Mission Care MD GPdI Sulteng dan Siloam Care Parigi Berbagi di Majene

0
Persiapan tim Mision Care MD GPdI Sulteng dan Siloam Care Parigi untuk menyalurkan bantuan

Palu – Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) diguncang Gempa berkekuatan Magnitudo 6,2, berpusat di darat 6 km Timur Laut Majene.

Akibat dari gempa ini, banyak bangunan rusak dan mengakibatkan banyak masyarakat mengungsi. Diperkirakan pengungsian hari pertama gempa mencapai 20.000, yang terbagi di Mamuju 15.000, Majene 5.000. 

Tetapi kata Komandan Resort Militer (Danrem) 142/Tatag, Brigjen TNI Firman Dahlan saat konferensi pers, Selasa (19/1/2021), mengatakan masyarakat yang mengungsi mulai kembali ke rumah masing – masing, diperkirakan pengungsi yang ada di pengungsian, masih sekitar 7.255 orang di Mamuju dan 2.650 orang di Majene, kata Ketua Pengendali Pemulihan Gempa Bumi Sulbar, 

Melihat penderitaan masyarakat Majene – Mamuju, banyak lembaga di Indonesia ikut memikul Sebagian beban dengan memberikan bantuan. Diantaranya, Mission Care Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Tengah (Sulawesi Tengah), yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Fanky Rewah bersama Siloam Care Parigi, yang dipimpin oleh Pdt. Farida Limbunan.

Menurut, Pdt. Dr. Franky Rewah, Tim dari Mission Care MD GPdI Sulteng dan Siloam Care Parigi, menyalurkan langsung bantuan kepada korban gempa di Mamuju.

BACA JUGA  Roti dan Anggur Perjamuan Kudus Boleh Diganti, Asal….
Suasana saat Ketua MD GPdI Sulawesi Barat menerima sumbangan dari Mision Care MD GPdI Sulteng dan Siloam Care Parigi (Foto – Foto : Dokumen Pdt. Franky Rewah

“Tim langsung ke titik pengungsi atau masyarakat yang membutuhkan. Tim memberikan bantuan berupa bahan pokok (Beras, gula, minyak dan sayur), makanan cepat saji (mie instant), air mineral, kopi dan obat – obatan (termasuk vitamin), peralatan mengungsi (tenda), pakaian, serta masker,”kata Pdt. Dr. Franky Rewah. 

Tim dari Mission Care MD GPdI Sulteng dan Siloam Care Parigi, pada Selasa (19/01/2021), turun langsung menyalurkan bantuan, dipimpin langsung oleh, Sekretaris MD GPdI Sulteng, Pdt. Markus Sigalingging, S.Th, didampingi Ps. Gland Rewah, M.Th. “Kami sudah menyalurkan sumbangan sejak Selasa, (19/01/2021),”katanya.

Sedangkan, Pdt. Franky Rewah, sebagai ketua dan pembina, Mission Care MD GPdI Sulteng dan Siloam Care Parigi, akan mengunjungi para korban di Mamuju dan Majene, Senin (25/01/2021).

Pdt. Dr. Franky Rewah sangat berterima kasih kepada Tuhan, karena mendapatkan kesempatan untuk berbagi dan ikut menanggung beban para korban gempa walau hanya sedikit.

Sebagai seorang pendeta, Franky Rewah terus berdoa supaya para korban tetap dalam perlindungan Tuhan, dan juga dapat sabar dengan ujian yang ada, serta diberi penghiburan oleh Tuhan.

Ketua MD GPdI Sulawesi Barat, Pdt. Gusti Putu Suarnata, berterima kasih kepada rekan – rekan pimpinan daerah GPdI yang telah memberikan bantuan kepada korban bencana di Mamuju – Majene.

Diungkapkan Pdt. Gusti Putu Suarnata, gempa Mamuju – Majene ini telah merusak beberapa bangunan GPdI, dan membuat banyak warga jemaat GPdI harus mengungsi.

BACA JUGA  Prof Gayus Lumbuun: Gereja Harus Siapkan SDM Untuk Duduk di Ultra Struktur Politik Negara
Ketua MD Sulawesi Barat, Pdt. Gusti Putu pose bersama dengan Ps. Gland Rewah

Untuk itu, Pdt. Gusti Putu, mengatakan warga GPdI dan warga masyarakat pada umumnya di Mamuju – Majene, dalam waktu dekat ini membutuhkan bantuan, diantaranya tenda – tenda untuk pengungsian, obat – obatan, makanan pokok dan pakaian.

Sedangkan untuk jangka panjang, Pdt. Gusti Putu, berkata yang dibutuhkan bagaimana kembali membangun rumah – rumah warga, ada yang retak – retak sampai yang tidak laiak pakai.

“Terima kasih kepada Komisi Pusat GPdI, Pelayanan Wanita Pantekosta dan MD Sulawesi Tengah. Sampai sekarang (10 Januari) kami belum menerima bantuan dari Majelis Pusat. Mungkin lagi koordinasi,”katanya dan menegaskan bantuan yang diberikan akan disalurkan kepada warga jemaat GPdI, dan warga masyarakat pada umumnya.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini