Pdt. Johnny Weol saat menyampaikan Firman Tuhan di Camp PELAHT GPdI Jabar

SUKABUMI – Komisi Daerah (KD) Pelayanan Anak Hamba Tuhan (PELAHT) dan KD Pelayanan Pemuda, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Jawa Barat, menggelar pertemuan di kaki Gunung Gede Pangrango, Sukabumi, tepatnya di Halimun Jeep Camp Natural Campsite yang berada di ketinggian kurang lebih 1.130 mdpl.

Pertemuan yang diberi nama Youth Leader Camp 2023, dengan mengusung tema Leader Impactful Generation digelar selama 3 hari, Selasa – Kamis ( 4 – 6 Juli 2023), selain dihadiri anak – anak Hamba Tuhan dan Pemuda, juga Ketua Umum GPdI, Pdt. Dr. Johnny Weol, Ketua Pemuda, Pdt. Vera Siwi, dan Ketua PELAHT, Pdt. David W, Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Jawa Barat, Pdt. Ferdinand Rompas beserta istri (Pdt. Fanny Gosal) serta jajaran MD GPdI Jawa Barat, diantaranya ada Pdt. Toviet (Penasehat), beserta istri (Pdt. Inawaty), Pdt. Stanly Piri (Wakil Bendahara) beserta istri (Pdt. Eliawaty) Pdt. Moses Nanuru (Biro PWJ), Pdt. N.B. Suratinoyo (Biro Antar Lembaga) beserta istri (drh. Anggi), Pdt. Yunus Tulungen (Biro Diakonia) beserta istri (Agustina S.E, yang akrab disapa Tina) dan beberapa nama lainnya.

Peserta yang mengikuti Youth Camp semuanya diwajibkan tidur di tenda – tenda yang panitia sudah atur, tenda pria dan wanita dipisahkan oleh hutan. Setiap tenda dapat menampung sampai 10 orang peserta. Tapi panitia Youth Camp “mengisi” setiap tenda dengan 4 – 6 peserta Youth Camp untuk kenyamanan.

Setiap kompleks tenda baik pria dan wanita telah disediakan kamar mandi dan toilet. Dapat dikatakan, selama 3 hari para peserta dibuat menikmati alam. Apalagi di depan tenda mengalir sungai kecil—yang arus airnya memecah keheningan malam—menambah suasana makin menyatu dengan alam.

Dalam pantauan media ini, baik peserta dan undangan yang hadir menikmati udara dingin dan sejuk Kaki Gunung Gede Pangrango—kompleks Halimun Jeep Camp. “Ini baru pertama kali saya saksikan di GPdI, camp benar – benar peserta tidur di tenda,”kata Ketua Umum GPdI, Pdt. Johnny Weol saat berbincang – bincang dengan pengurus MD GPdI Jabar.

Indah dan sejuknya udara di Halimun Jeep Camp, membuat Pdt. Johnny Weol tidak dapat menahan ungkapannya, “Udaranya enak, suasananya benar – benar untuk dinikmati karena masih asri,” katanya dan menambahkan “Suasana dan udara seperti ini akan makin enak ditemani pisang tanduk goreng,”.

Apa yang diungkapkan Pdt. Johnny Weol, langsung direspon oleh di antaranya Pdt. Alfian, Pdt. Stanly Piri, Pdt. Yunus Tulungen, Pdt. N. B. Suratinoyo serta Pdt. Marcel Ekel, dengan mencari Pisang tanduk, minyak goreng dan tepung terigu—jadilah pisang goreng.

BACA JUGA  Pdt. F. Rompas dan Istri, Melayani Hamba Tuhan adalah Anugerah: Kami Melayani dengan Cinta Kasih Tanpa Membedakan

Pisang goreng yang baru diangkat dari penggorengan langsung dinikmati oleh Pdt. Johnny Weol dan pendeta – pendeta yang bertepatan sedang bersamanya di lokasi camp tempat Ketua Umum GPdI bermalam.

Youth camp sendiri dimulai pukul 16.00 Wib. Hutan Halimun Jeep Camp Natural Campsite, yang begitu rapat langsung menggema lagu – lagu rohani memecah hening. “Sampai – sampai monyet – monyet” yang ada di hutan tempat camp, datang ikut meramaikan suasana.

Kehadiran monyet – monyet menarik perhatian semua peserta dan undangan, termasuk Ketua Umum GPdI, Pdt. Johnny Weol. Pasalnya, banyaknya monyet yang mendekati tempat pembukaan membuat ada ranting pohon yang patah. “Sudara jangan perhatikan ada hewan yang lewat,” Kata Pdt. Johnny Weol dengan wajah senyum, saat sedang menyampaikan firman Tuhan. 

Pdt. Johnny Weol Sampaikan Firman Tuhan di Camp PELAHT dan Pemuda Remaja

Sudah menjadi hal yang lasim setiap kegiatan umat Kristiani harus dibuka dengan diadakan ibadah terlebih dahulu. Termasuk di antaranya, Youth Camp PELAHT dan Pemuda GPdI Jawa Barat.

Pada ibadah pembukaan ini, Ketua Panitia, Pdt. Valda Rompas, telah meminta kesediaan dari Ketua Umum GPdI, Pdt. Johnny Weol, untuk menyampaikan Firman Tuhan.

Dalam penyampaian Firman Tuhan, Pdt. Johnny Weol, menjadikan Kitab Efesus 5 : 15…”Lebih kurang 2000 tahun yang lalu Paulus mencatat surat ini dan dikirimkan kepada jemaat di Efesus. Ada sebuah pesan yang disampaikan oleh Rasul Paulus untuk diingat oleh jemaat yang ada di Efesus,”tutur Pdt. Johnny Weol. 

“Perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup….”. dari firman Tuhan ini, Pdt. Dr. Johnny Weol menjabarkan bahwa yang dimaksud oleh Rasul Paulus dengan kata “bagaimana kamu hidup” bukanlah soal pakaian tetapi soal jangan bebal dan jadilah oang arif. 

Gembala GPdI di Pluit Jakarta ini menegaskan bahwa orang bebal salah satu dari tiga orang yang tertulis di Kitab Yudas untuk tidak boleh dicontohi atau diteladani. 

Pertama, Kain, yang rela membunuh adik kandungnya karena iri hati. Kedua, Korah, manusia pemberontak. “Sedikit – sedikit protes kepada Musa dan Harun,”kata Pdt. Dr. Johnny Weol, dan meminta yang hadir untuk membaca Kitab Ibrani 13, yang isinya tunduklah dan taatilah kepada pemimpin. “Kita jangan seperti Korah yang melawan pimpinan, (Jangan melawan gembalamu),” tegasnya.

BACA JUGA  Pdt. H. Gultom Minta Musda Ulang, Pdt. E. Numberi Jelaskan Musda Malut Selesai

Ketiga, Bileam, yang tidak mau mendengar firman Allah (bebal). “Kalau dinasehati oleh gembala dengan menggunakan Firman Tuhan, kita harus terima. Jangan jadi seperti Bileam, itu model orang bebal. Alkitab katakan hendaklah kamu menjadi orang arif dan bijaksana,”tuturnya seraya mengungkapkan bahwa di Alkitab tercatat seorang yang arif dan bijaksana adalah Raja Salomo. 

Model orang bijak, diterangkan oleh Pdt. Johnny Weol dapat dilihat dalam Matius 7, yang digambarkan  orang membangun rumah di atas batu karang. Selain itu dapat dilihat juga dalam Kitab Matius 25, ada lima anak dara yang pandai. 

Doa selesai firman Tuhan, Pdt. Johnny Weol minta Pdt. N.B. Suratinoyo. Usai doa firman dan doa, dilanjutkan dengan sambutan – sambutan, tentu dari Pdt. Ferdinand Rompas, Ketua MD GPdI Jawa Barat, yang menyambut semua peserta agar dapat memanfaatkan pertemuan (camp) dengan baik, dan dapat mengikuti semua proses acara selama 3 hari.

“Hal – hal rohani yang diperoleh selama mengikuti Camp, agar dapat ditularkan kepada orang – orang yang belum sempat ikut. Harus pulang dari sini dengan membawa pengalaman – pengalaman rohani yang dapat memberkati orang lain, dapat menguatkan kerohanian orang lain dan dapat menyelamatkan jiwa buat Tuhan,”paparnya.

Pada kesempatan itu juga Pdt. Ferdinand Rompas, berterima kasih kepada “Presiden” (Ketua Umum) GPdI yang mau datang hadir memberitakan firman Tuhan di camp ini. 

Setelah sambutan Ketua MD, ada sambutan Ketua Panitia Camp, Pdt. Valda Rompas, yang lagi – lagi meminta kepada semua yang hadir untuk juga dapat mengikuti semua kegiatan, dapat bersosialisasi dan pulang membawa pengalaman – pengalaman rohani.

Pdt. Valda Rompas juga berterima kasih kepada semua yang hadir, termasuk kepada peserta, undangan dan juga kepada Pengurus Majelis Daerah GPdI Jawa Barat, yang hadir. 

Pada kesempatan itu, Pdt. Valda Rompas, meminta Pdt. Johnny Weol, untuk membuka secara resmi camp PELAHT dan Pemuda, dengan menggunting pita yang sudah disediakan—resmilah Camp PELAHT dan Pemuda. Sesi – sesi selanjutnya di isi dengan berbagai kegiatan termasuk Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang jadi pembicara, Pdt. Vera Siwi dan Pdt. David W. 

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini