MD GPdI Jabar dan KD Pelrap MD GPdI Jabar serta panitia dan Wilayah tuan rumah tempt acara Membuka secara resmi YOUTH CAMP

KUNINGAN – “Fear Of God” tema yang diusung panitia Youth Camp, Komisi Daerah (KD) Pelayanan Remaja Pantekosta (PELPRAP), Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Jawa Barat, yang digelar di Hotel MONTANA, Kuningan, Jawa Barat.

Panitia Youth Camp Pelrap GPdI Jawa Barat. Tampak Pdt. Ronal Polii, Pdt. Dance Sinaulan dan rekan – rekan.

KD PELPRAP MD GPdI Jawa Barat, “lokomotifnya” Pdt. Ronald Polii, dibantu Wakil Ketua, Pdt. Dance Sinaulan (Wakil Ketua), Pdt. Herro Mamangkey (Sekretaris), Pdt. Jendro Andreas Silap (Bendahara), Pdt. Oktovian Tito Mumbunan (Anggota), Pdt. Febinhard Laoli (Anggota), Pdt. Melky Worotitjan (Anggota), telah mempercayakan Youth Camp KD PELPRAP MD GPdI Jawa Barat, tahun 2024 kepada,

Ketua MD GPdI Jawa Barat dan istri di Tengah – Tengah Anak Remaja GPdI Jawa Barat

Pdt. Oktovian Tito Mumbunan (Ketua), Pdt. Jefry Moonik (Sekretaris), Pdt. Yance Hailatu (Bendahara), Pdt. manasye Pandiangan (Bendahara). Sedangkan sie acara kepada, Rachel Lontoh (Koordinator) dan Diana Longkutoy, Kuncoro, Kesia Tamburian, serta Fera Katharina.

Sie Kesekretariatan dan Multimedia, Kefas Zefanya Agusya, Natanael Mamangkey, Pdt. Djely Rondonuwu. Sie Musik, Natanael (Koordinator) dan Yusak Nuah. Sie Konsumsi, Elen Rondonuwu (Koordinator) dan Stelny Tasik, Meifi Nayoan. Sie Perlengkapan, Pdt. Gidion Koyongian (Koordinator) dan Pdt. Ruslan Teddy, Pdt. Charles Wirawan. Sie Doa, Ferawati Sigalingging (Koordiantor) dan Naomi Sitorus. Sie Kesehatan, Ester Happy dan Titin. Sie Keamanan, Pdt. Samuel Ginting (Koordinator) dan Kevin Watuseke, Dede Wahyudi, Nike Wijayanti, Lia Amelia Tan, Eliana Mira, Filistea Warouw. Sie Dana, Liana Polii (Koordinator) dan Pdt. Agustine Akay, Lisa Riung.

Youth Camp dengan tema “Fear Of God” salah satu menjadi bukti nyata Majelis Daerah GPdI terus bekerja untuk Tuhan. Seperti diterima media ini, diagendakan berlangsung sejak Selasa – Kamis (2 – 4 Juli 2024. Pada Selasa para peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Barat melakukan pendaftaran pukul 09.00 – 13.00 Wib, dilanjutkan pembagian kamar pukul 13.30 – 15.00 Wib.

Peserta yang sudah mendapatkan kamar diminta panitia mempersiapkan diri untuk mengikuti ibadah pembukaan, pukul 15.00 – 16.30 Wib, yang dilayani oleh sie acara dan Tim 5 Majelis Daerah, di antaranya Pdt. Happy Manopo (Bendahara MD), Pdt. Ester (Wakil Bendahara). Tampak hadir juga dari Majelis Daerah GPdI Jawa Barat, Pdt. Leli Lontoh, Pdt. Toviet Katiandago, Pdt. Rofel Mumu, Pdt. N.B. Suratinoyo dań Ketua Wilayah, Pdt. Boy Waany bersami jajarannya.

Ibadah pembukaan berjalan seperti ibadah pada umumnya, dimulai dengan doa ibadah pembukaan, kemudian tampil Worship Leader (WL) menaikkan pujian – pujian yang membangkitkan semangat para peserta dan hamba Tuhan (pendeta) yang hadir mendampingi serta panita, pengurus wilayah, juga Majelis Daerah.

Pdt. Rofel Mumu mendampingi Pdt. Ferdinand Rompas, saat penyampaian firman Tuhan.

Anak – anak remaja yang hadir larut dalam pujian – pujian yang dinaikkan kepada Tuhan. Bahkan tidak segan – segan anak – anak remaja maju ke depan secara bersama dan menaikkan pujian dengan “berjoget” sekaligus mengepresikan kebahagiaan memiliki Tuhan Yesus Kristus, yang rela mengorbankan nyawa untuk penyelematan.

Waktu telah membatasi para remaja untuk terus mengepresikan kebahagiaan dan kegembiraan memiliki Tuhan Yesus. Tiba saatnya WL meminta para remaja kembali ke tempat duduk masing – masing, dan menaikkan pujian penyembahan untuk doa Firman Tuhan, yang “dinaikkan” oleh Pdt. Rofel Mumu.

BACA JUGA  Pdt. Jantje Rumbayan bersama Pengurus MD Melantik Panitia Musda GPdI Jawa Barat

Firman Tuhan disampaikan oleh Ketua Majelis Daerah GPdI, Jawa Barat, Pdt. Ferdinand Rompas dengan membaca ayat yang terdapat dalam Amsal 1 : 7 dan Mazmur 111 : 10, yang diberikan point pertama, taat kepada Tuhan (cari dahulu kerajaan Allah).

Pdt. Ferdinand Rompas berkata, hikmat adalah satu kualitas kecerdasan yang diberikan Tuhan kepada manusia. Hikmat yang diberikan Tuhan itu memiliki nilai yang lebih dari kemampuan intelektual manusia. “Kita belajar apapun, itu baik tetapi hikmat itu lebih tinggi nilainya, kecerdasannya,”ungkapnya.

Hikmat tambah Pdt. Ferdinand Rompas, mengatur jalan hidup manusia sehari – hari secara praktis dan terampil serta membawa manusia kepada keberhasilan untuk memuliakan Allah. “Bukan karena saudara dan saya pintar, tetapi hikmat itu adalah pemberian Tuhan. Dasar dari hikmati itu adalah takut akan Tuhan, artinya sebagai anak Tuhan yang setia mengikuti jalan dan maunya Tuhan,” katanya dan “mendorong” anak – anak remaja yang hadir untuk memiliki hikmat agar memiliki akal budi yang baik.

Pdt. Ferdinand Rompas menyampaikan firman Tuhan dengan mudah dipahami oleh anak – anak remaja yang menjadi peserta, caranya menggunakan perumpamaan – perumpamaan dan dialog dua arah. “Siapa yang main bas tadi? Hebat ya bisa main bas?”tanya Pdt. Ferdinand Rompas. Pemain bas yang dicari menjawab “Saya. Maaf saya masih belajar Om Koko (Panggilan anak Remaja kepada Pdt. Ferdinand Rompas),”. Mendengar jawaban itu, Pdt. Ferdinand Rompas, memberikan pujian. “Kita sebagai anak Tuhan, walaupun memiliki kemampuan, jangan menyobongkan diri atau berkata ‘aku luar biasa’, jangan. Sebaliknya bersyukurlah kepada Tuhan. Katakan Tuhan terima kasih bisa main bas, pakai saya untuk menjadi alatMu,”

Lewat cara itu, pantauan media ini, anak remaja yang hadir begitu antusias mengikuti penjelasan Firman Tuhan. “Kita bisa memiliki kemampuan bermain gitar, bas dan lain sebagainya itu bukan kita hebat tetapi karena kita takut akan Tuhan,” terang Pdt. Ferdinand Rompas, sembari memberikan hadiah kepada anak – anak remaja yang dapat menjawab pertanyaan – pertanyaanya, sebagai bentuk—apa yang disampaikannya dengan mudah dapat dipahami oleh anak – anak remaja.

Pada kesempatan itu, Suami dari Pdt. Fanny mengajak peserta yang hadir membaca Efesus 5 : 17,  yang isinya meminta peserta YOUTH CAMP untuk tidak bodoh, harus menjadi pintar supaya dapat hidup ditengah – tengah angkatan yang bengkok tetapi tetap hidup lurus bersama dengan Tuhan, menjadi bercahaya. (Filipi 2 : 15).

“Sekarang adik – adik fokus belajar, fokus sekolah yang tinggi. Tapi kembali lagi, jangan sampai kemampuan yang kita dapatkan melalui sekolah dan belajar membuat kita sombong. Sebaliknya, lewat Pendidikan (sekolah) yang tinggi itu makin membuat kita takut akan Tuhan,” kata ayah dari Pdt. Valda Rompas, dengan menegaskan dari pembacaan kitab Matius 6 : 33 dan Roma 12 : 11.

BACA JUGA  Pdt. DR. Japarlin Marbun Siap Mewujudkan GBI GREAT pada Kepemimpinan Periode Kedua

Kedua, taat kepada orangtua (Kolose 3:20). Mau taat kepada orangtua maka diperlukan kita dipenuhi oleh Roh Kudus. Minta dipenuhi oleh Roh Kudus. “Siapa di sini setiap bangun pagi mengucapkan selamat pagi pada orangtua?” langsung dijawab oleh peserta dengan mengangkat tangan. “Saya minta bagi yang belum, pulang dari Yoth Camp ini, tunjukkan hal yang baru dan positif dimulai dari setiap bangun pagi ucapkan selamat pagi pada orang tua, mau?” tanya Pdt. Ferdinand Rompas dan dijawab “mau” oleh peserta.

Diakhir penyampaian firman Tuhan, pdt. Ferdinand Rompas mengajak istrinya dan rekan – rekan Majelis Daerah, KD serta Majelis Wilayah, untuk menyanyikan lagu “Jangan Lelah bekerja di ladangnya Tuhan….”

Firman Tuhan diakhiri dan ditutup dengan doa yang “dinaikkan” oleh Pdt. Happy Manopo. Ibadah pembukaan dilanjutkan dengan sambutan, dimulai dari, Ketua Majelis Daerah, yang menaruh harap pada acara Youth Camp 2024 ini, seluruh peserta dapat mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan, sehingga memahami makna yang sesungguhnya tentang “Takut akan Tuhan (Fear of God)”.

“Dalam era digital ini, takut akan Tuhan merupakan benteng yang kuat agar kita tidak menjadi korban kemajuan teknologi. Tetapi manfaatkan kemajuan teknologi (digital) untuk menggapai sukses dan memuliakan Tuhan,”

Pdt.Ronald Polii, sebagai Ketua KD PELRAP dalam sambutannya, berterima kasih kepada Ketua MD dan jajarannya yang telah hadir, juga mendukung sehingga terlaksana acara YOUTH CAMP 2024. “Selamat datang kepada semua peserta,” katanya dan membacakan firman Tuhan yang terdapat dalam Amsal 1 : 7. “Kami berdoa dan berharap lewat YOUTH CAMP 2024 ini, semua dapat mengalami perjumpaan dan mengenal Tuhan leboh lagi. Dan belajar ap aitu takut akan Tuhan serta mengaplikasikannya dalam kehidupan adik – adik remaja. Amien,”katanya.

Ketua Panitia, Pdt. Oktovian Tito Mumbunan, dalam sambutannya juga berharap melalui YOUTH CAMP 2024 ini, para peserta yang hadir dapat memahami lebih dalam ap aitu FEAR OF GOD, sehingga dalam menjalani hidup kekristenan dapat menikmati Tuhan.

Usai sambutan – sambutan, Pdt. Ferdinand Rompas di damping Tim 5 yang mewakili MD GPdI Jawa Barat dan pengurus MD yang hadir, beserta struktur kepemimpinan KD PELRAP, juga struktur kepemimpinan Wilayah yang hadir, membuka secara resmi YOUTH CAMP 2024, dengan menekan tombol.

Pdt. Ferdinand Rompas menekan tombol “bunyi” yang sudah disediakan panitia, maka resmilah YOUTH CAMP Pelrap 2024 GPdI Jawa Barat, berlangsung dari Selasa – Kamis (2 – 4 Juli 2024) di Hotel MONTANA, Kuningan, Jawa Barat.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini