi Tujuh Puluh. 

Dalam pesan Natalnya, Presiden Russel M. Nelson menyampaikan undangan kepada semua orang: “Datang, mari kita memujaNya” Natal adalah waktu untuk menyembah dan memuja Juruselamat yang hidup dalam roh halleluyah,”  

Presiden Russel M. Nelson mengatakan suatu sukacita dapat memperingati kelahiran Juruselamat dan Penebus umat manusia, Tuhan Yesus Kristus. “Marilah kita hidup dalam semangat ‘Haleluya’, senantiasa memuji Tuhan Allah Yehova,”tutur Presiden Nelson. 

Presiden Dallin H. Oaks, Penasihat Pertama dalam Presidensi Utama, memimpin kebaktian, berkata bersama bersyukurdengan umat Tuhan dan merefleksikan kelahiran, kehidupan serta misi Juru Selamat, Yesus Kristus. 

“Sewaktu kita memasuki saat yang sakral ini, kami berdoa agar Anda diberkati dengan kedamaian dalam hati Anda dan kasih bagi orang-orang di sekitar Anda. Semoga Anda merasakan kasih Juruselamat dalam kehidupan Anda dan mengetahui bahwa ‘tangan-Nya (selalu) terulur’, (Yesaya 9:6; 2 Nefi 19:21), Datanglah, Mari Kita Memuja Dia,“tuturnya.

Presiden Nelson berbicara dengan penuh kasih mengenai kenangan Natal sepanjang hidupnya yang juga mencakup melayani orang lain melalui Program Memberikan Bantuan bagi keluarga yang kurang mampu dan menyanyikan “Mesias” karya Händel, yang memuji Tuhan dan pemerintahan milenium-Nya.

Pada kesempatan itu, disunggung juga tentang cedera punggung dialaminya belum lama yang membuatnya harus berada di rumah untuk memulihkan diri. “Selama beberapa bulan terakhir, saya telah belajar lebih banyak tentang rasa sakit dan pengaruhnya yang memurnikan. Hati saya tertuju kepada Juruselamat kita ketika saya mencoba membayangkan besarnya penderitaan-Nya. … Dalam tindakan belas kasih paling Agung yang menentang pemahaman atau penggambaran fana, Juruselamat menyerahkan diri-Nya pada penderitaan rohani dan jasmani yang tiada tandingannya,”

BACA JUGA  Peduli Kesehatan, COC Sambangi Kalimantan Gelar Bakti Sosial

“Kita menghormati Bayi dari Betlehem justru karena Dia kemudian mempersembahkan pengorbanan yang tak terpahami serta tak terbatas di Taman Getsemani dan di salib Kalvari.”

Presiden Nelson mengatakan bahwa harapannya kepada umat Tuhan sebenarnya merupakan doa agar umat Tuhan merasakan kasih yang mendalam dan kekal yang diberikan Juruselamat kepada setiap pribadi. “Mendapatkan kesaksian pribadi Anda sendiri bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah. Memanfaatkan sepenuhnya pendamaian Juruselamat dengan bertobat setiap hari dan menggunakan saat liburan ini untuk memulai musim peribadatan pribadi yang lebih besar lagi.”

Karena Injil Kristus yang dipulihkan, berkat-berkat imamat-Nya tersedia bagi seluruh umat manusia sewaktu datang kepada-Nya dan disempurnakan di dalam Dia. “Saya tahu bahwa Allah hidup! Yesus adalah Kristus! Ini adalah Gereja-Nya. Dia mengarahkan pemulihan Injil-Nya yang berkelanjutan,” disaksikannya dengan menerima dan menawarkan Karunia Perubahan

Sedangkan, penatua Gong berbagi tiga tradisi Natal favorit keluarga Gong, seperti menikmati hiasan pohon Natal dari jepitan baju dan tiga hiasan lainnya yang “menceritakan kisah keluarganya,” memajang kandang Natal atau peragaan kelahiran Yesus yang menggambarkan kelahiran kanak-kanak Kristus yang kudus dan membacakan “A Christmas Carol” karya Charles Dicken dengan lantang bersama keluarga.

Merujuk pada perubahan karakter Ebenezer Scrooge dari “seorang kikir tua yang pemarah” menjadi pria dan teman yang baik. Penatua Gong bertanya, “Adakah orang-orang di sekitar kita, mungkin diri kita sendiri, yang bisa menjadi orang yang berbeda jika saja kita berhenti mengklasifikasikan atau menstereotipkan mereka sebagai diri mereka yang terdahulu?”

“Pada Natal ini, mungkin kita dapat menerima—dan mempersembahkan—karunia berharga dari Yesus Kristus berupa perubahan dan pertobatan, pengampunan dan melupakan, bagi satu sama lain dan diri kita sendiri. … Dia dapat membebaskan kita dari hantu masa lalu kita. Dia dapat melepaskan belenggu kita dari penyesalan atas dosa-dosa kita dan orang lain. Yesus Kristus dapat menebus sifat kita yang egois melalui kelahiran kembali di dalam Dia. Dia berkataIngatlah….Ingatlah,”

“Natal adalah waktu bagi kita untuk dengan penuh niat mencari dan mengisi kehidupan kita dengan ‘lambang-lambang kenangan,’. Lambang-lambang Natal ini membantu kita mengingat kembali pengorbanan Penebus, Yesus Kristus, yang menawarkan karunia keselamatan serta kehidupan yang baru dan kekal, “tutur Sister Browning.

“Allah memberi kita karunia ingatan agar kita tidak melupakan Sang Pemberi,” dia berkata, “sehingga kita bisa merasakan kasih-Nya yang tak terbatas bagi kita dan belajar untuk mengasihi-Nya sebagai balasannya.”

BACA JUGA  Rangkaian Paskah Nasional Dimulai dengan Bakti Sosial di Palu

Yesus Kristus memberikan karunia-karunia yang abadi dan esensial berupa kebijaksanaan, kesaksian, dan iman, Roh Kudus, dan kehidupan kekal. “Meskipun terkadang pikiran dan hati kita mungkin mengembara dan menjauh dari-Nya, keteguhan-Nya meyakinkan kita bahwa Tuhan tidak melupakan kita—saat Natal atau waktu lainnya, ”terangnya.

“Janganlah kita lupa untuk mengingat Sang Pemberi yang sejati—Dia yang tidak pernah melupakan kita dan memberi kita kuasa untuk mengingat-Nya melalui Roh-Nya, pada saat Natal dan sepanjang waktu,” kata dia.

Kristus Lahir untuk Menyelamatkan

“Natal diperuntukkan bagi semua orang karena Allah mengutus Putra-Nya bagi kita semua dan bagi kita masing-masing,” tutur Penatua Johnson.

Lanjutnya, tidak peduli periode waktu atau keadaannya, kelahiran Juruselamat selalu menjadi alasan untuk bersukacita. Dia datang untuk menawarkan kepada setiap anak Bapa Surgawi kedamaian di dunia ini, dan kehidupan kekal di dunia yang akan datang.

Penatua Johnson berbagi beberapa pemikiran mengenai kedamaian dan harapan seputar Natal yang ditulis oleh putrinya, Alisa, yang telah meninggal karena kanker.

“Saat saya berpikir tentang mukjizat Kristus dan banyaknya karunia Allah,” Alisa menulis, “saya merasakan harapan untuk segala sesuatu dan semua orang. Bukan jenis harapan bahwa semuanya akan sempurna, tetapi bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan pada akhirnya kebaikanlah yang akan berjaya. … Saya rasa tidak ada kata terlambat untuk mukjizat, untuk perubahan, dan untuk kedamaian,”.

“Kristus lahir untuk menyelamatkan,” Penatua Johnson mengakhiri ceramahnya. “Untuk menyelamatkan Anda dan untuk menyelamatkan saya. Sungguh karunia yang tak tertandingi yang hanya dapat diberikan oleh Dia. Apa pun keadaan kita saat ini, semoga kita dapat lebih sepenuhnya merasakan karunia-Nya dalam hidup kita di saat Natal ini.”

Musik selama kebaktian dipersembahkan oleh Paduan Suara dan Orkestra Tabernakel di Taman Bait Suci di bawah arahan Mack Wilberg dan Ryan Murphy, dengan Richard Elliott pada organ. Doa diucapkan oleh Penatua James W. McConkie III dari Tujuh Puluh dan Presiden Umum Remaja Putra, Steven J. Lund.

Gereja Yesus Kristus dari Orang – Orang Suci Zaman Akhir mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2023 dan Tahun Baru 01 Januari 2023 kepada semua yang merayakan kelahiran Juru Selamat dunia. 

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini