Ini Wujud Kepedulian Gereja di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

0
Wisma GPIB di Gambir, Jakarta Pusat
Wisma GPIB di Gambir, Jakarta Pusat. (Foto-foto: istimewa)

Jakarta – Kasus Covid-19 di Indonesia dalam beberapa minggu terakhir melonjak drastis dan membuat banyak rumah sakit tidak mampu lagi menampung pasien. Tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 juga menjadi langka, sehingga membuat banyak orang yang terkonfirmasi positif harus melakukan isolasi mandiri di rumah.

Kondisi ini membuat gereja ikut tergerak sebagai wujud memenuhi tugas gereja yaitu di bidang diakonia. Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) salah satunya. Lantai 2 Wisma GPIB yang berada di Gambir, Jakarta Pusat dibuka menjadi shelter isolasi bagi warga GPIB dan warga sekitar kantor Majelis Sinode (MS) GPIB.

“Wisma GPIB dijadikan shelter bagi mereka yang terpapar covid adalah keputusan yang diambil oleh Majelis Sinode GPIB dan imbauan PGI. Karena keprihatinan dengan kondisi pendemi covid dan mendengar keluhan baik dari warga jemaat maupun masyarakat yang kesulitan mendapat tempat untuk isolasi karena terpapar covid 19,” kata Ketua I MS GPIB, Pdt. Marthen Leiwakabessy.

Menurut Pdt. Marthen, dalam pelaksanaannya GPIB sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid GPIB yang di dalamnya ada dokter, perawat.

BACA JUGA  New Normal, JMD Banten Barat Kembali Gelar Persekutuan Doa

“Mereka yang akan mempersiapkan baik makanan, obat-obatan dan juga kebutuhan lainya. Termasuk pemeriksaan secara rutin bagi mereka yang belum memiliki dokter. Kami juga memiliki tim medis yang ada di dalam Satgas Covid GPIB dan dikomandoi oleh dr Greselda. P. Aer Sp.Kp. Selain itu akan diberi pelatihan singkat bagi relawan dan keluarga ketika menjaga yang sedang dirawat,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihak Sinode GPIB juga meminta gereja GPIB lain (gereja lokal) yang memiliki ruang yang tidak dipakai agar bisa digunakan untuk ruang isolasi bagi jemaat/warga sekitar gereja.

Wisma GPIB lantai 2 memiliki 20 kamar, di mana satu kamar terdiri dari 2 tempat tidur, 2 lemari, meja dan kursi serta AC. Ruangan tersebut juga dilengkapi dengan kamar mandi yang dilengkapi dengan air panas.

Di sisi lain, Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jemaat Kampung Tengah, Jakarta Timur juga menyediakan rumah pastori (rumah yang ditempati pendeta jemaat setempat) sebagai tempat isolasi mandiri bagi warga jemaat maupun masyarakat sekitar gereja.

BACA JUGA  Ibadah Peringatan Satu Tahun Pulangnya Pdt. J.E. Awondatu ke Rumah Bapa di Surga

Menurut Ketua 1 Bidang Pelayanan GKP Jemaat Kampung Tengah Pnt Yuli Harti Utami Baiin, rumah pastori sengaja diubah menjadi tempat isolasi mandiri karena melihat banyak warga sekitar yang terkena Covid-19, tapi tidak semua rumah layak untuk isolasi mandiri.

Menurutnya, hal tersebut merupakan keputusan bersama baik pendeta maupun majelis GKP Jemaat Kampung Tengah. Selain itu sebagai wujud mendukung pemerintah dalam menangani Covid-19. Dalam pelaksanaannya, pihak gereja berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 RT setempat.

Rumah pastori GKP Jemaat Kampung Tengah memiliki dua kamar tidur, kamar mandi dan dapur dengan kondisi yang sangat baik dan layak digunakan.

Selain itu, GKP Teluk Jambe, Karawang juga dikabarkan menjadikan gedung serba guna yang dimilikinya menjadi tempat isolasi mandiri bagi warga jemaat maupun masyarakat sekitar. (dbs)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
1
+1
+1
+1
+1
+1
1
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini