Pdt. Ferdinand Rompas saat memberitakan Firman Tuhan di Paskah GPdI MD Banten (Pdt. Samuel Ch Tumbel)

TANGERANG – Perayaan Paskah Majelis Daerah (MD) Banten, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) yang diselenggarakan Selasa (02 April 2024) menghadirkan pembicara Ketua Majelis Daerah Jawa Barat, Gereja Pantekosta di Indonesia, Pdt. Ferdinand Rompas yang juga Anggota Majelis Pertimbangan Rohani (MPR) GPdI.

Pada penyampaian firman Tuhan, Pdt. Ferdiand Rompas menjelaskan terlebih dahulu bahwa sebelum menghadiri acara Paskah GPdI MD Baten, (Pdt. Samuel Ch Tumbel), ada satu rekannya bertanya, “Tidak salah nih, khotbah di Banten?” mendengar pertanyaan itu, Pdt. Ferdinand Rompas menjawab. “Loh, (maaf) siapapun yang undang khotbah, termasuk…saya pasti datang,”

Pdt. Ferdinand Rompas dan Pdt. Samuel Ch Tumbel di dampingi jajaran – jajaran MD

Rekannya itu kembali berkata, “Kan GPdI MD Banten sudah dibekukan.” Pdt. Ferdinand Rompas  bertanya balik “Anda tahu tidak arti dibekukan? Saya punya ikan Cakalang, saya masukkan ke dalam freezer. Ikan cakalang itu jadi beku, namanya apa?” rekannya belum memberikan jawaban, ia langsung berkata “Ya, tetap ikan Cakalang, tidak akan berubah jadi pampis,”.

Kontan saja membuat semua yang hadir tertawa dan dapat mengambil kesimpulan, GPdI MD Banten, memang dibekukan, tetapi tetap saja tidak akan berubah, ya tetap GPdI MD Banten.

Pdt. Ferdinand Rompas melanjutkan dengan kesaksian hidupnya sebagai anak dari hamba Tuhan GPdI. “Saya mau menyampaikan firman Tuhan kepada hamba – hamba Tuhan. Tapi saya mau menyaksikan kehidupan anak hamba Tuhan GPdI terlebih dahulu. Kami sejak kecil melihat dan merasakan bahwa ada banyak persoalan yang dihadapi orangtua kami dalam melayani, tetapi orangtua kami tidak pernah datang kepada dunia ini untuk menyelesaikan persoalan. Orangtua kami berlutut dan berdoa serta menyerahkan persoalan ke dalam tangan Tuhan,”

Seperti biasa, Ketua GPdI MD Jawa Barat yang juga Anggota Majelis Pertimbangan Rohani (MPR) GPdI ini dalam menyampaikan firman Tuhan tidak lepas dari jokes – jokesnya. Pada saat itu, ia memperkenalkan namanya yaitu Prof. Pdt. Ferdinand Rompas, Drs., M.Th., SH.

Mayoritas gembala – gembala GPdI Banten, yang hadir ternyata adalah para pemegang SK pengembalaan masih dari GPdI MD Jawa Barat, sebelum dimekarkan adanya GPdI MD Banten, yang sudah mengenalnya langsung kaget dan tertawa.

“Kok saya perkenalkan nama dan title pada ketawa, ada apa? Iya sudah saya jelaskan biar tidak jadi masalah. Prof itu bukan professor tetapi profesi. Sedangkan Drs nya bukan di depan tetapi di belakang nama yang berarti Dari Sukabumi. Untuk M. Th nya bukan Master Teologia melainkan Melayani Tuhan. Lalu SH nya bukan Sarjana Hukum tetapi Seumur Hidup. Bila digabungkan, Profesi pendeta Ferdinand Rompas, Dari Sukabumi Melayani Tuhan Seumur Hidup,”.

Dalam pelayanan Firman Tuhan saat ini, Pdt. Ferdinand Rompas menegaskan tidak akan menyinggung masalah – masalah yang terjadi dan dihadapi oleh GPdI MD Banten. Walaupun nanti kalau ada yang tersinggung tetapi bukan karena ingin menyinggung. Bila ada yang tersinggung itu haknya dan harus dimaklumi.

Setelah itu, Pdt. Ferdinand Rompas, meminta semua yang hadir untuk fokus, dan diajak untuk membaca Kitab Yohanes 4 : 23. “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian,”

Pdt. Ferdinand Rompas meyakini firman Tuhan yang dibacakannya di depan kurang lebih 250 umat yang hadir tersebut akan digenapi, akan muncul penyembah – penyambah yang benar, yang menyembah dalam Roh dan kebenaran.

“Saya harus akui, saat mengikuti puji – pujian dalam ibadah ini saya merasakan Roh Tuhan hadir dalam puji – pujian. Saya inginkan saudara semua pertahankan itu. Roh Allah itu yang membawa kita sampai saat ini seperti sekarang ini. Kalau kita ada sebagaimana kita ada itu bukan karena kekuatan kita melainkan kekuatan Roh Kudus yang ada di dalam kita,”tuturnya.

Untuk itu, Ketua GPdI MD Jawa Barat ini mengajak semua hamba Tuhan, terus menyembah dalam Roh dan kebenaran. “Saya mengajak hamba – hamba Tuhan GPdI di Banten untuk terus lipatkan lutut, kita berdoa. Kalau ada persoalan, bukan kita tidak perlu pengacara tetapi berdoa, andalkan kuasa Roh Kudus, andalkan Tuhan. Apalagi kita ini hamba Tuhan yang taat kepada Tuhan, dan percaya kepada kuasa Tuhan di atas segala – galanya,”

BACA JUGA  Pdt. DR. Johnny Weol Apresiasi Pegelaran Mukerda GPdI Jabar, Dihadiri Bupati – Bupati : “GPdI Jabar Bersatu untuk Maju Bersama”

Dipertegas oleh Pdt. Ferdinand Rompas, dengan menyitir firman Tuhan. Tuhan tidak berkata kasihilah temanmu, kasihilah sahabatmu, tetapi Tuhan berkata lebih dari itu, kasihilah musuhmu. “Memang susah tetapi kalau dilakukan, luar biasa,”katanya.

Pernyataannya itu ia perkuat dengan pengalamannya (kesaksian pribadi). Bahwa ada satu masa ia mengalami difitnah. Saat itu ia sebagai manusia tidak bisa menerima, dan menyatakan berhenti sebagai hamba Tuhan.  “I Yayat U Santi” yang artinya angkatlah dan acungkan pedangmu!. “Saya ini orang minahasa, juga saya masih manusia walau hamba Tuhan, tentu saja saya emosi ketika difitnah waktu itu. Saya bertanya kepada ahli hukum, pembunuhan hukumannya berapa tahun? Jawabnya 15 tahun. Saya asa peda (sejenis parang), dan meminta izin kepada istri untuk melakukan pembunuhan,”.

Pertanyaan Pdt. Ferdinand Rompas kepada istri, dengan maksud ingin mendapatkan restu atau dukungan. Tapi istrinya malah berkata tolol….bodoh…bego…(sambil mendorong jidad Pdt. Ferdinand Rompas). “Sekolah alkitab 2 angkatan itu ngapain?” tanya istrinya. Bersamaan dengan itu, ayah dari Pdt. Ferdinand Rompas, mendoakannya dan menumpangkan tangan. “Tapi tetap saya bertekad untuk melakukan pembunuhan—ini sudah merusak martabat saya. Saat itu Tuhan bekerja, berangsur – ansur Tuhan sadarkan saya,”.

Pada momentum itu, Pdt. Ferdinand Rompas, meminta ampun kepada Tuhan, menyerahkan ke dalam tangan Tuhan (tidak mengandalkan kekuatan sendiri) dan beriman bahwa pembalasan adalah hak Tuhan. “Saya dan keluarga berdoa – berdoa, tidak lama kemudian terdengar satu persatu orang yang memfitnah dipanggil Tuhan. Ada satu belum dipanggil Tuhan, tetapi sudah sakit – sakitan, setiap kali berobat sampai mengeluarkan biaya ratusan juta, dan sampai sekarang masih terus berobat dengan biaya yang tidak sedikit,”

Dari kesaksiannya itu, Pdt. Ferdinand Rompas telah menyampaikan pesan bahwa kalau Tuhan yang melakukan pembalasan maka itu sangat mengerikan.  “Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, saya mengajak kita andalkan Tuhan, minta supaya Tuhan menyertai kita,” pintanya.

Melihat tema dari Paskah dalam ibadah ini, Pdt. Ferdinand Rompas berkata pengorbanan Yesus yang sempurna dan luar biasa itu jangan disia-siakan. “Mari kita melepaskan pengampunan, mari kita lepaskan beban – beban dunia. Kita ini hamba Tuhan, (Bos) kita Tuhan, kalau ada persoalan ayo bilang sama Tuhan, termasuk kalau merasa dizalimi karena ada SK keluar. Jangan panggil pengacara, jangan panggil polisi tetapi panggil Tuhan. Sekali lagi bukan kita tidak perlu pengacara, tetapi mari kita andalkan Tuhan. Firman Tuhan berkata jangan balas kejahatan dengan kejahatan, sebab Tuhan mampu untuk membalikkan hati yang bengis sekalipun,”.

“Kalau kita dimarahi, kalau kita disikut, kalau kita dizalimi, kalau kita didiskreditkan oleh orang lain, maka kita laporkan kepada Tuhan. Saya mau ingatkan, kita sebagai hamba Tuhan yang selalu menyampaikan firman Tuhan kepada jemaat agar menghadapi persoalan datang dan mengadu kepada Tuhan tetapi kita tidak mempraktikkannya, kita akan ditolak oleh Tuhan,”tegasnya.

Pdt. Ferdinand Rompas mengakhiri penyampaian firman Tuhan dengan mengajak semua yang hadir untuk membaca I Petrus 4 : 7. “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa,”

Usai memberitakan firman Tuhan, Ketua GPdI MD Banten, meminta supaya Pdt. Ferdinand Rompas dapat melanjutkan dengan memimpin perjamuan Kudus, dibantu rekan – rekan hamba Tuhan dari GPdI MD Banten.

Sebelum ibadah ditutup ada sambutan  dari Ketua GPdI MD Banten yang juga Anggota Majelis Pertimbangan Rohani (MPR) GPdI, Pdt. Samuel Ch Tumbel. “Terus terang saya bangga dan beterima kasih kepada semua penasehat MD, pengurus MD, pengurus KD dan Pengurus Wilayah serta hamba – hamba Tuhan yang hadir. Terima kasih buat kerja keras panitia, terima kasih juga untuk adik saya (Pdt. Ferdinand Rompas) yang sudah menyampaikan Firman Tuhan,”kata Pdt. Samuel Ch Tumbel.

BACA JUGA  Pdt. Dolfie Salem : Berikan Uang Kontrak dan Renovasi Gereja serta Duka dan Subsidi Pulang Kampung

Pada momentum itu, Pdt. Samuel Ch Tumbel meminta kepada semua jajarannya dari MD, KD dan Majelis Wilayah dan hamba Tuhan GPdI Banten untuk terus menjalankan semua kegiatan yang selama ini dilakukan.

“Semua kegiatan GPdI MD Banten akan berjalan sebagaimana biasa. Saya minta rekan -rekan untuk terus bekerja seperti biasa, juga setoran Perpuluhan tetap kepada Bendahara MD, Pdt. Moddy Rumondor,”pintanya.

Pdt. Samuel Ch Tumbel juga berterima kasih atas penghargaan yang diberikan hamba – hamba Tuhan di GPdI Banten kepadanya. “Saya melihat semua yang hadir ini sangat menghargai saya sebagai Ketua MD yang sempat terdengar dibekukan. Saya pikir ibadah Paskah kita ini tidak dilanjutkan, tetapi rekan – rekan MD GPdI Banten tetap bersemangat untuk melaksanakannya, apakah itu mau disebut Paskah GPdI MD Banten atau Paskah SCTV,  Samuel Charles Tumbel Victory,”.

Pdt. Samuel Ch Tumbel bersyukur kepada Tuhan, lewat perkambangan yang ada di GPdI Banten, akhirnya GPdI MD Banten tetap menggunakan nama pada Paskah Tahun 2024 ini, Paskah GPdI MD Banten. “Puji Tuhan, dari perkembangan yang ada maka kita tetap menggunakan Paskah GPdI MD Banten.  Kita harus kompak terus di dalam pekerjaan Tuhan,”katanya.

Sambutan Sekretaris MD GPdI Banten, Pdt. Voudy Mokoagouw berkata Paskah yang dirayakan oleh GPdI MD Banten ini adalah Paska yang luar biasa karena dapat merayakan di tengah – tengah keadaan yang semua tahu keberadaan GPdI MD Banten.

“Kenapa kita merayakan Paskah? Karena kekristenan tanpa berita kebangkitan Yesus dari antara orang mati maka kehidupan kekristenan adalah mati. Firman Tuhan berkata, kalau Yesus tidak dibangkitan maka sia – sia pemberitaan Firman Tuhan yang disampaikan semua hamba Tuhan, sia – sia iman kita, sia – sia perbuatan kita karena kita akan binasa, sia – sia semuanya karena kita tidak dibangkitkan dari antara orang mati. Tetapi karena Yesus bangkit makanya kita memiliki hari depan yang cerah,”terangnya.

GPdI MD Banten, kata Pdt. Voudy sepakat dengan Ketua GPdI MD Banten, Pdt. Ch Tumbel, mengajak hamba – hamba Tuhan GPdI Banten untuk tidak kendor melayani Tuhan. “GPdI MD Banten akan juga terus melayani hamba – hamba Tuhan GPdI Banten, baik itu membayar BPJS, memberikan biaya kepada yang sakit, memberikan bantuan kontrak tempat. Tapi ada asalnya, asalkan tetap setia bayar perpuluhan kepada Pdt. Modi Rumondor sebagai bendahara GPdI MD Banten,”

Ketua Panitia, Pdt. Hanny Lontaan, M. Th., M. PdK, Paskah GPdI MD Banten, diakhir lebih banyak mengungkapkan terima kasih karena acara begitu sukses. Apalagi hamba – hamba Tuhan yang hadir semua merasakan suasana kekeluargaan.

Apalagi katanya, Paskah GPdI MD Banten dihadiri Ketua GPdI MD Jawa Barat dan juga Anggota MPR GPdI, Ketua GPdI MD Banten, Pdt. Samuel Ch Tumbel yang sebagai anggota MPR GPdI, Pdt. Herry Lumatauw, S. Th yang juga menjabat di Majelis Pusat.

“Puji Tuhan, Paskah GPdI MD Banten sukses. Kita semua yang hadir cinta GPdI. Memang ada terlintas dipikiran saya, SK saya belum pernah diganti masih SK dari MD GPdI Jawa Barat, pimpinan Pdt. John Rompas. “Jadi masih bisa ada kemungkinan – kemungkinan….(sambil tertawa),”

Ibadah Paskah GPdI MD Banten ( Pdt. Ch Tumbel) ditutup dengan doa berkat oleh Ketua GPdI MD Banten. Setelah itu semua yang hadir dilayani oleh GPdI MD Banten dalam perjamuan kasih—makan siang bersama, bercanda bersama, berfoto bersama tetapi untuk kembali semuanya kembali ke rumah masing – masing, juga aktivitas masing – masing.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini