Panita penyelenggara Natal BPD GBI DKI Jakarta 2023

JAKARTA – Badan Pekerja Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia (GBI), DKI Jakarta, menggelar ibadah perayaan Natal tahun 2023, di salah satu Gereja Bethel Indonesia, di Kawasan Season City.

Perayaan Natal GBI DKI Jakarta ini dibatasi hanya untuk Pengurus BPD GBI DKI Jakarta, Pengurus Wilayah ( Perwil ) di 5 Wilayah di Jakarta, dan gembala – gembala. Tidak termasuk pejabat GBI (Pendeta, Pendeta Muda atau Pendeta pembantu), apalagi jemaat Tuhan yang ada di GBI – GBI.

Menurut Sekretaris Daerah atau Sekretaris BPD GBI DKI Jakarta, Pdt. Maringan Tampublon, sebelum membuka secara resmi perayaan Ibadah Natal BPD GBI DKI Tahun 2023, berkata, alasan dibatasi tidak semua pejabat, hanya pengurus BPD, Pengurus Wilayah dan Gembala serta istri saja, karena kalau melibatkan semuanya maka harus mencari tempat yang besar.

“Terima kasih buat seluruh rekan – rekan yang telah bekerja sampai acara ini bisa berlangsung. Saya harus katakan bukanlah hal yang muda bagi rekan – rekan yang mempersiapkan berlangsungnya perayaan Natal BPD GBI DKI 2023 ini,”katanya.

Pdt. Maringan Tampubolon, menambahkan, begitupun anak – anak muda yang mempersiapkan tata ibadah. “Mereka bekerja dengan sangat luar biasa. Secara khusus juga BPD GBI DKI Jakarta, berterima kasih buat gembala GBI Glow, Pdt. Ronny Sukamto, yang telah meminjamkan tempat.

Setelah itu, Sekda BPD GBI DKI, Pdt. Maringan Tampubolon membuka secara resmi perayaan dan ibadah Natal BPD GBI DKI Jakarta, tahun 2023 dengan doa pembukaan.

Sekda BPD GBI DKI, Pdt. Maringan Tampubolon mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Natal BPD GBI DKI 2023. “Kami membuat sesederhana mungkin. Kita bersyukur yang datang mencapai 550, terdiri dari Gembala + istri, pengurus BPD dan Perwil, anggota MPL, BPP dan Om ( Pdt. Jorry Tasik, juga dengan pendukung acara dari DPA GBI DKI, VG GBI Eben Haezer dan Bobby. Ini adalah bentuk wujud kebersamaan,”kata Pdt. Maringan Tampubolon.

“Kita berharap melalui Natal ini semakin kompak, semakin akrab. Kebetulan dalam Natal ini ada banyak kepengurusan yang baru, baik di DPA, WBI dan BPD sendiri, sehingga Natal ini menjadi momentum untuk sinergitas,”tuturnya. 

Ibadah berjalan seperti pada umumnya di lingkungan umat Kristiani, dimulai dengan pujian – pujian dan penyembahan, serta doa firman Tuhan. Pemberita firman Tuhan pada Natal BPD GBI DKI Jakarta, 2023 ini, disampaikan langsung oleh Ketua BPD GBI DKI Jakarta, Pdt. Kiki Tjahyadi, M.Th. “Terima kasih kepada yang hadir, di antaranya anggota MPL BPD GBI DKI, utusan dari BPP, Pdt. Kiki dan Pdt. Ike, juga Pdt. Josafat Mesach. Terima kasih juga kepada Pembimas Kristen DKI Jakarta, Mangarerak Baringbing S.Th, juga berterima kasih kepada GBI Glow Season City, Pdt. Ronny Sukamto,”kata Ketua BPD GBI DKI Jakarta, Pdt. Kiki Tjahjadi, sebagai pembuka dalam penyampaian Firman Tuhan. 

Pdt. Kiki Tjahjadi, M. Th, mengungkapkan tema Natal yang akan disampaikannya, sesuai tema Natal Nasional, juga tema Pesekutuan Gereja – gereja di Indonesia ( PGI ) dan Konfrensi Wali Gereja ( KWI ). “Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi (Lukas 2:14)”

Pdt. Kiki Tjahjadi, M. Th, menjabarkan firman Tuhan, pertama “Apa itu Kemuliaan?” dalam alkitab, kata kemuliaan sering digunakan dengan dua istilah. Lihat dari Perjanjian Lama (PL), berarti Mulia, Agung, Makmur dan Berlimpa.

Sedangkan dalam Perjanjian Baru (PB) , berarti Semarak, Kecermelangan, Kemasyuran. “Artinya, segala pujian, kehormatan, penyembahan, pengagungan hanya bagi Allah yang layak terima kemuliaan,”.

Kemuliaan Allah dalam alkitab, kata Pdt. Kiki Tjahjadi, M. Th, pertama, kemuliaan Allah melukiskan keagungan dan kemegahan Allah, yang nampak dalam kebesaranNya, Dia adalah Allah yang maha tinggi, Dia adalah Allah yang maha Mulia, Allah yang maha kudus dan sebagainya.

Memperkuat pernyataan soal kemuliaan, Pdt. Kiki Tjahjadi, M. Th, mengungkapkan ceritera kisah nyata, seorang dokter bernama Mark, specialis kanker terkemuka, yang mengadakan perjalanan menuju sebuah konfrensi di sebuah kota, juga untuk menerima penghargaan dibidang riset medis yang dilakukannya.

dr. Mark dalam perjalanan menggunakan pesawat untuk menuju kota tempat konfrensi, tetapi setelah 2 jam, pesawat yang ditupanginya mengudara harus kembali karena ada kerusakan teknis. 

Di bandara, dr. Mark segera ke reserfasi untuk booking pesawat lain, ternyata penerbangan berikutnya baru ada sepuluh jam kemudian. Bagian reserfasi menyarankan dr. Mark naik mobil saja. Saran itu diterimanya, walaupun sebenarnya ia tidak suka mengemudi jarak jauh. 

Setelah 2 jam perjalanan mengendarakan mobilnya, tiba – tiba ada hujan badai yang menyulitkan pandangannya untuk melihat arah jalan. Akhirnya, dr. Makr tersesat di tengah hutan lebat, dan berada di jalan sebuah desa terpencil.

Pada situasi itu, dr. Mark melihat ada sebuah rumah kecil, dan memutuskan untuk mampir. Setelah turun dari mobil, dr. Mark mengetuk pintu rumah, seorang perempuan keluar. “Apakah saya bisa meminjam telepon,” ternyata di rumah itu tidak ada telepon atau peralatan komunikasi lainnya.

BACA JUGA  FPI Dibubarkan, OKP Lintas Agama Berikan Sembilan Catatan

Perempuan itu mengajak dr. Mark masuk kedalam rumah menunggu sampai hujan dan badai berhenti, Dr. Marks yang kelaparan, basah dan kelelahan menerima tawaran tersebut.  Perempuan itu juga mengajak berdoa  bersama, namun dr. Mark hanya tersenyum dan berkata “Saya hanya percaya kepada kerja keras. Silahkan anda melanjutkan doa anda,”

Sambil menikmati teh yang diberikan perempuan itu, dr. Mark memperhatikan perempuan tersebut berdoa menghadap ke seorang anak, nampak perempuan tersebut dalam doanya sangat membutuhkan pertolongan buat anaknya. 

Sang dokter bertanya, “apa sebenarnya yang kamu inginkan dari Tuhan, apakah Tuhan akan mendengarkan doa mu?” dokter Mark juga bertanya mengenai keadaan anaknya, yang ia doakan, “apa masalahnya?”

Perempuan tersebut tersenyum getir dan sambil berkata “Anak ini adalah anak yang sedang menderita satu jenis penyakit yang jarang ada, dan menurut kabar hanya ada satu dokter yang bisa menyembuhkannya, nama dokter itu adalah dokter Mark,” kata perempuan itu. 

Masih kata perempuan itu, namun andai kata bisa menemukan dr. Mark, sudah dapat dipastikan ia tidak mampu untuk membayarnya, dan untuk menjumpai dokter Mark sangat jauh. 

Perempuan itu berkata kepada, sejauh ini memang Tuhan belum menjawab doanya, tetapi ia yakin satu hari Tuhan akan memberikannya jalan keluar, dan ia tidak akan membiarkan kekuatirannya mengalahkan imannya. Kagum dan tidak dapat berkata apa – apa, dr. Mark berlinang air mata dan berkata, “Tuhan memang maha besar, akulah dr. Mark,”

“dr. Mark mengakui keagungan dan kebesaran Tuhan, saya percaya kita semua yang hadir, mengakui keagungan dan kebesaran Tuhan, yang sedang Tuhan kerjakan dalam pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita,”. 

Kedua, kemuliaan Allah tampak dalam kehadiranNya di tengah umatNya. Contoh kelahiran Tuhan Yesus Kristus. “Diawali dari Adam ada di dunia tanpa laki – laki dan perempuan, dibentuk dari tangan Allah sendiri dan dihembuskan nafas Allah. Hawa ada di dunia melalui tulangnya Adam. Kemudian kita ada di dunia melalui laki – laki dan perempuan. Sedangkan Tuhan Yesus ada di dunia, melalui perempuan tanpa laki – laki. Di sini kita melihat kemuliaan diran di tengah – tengah umatNya,”. 

Ketiga, kemuliaan Allah tampak dari manifestasi kuasanya. “Saya percaya kita telah mengalami kuasa Allah bekerja secara dahsyat di tengah pelayanan yang Tuhan percayakan. Saya juga percaya kita ada sampai saat ini karena manifestasi kuasa Allah yang Allah nyatakan bagi GBI. Kita menikmati manifestasi kuasa Allah dengan caranya yang ajaib dan luar biasa,”. 

Pdt. Kiki Tjahjadi, M. Th, bertanya, Pertama, mengapa manusia harus memuliakan Allah? Karena manusia diciptakan untuk memuliakan Allah, (Yesaya 43 : 7). Hal ini merupakan salah satu tujuan Allah menciptakan manusia.

“Allah menciptakan manusia dengan memiliki tujuan, pertama, Allah rindu bersekutu dengan ciptaanNya (manusia). Kedua, Allah rindu dimuliakan oleh ciptannya (manusia). Kalau kita menangkap tujuan Allah menciptakan kita, saya percaya dimanapun kita ditempatkan Tuhan, baik di tengah pekerjaan, usaha, terlebih dalam pelayanan, tentu kita rindu nama Tuhan dipermuliakan. Kenapa? Karena memang kita diciptakan untuk memuliakan Allah,”paparnya.

Kedua, mengapa manusia harus memuliakan Allah? Karena manusia ditebus untuk memuliakan Allah. “Konsep penebusan dalam PL, Allah menebus Israel dari perbudakan di Mesir. Kemudian dibebaskan dari pembuangan di negeri Babel. Allah menebus orang Israel, sehingga bisa pulang ke negerinya melalui seorang raja bernama Raja Kores,”. 

“Konsep penebusan dalam PB, ditebus dari kutuk hukum taurat (Galatia 3 : 13). Kita bersyukur kepada Yesus yang mau lahir dan mati di Kayu Salib, untuk menebus manusia dari kutuk hukum Torat. Selain itu, PB mencatat, Tuhan membebaskan manusia dari kejahatan (Titus 2 : 14),”

Ketiga, mengapa tubuh manusia harus memuliakan Allah? Karena tubuh manusia adalah bait Allah. (I. Korintus 6 : 19 – 20). “Kita ditebus oleh Tuhan, supaya dapat memuliakan Allah. Apakah boleh orang Kristen merokok? alkitab tidak pernah menulis dilarang merokok, tetapi alkitab memberikan rambu – rambu, di antaranya, bukankah tubuh kita ini untuk memuliakan Allah. Apakah dengan kita merokok dapat memuliakan Allah?” Tanya Pdt. Kiki Tjahjadi, dan menaruh harap semua yang hadir dapat memuliakan Allah. 

Setelah itu, Pdt. Kiki Tjahjadi, M. Th, juga menjelaskan kata berkenan, dalam teks aslinya, memiliki arti menyenangkan dan menjadikan senang. Perkenan Tuhan bagi manusia, minimal ada tiga hal.  Pertama, perkenanan Tuhan menghilangkan ketakutan, memberi kesukaan besar. (Luk 2 : 10). “Sering kali kita diperhadapkan dengan rasa takut, itu manusiawi. Tetapi kita tidak boleh terus dihantui oleh rasa takut yang berlebihan, sebab ada Firman Tuhan yang memberikan kekuatan (Mazmur 56 : 4).

BACA JUGA  Catat! Pesan Paskah PGI Untuk Gereja dan Umat Kristen Indonesia

Pdt. Kiki Tjahjadi, M. Th, mengatakan tidak perlu takut untuk masuk dan berada di tahun 2024, baik itu masalah ekonomi atau hal lainnya. Sebab perkenan Tuhan atas hidup umatNya menghilangkan ketakutan, dan membawa kesukaan besar. 

Kedua, perkenan Tuhan memberi keselamatan. (Luk 2 : 11). “Kita bersyukur perkenan Tuhan memberikan keselamatan. Hari ini kita merayakan Natal karena kita percaya sebagai orang – orang yang sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus.”. 

Ketiga, perkenan Tuhan memberikan damai sejahtera. (Luk 2 : 14). “Kita bersyukur karena perkenan Tuhan kita dapat menikmati damai sejahtera yang sesungguhnya. Banyak orang kaya tetapi tidak memiliki damai sejahtera yang sesungguhnya,”

Ketua BPD GBI DKI Jakarta ini menegaskan, semua yang hadir akan pulang dari tempat ini dengan membawa damai sejahtera dari Tuhan. “Kalau kita bawa pulang damai dari dunia sifatnya semu, hanya sementara, tetapi damai sejahtera dari Tuhan kekal selam – lamanya,”katanya dan menuturkan berbahagialah yang mendengarkan firman Tuhan serta melakukannya. Amin. 

Firman Tuhan diakhiri dengan menaikan pujian “Oh Yesusku Engkaulah Raja damai. Kaulah Allah yang ku sembah, kemuliaan bagi mu di tempat maha tinggi, kemuliaan bagi Mu di tempat maha tinggi,”.

Ibadah dilanjutkan dengan perayaan, dimulai dengan pemasangan lilin Natal dari berbagai perwakilan, lalu sambutan dari Pembimas Kristen DKI Jakarta, Mangarerak Baringbing S.Th, memulai sambutannya dengan memberikan pujian kepada tim penari yang tampil selama ibadah berlangsung. 

Perayaan Natal itu bukan berbicara tentang banyak hal. Perayaan Natal itu berbicara tentang hal yang sederhana yaitu berbicara tentang kebaikan Allah. Allah yang berkenan mengutus AnakNya ke tengah – tengah dunia ini untuk memberikan keselamatan bagi dunia dalam keberdosaan.

Lanjutnya, Natal juga adalah peristiwa tentang perjumpaan iman, dan perjumpaan sejarah. Ketika Allah berkenan mengutus AnakNya, dalam diri Yesus kristus yang lahir dalam kendang domba untuk menjumpai manusia dalam keberdosaannya.  “Itulah perjumpaan sejarah, dimana Allah boleh berkenan hadir dalam setiap kehidupan kita,”tuturnya.

Mangarerak Baringbing S.Th, selaku Pembimas Kristen Pada Kanwil Kementrian Agama Provinsi DKI Jakarta, mengajak semua untuk terus melakukan kebaikan Allah dalam kehidupan bermasyarakat. “Sekali lagi perayaan Natal adalah kebaikan yang harus terpancar dari setiap diri umat Tuhan. Kebaikan yang kita lakukan itu akan memberikan efek/dampak positif yang luar biasa bagi setiap umat di kolong langit ini,”. 

Pada kesempatan itu, Mangarerak Baringbing S.Th, mengungkapkan program yang dilakukannya di antaranya pemuda lintas agama di DKI. Dua utusan dari 5 perwakilan Kristen di DKI Jakarta adalah satunya perwakilan Pemuda dari GBI. 

Mangarerak Baringbing S.Th, mengakui alasannya meminta dan mengutus perwakilan Pemuda dari GBI, bernama Pdp. Hans M. Tjahjadi, karena GBI yang paling konsern untuk hadir dalam kebersamaan umat, dalam setiap pertemuan mitra pelayanan di DKI Jakarta.

Pada kesempatan itu juga Mangarerak Baringbing S.Th, menjelaskan program lainnya, di antaranya program moderasi beragama yang mengedepankan tentang sikap hidup saling menghargai di tengah perbedaan.  

Umat Tuhan yang hadir, dihibur dengan penampilan vocal group dari GBI Eben Haezer, persembahan tarian atau dance dari Anak – anak Sekolah Minggu GBI Serafim, Jakarta Barat, juga penampilan Bobby Febian, dengan lagunya, “Jangan sampai kamu rajin pelayanan, keluarga amburadul, jangan sampai kamu rajin pelayanan karena amplop…”.

Perayaan dan ibadah Natal BPD GBI DKI Jakarta Tahun 2023, ditutup dengan doa syafaat oleh Pdt. Sapto Edi, gembala GBI Penvile, Jakarta Selatan, dan doa berkat oleh hamba Tuhan senior di GBI, Pdt. Yory Tasik.

Diakhir ibadah dan perayaan, di sela – sela umat mendapatkan perjamuan kasih, Ketua BPD GBI DKI Jakarta, Pdt. Kiki Tjahjadi, M. Th, yang sibuk masih menyempatkan diri memberi waktu kepada media ini, dan menyatakan, sebenarnya dalam Natal tahun 2023, diharapkan Natal ini betul – betul membawa kemuliaan bagi nama Tuhan, terlebih untuk mendatangkan kedamaian.

Karena Natal kali ini, terang Pdt. Kiki Tjahjadi, M. Th, diperhadapkan dengan awal tahun 2024, ada Pilpres.  “Kita rindukan betul damai dialami oleh seluruh warga Indonesia. Itu relefansinya perayaan Natal kali ini. Kami juga berharap tahun depan GBI menjadi lebih baik, dalam rangka memberikan kontribusi bukan hanya buat Gereja dan warga jemaat tetapi juga berdampak lebih buat lingkungan, terlebih buat bangsa dan negara,”tutupnya. 

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini