Ignatius Kardinal Suharyo (KWI) Ajak Umat Bantu Korban Bencana di NTT

0
Ignatius Kardinal Suharyo saat ajak umat untuk bantu korban (dampak) bencana di NTT. (Foto : Tangkapan Layar Video Caritas Indonesia)

Jakarta – Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4 April 2021), telah terjadi bencana hidrometerologi yang diikuti dengan banjir bandang dan tanah longsor, yang menimbulkan banyak korban, termasuk  korban jiwa.

Seperti yang ditulis hidupkatolik, yang dikeluarkan CARITAS Indonesia (KARINA) di (http://karina.or.id), wilayah terdampak diantaranya, Kabupaten Flores Timur (Keuskupan Larantuka) seperti Adonara yang mencakup Kecamatan Ile Boleng, Adonara Timur, Wotan ulumado. 

Data sementara untuk Adonara, ada 41 orang meninggal dunia, 9 orang luka-luka, 27 orang dinyatakan hilang. Juga tercatat 49 Kepala Keluarga (KK) terdampak yang mengungsi di Balai Desa Nelelamadike.

Untuk wilayah Kabupaten Malaka di Pulau Timur (Keuskupan Atambua), mencakup Kecamatan Malaka Tengah, Malaka Barat, Weliman, Wewiku, dan Kobalima. Informasi yang diperoleh, di kabupaten ini ada ratusan rumah terendam banjir. Akibat ketinggian air yang mencapai 1,5 meter. Sampai – sampai Jembatan penghubung ke ibu kota Kabupaten Malaka terputus.

Kota Kupang juga tidak lepas dari dampak bencana. Seperti, Kecamatan Oebodo, Maulafa, Alak, Kota Raja, Kelapa Lima, dan Kota Lama. Kota Kupang dilaporkan warga terdampak berjumlah kurang lebih 743 KK atau 2.190 jiwa. Juga ada kurang lebih 743 unit rumah terdampak, 10 unit rumah Sakit, 15 titik akses jalan tertutup pohon tumbang.

BACA JUGA  Polisi Girimulyo Berikan Pengamanan Misa Rabu Abu Gereja Katolik St. Maria Fatima

Melihat luasnya daerah bencana, Kardinal Ignatius Suharyo, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengatakan kepriatinanya dan mengajak umat Katolik berbela rasa serta ikut menanggung beban—membantu.

“Oleh karena itu KWI ingin mengajak untuk berbela rasa dengan saudara kita yang sedang menderita di NTB dan NTT melalui lembaga di bawah KWI seperti KARINA, PSE KWI dan tentunya di Keuskupan – keuskupan, Komisi Sosial, LDD KAJ dan nanti tentunya melibatkan Badan Amal Kasih Katolik (Bakkat) yang sekarang ini dilayani oleh KAJ,” ajak Ignatius Kardinal Suharyo dalam video yang disiarkan di kanal Youtube Caritas Indonesia, Rabu (7/4/2021).

Ignatius Kardinal Suharyo, menyemangati umat dengan menegaskan, perhatian yang diberikan merupakan wujud dari iman dan berkat bagi masyarakat terdampak di NTT. 

BACA JUGA  Pentingnya Sinergi antara Gereja dan Media

Ignatius Kardinal Suharyo, mempertegas lagi, perhatian yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana, juga sejalan dengan semboyan tahun refleksi KAJ dalam langkah dan tidakan yang konkrit, yaitu semakin mengasihi, semakin terlibat dan semakin menjadi berkat.

Sejalan dengan Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua Badan Pengurus Caritas Indonesia (KARINA) Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ ajuga mengajak umat Katolik untuk peduli terhadap korban bencana di NTT. “Gereja Katolik Indonesia tidak tinggal diam, kami mengajak Anda sekalian untuk berbela rasa terhadap saudara-saudara kita ini,”katanya.

Mgr. Aloysius Sudarso, menggunakan kesempatan itu juga untuk menjelaskan CARITAS Indonesia merupakan sebuah lembaga yang menjalankan fungsi sebagai pusat koordinasi, fasilitasi dan animasi bagi Caritas – PSE Keuskupan. KARINA menjalankan satu komando koordinasi nasional bagi wilayah terdampak yang juga menaungi 4 wilayah Keuskupan di Regio Nusa Tenggara. 

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
+1
+1
1
+1
+1
+1
1
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini