TANGERANG – Pribahasa Anjing Menggongong Khafilah Berlalu. Itu mungkin kata yang dapat digunakan melihat perdebatan – perdebatan yang terjadi mengenai Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Majelis Daerah (MD) Banten.

Sebab di tengah perbincangan sampai perdebatan “keras” tentang keberadaan GPdI MD Banten, ternyata itu tidak mempengaruhi dan menghalangi GPdI MD Banten, pimpinan Pdt. Samuel CH Tumbel untuk melayani hamba – hamba Tuhan dan jemaat di GPdI Banten.
Hal itu terungkap dalam sambutan – sambutan pengurus GPdI MD Banten (Pdt. Samuel Ch Tumbel) saat merayakan Paskah GPdI Majelis Daerah Banten, pada Senin (02 April 2023) dengan tema “Excellent Sacrifice (Efesus 5 : 2), yang menghadirkan pembicara Ketua GPdI MD Jawa Barat yang juga anggota Majelis Pertimbangan Rohani (MPR) GPdI, Pdt. Ferdinand Rompas.

Pdt. Samuel Ch Tumbel di depan 130 gembala GPdI di Banten (belum tercatat dengan istri yang hadir) berkata persoalan yang dihadapai GPdI MD Banten, tidak perlu ditanggapi berlebihan—apalagi melawan pimpinan.

Kata Pdt. Samuel Ch Tumbel, tetapi di tengah persoalan yang ada, teruslah bekerja seperti biasa dan terus berdoa serahkan kepada Tuhan. Percayalah Tuhan akan bekerja dengan caraNya untuk GPdI MD Banten dalam menyelesaikan persoalan yang ada.
Memperkuat statemennya, Pdt. Samuel Ch Tumbel membacakan Firman Tuhan yang terdapat dalam Lukas 6 : 37 – 38 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni….”

BACA JUGA  Sekretaris (Plt) GPdI MD Banten, Pdt. Prof. DR. Karel Silitonga Menjawab Semua Perbincangan di WAG Lingkungan GPdI

Bertolak dari firman Allah yang dibaca itu, Pdt. Samuel Ch Tumbel menegaskan, lewat merayakan Paskah, itu artinya memperingati Tuhan mengampuni salah dan dosa umat manusia. “Biarlah kita juga belajar mengampuni, tolong jaga emosi, biarlah hati panas tetapi kepala tetap dingin. Mari kita ampuni mereka karena apa yang mereka perbuat mereka tidak tahu—walaupun sebenarnya mereka mengtahui,”tegasnya.

Pdt. Samuel Ch Tumbel pada kesempatan itu meminta supaya hamba – hamba Tuhan GPdI Banten, tetap akan menerima pelayanan dari GPdI MD Banten, berupa pembayaran BPJS, membantu orang sakit dan membantu pembayaran kontrak tempat. “Mari kita kompak, sebab GPdI MD Banten akan terus bekerja seperti biasa, melayani gembala – gembala GPdI di Banten,”

Sekretaris GPdI MD Banten, Pdt. Voudy Mokoagouw meminta persoalan yang dihadapi oleh GPdI MD Banten, untuk terus didoakan. Dan bila ada keinginan menggelar Musda di Banten, segera lakukan. “ Jujur kami GPdI MD Banten mau katakan kalau memang mau Musda, ayo Musda, mau besok kami siap. Kami GPdI MD Banten, termasuk Penasehat, KD dan Pengurus Wilayah serta hamba – hamba Tuhan yang ada tetap kompak, dibuktikan dengan kehadiran hari ini,”paparnya.

BACA JUGA  Ikuti Gerakan 24/40 JDN Selama 40 Hari Nonstop Mulai 8 Juli

Bendahara GPdI MD Banten, Pdt. Modi Rumondor menegaskan, bila serius untuk menggelar Musda lanjutan, segera gelar, jangan omon – omon doang. “Nanti lihat kekompakan GPdI MD Banten seperti ini, cari alasan lagi dań akhirnya Musdanya tilak digelar – gelar,”

Pdt. Modi Rumondor berkata akan dilangsungkan Musda lanjutan, hanya sebatas hembusan, tidak ada keberanian. Kalau benar mau menegakkan konsitusi, tidak perlu berlama – lama tinggal gelar saja. “Lebih cepat lebih baik agar persoalan GPdI MD Banten ini tidak sampai berpengaruh dalam pelayanan jemaat dan kepada jemaat,”.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini