Dukungan untuk Pdt. Franky Rewah Memimpin GPdI Terus “Mengalir”, Kali Ini Dari Tim Haleluyah

0
19 Majelis Daerah yang tergabung dalam FPP telah memutuskan dan menunjuk Pdt. Franky Rewah bakal calon yang diusung untuk Ketua Umum GPdI di Mubes tahun 2022

Jakarta – Dukungan kepada Pdt. Franky Rewah untuk memimpin Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) terus “mengalir” sejak kelompok yang berisi 19 Pimpinan Daerah (Majelis Daerah) GPdI, yang tergabung dalam Forum Pencerahan Pantekosta (FPP) memutuskan dan menunjuk, Pdt. Franky Rewah, untuk diusung di Mubes tahan 2022.

Dukungan yang “mengalir” kali ini datang dari Ketua pendukung Calon Ketua Umum GPdI, yang berinisial NM dan YIAL, yang tergabung dalam Tim Haleluyah.

Pdt. DR. Franky Rewah dan istrinya

Pdt. Vinky da Costa, sebagai Ketua Tim Haleluyah, memberikan pernyataan publik yang isinya, “Mencermati berbagai issue dan postingan melalui media sosial, maka kami Tim Haleluyah memandang perlu untuk memberi pernyataan publik sebagai respon Tim Haleluyah dalam komunitas sosial dan dalam komunitas virtual,”demikian pembuka dari pernyataan publik yang dikirimnya kepada media ini.

Pernyataan publik mengungkap beberapa hal penting. Pertama, Tim Haleluyah bertekat untuk berperan serius dan strategis, membangun perspektif yang positif dan optimis. Kedua, Tim Haleluyah concern dengan berbagai kebutuhan dan issue management serta issue leadership dalam pelayanan hingga ke lintas jemaat lokal. Ketiga, Tim Haleluyah ingin berperan secara sehat dan etis, serta berharap GPdI akan lebih baik. Keempat, Tim Haleluyah memiliki sistem dan struktur yang terukur, dan yang kemudian menjadi acuan dalam karya professional serta kebutuhan relasinya.

Tim Haleluyah, yang mengaku konstruktif dan positif, tulus dalam cita cita, objektif dalam pilihan dan keputusan, murni untuk pelayanan ini berorientasi kepada kehendak Tuhan dan kebutuhan pelayanan.

Untuk itu dijabarkan dalam Muda, Fresh dan Cerdas. Pertama, representatif dari hampir semua potensi, kapasitas dan daerah pelayanan. Kedua, menjaga netralitas dan militansi sebagai warga GPdI yang solid, ber-integritas dan tetap satu.

BACA JUGA  GPdI El-Shaddai Ternate “Terpaksa” Menjadi GBI Filadelfia

Sedangkan visi untuk membantu GPdI menjadi yang lebih baik, bersih, berhikmat dan memiliki karya. Untuk misi, Tim Haleluyah, pertama, menumbuhkan dan mengendepankan prinisip dan nilai – nilai rohani dalam mengkonstruksi tujuan pelayanan. Kedua, melakukan tata kelola administrasi dan management organisasi yang profesional sebagai bagian dari tanggung jawab ber-gereja.

Tim Haleluyah, melalui meeting (jumat tanggal 30 April) sepakat membuat keputusan strategis. Dan telah menghasilkan point point penting yang harus disosialisasikan dan difollow up.

“Melalui pendekatan leadership, terbuka dan rendah hati dari Pdt. Franky Rewah sebagai salah satu bakal calon Ketua Umum Majelis Pusat GPdI, yang diusung oleh 19  MD melalui forum FPP kepada Tim Haleluyah, dan setelah terbangun komunikasi yang hangat, saling menghargai dan melebur dalam tujuan yang sama untuk kebaikan GPdI,”.

“Bahwa kami memiliki kesamaan dalam Visi, kesamaan cara pandang terhadap pemenuhan kebutuhan dan solusi terhadap persoalan persoalan mendasar dalam pelayanan dan Gereja. Sehingga akhirnya, Tim Haleluyah menerima pinangan (ajakan) Pdt. Franky Rewah untuk bersama – sama berperan dalam tujuan mulia,”.

“Pdt. Franky Rewah telah memberikan jaminan untuk mengakomodasi Visi dan Misi tim Haleluyah dalam Visi pribadinya dan terbuka terhadap masukan dari Tim Haleluyah. Mengajak Tim Haleluyah untuk menjadi bagian yang permanent dalam tim pemenangan nanti,”

Dengan begitu, Tim Haleluyah, pertama, telah mempercayakan visi dan misi Tim Haleluyah kepada Pdt. Franky Rewah untuk memimpin GPdI ke depan. Kedua, Tim Haleluyah secara mantap siap mengusung Pdt. Franky Rewah, sebagai bakal calon Ketua Umum Majelis Pusat GPdI, periode 2022 – 2027, di Musyawarah Besar GPdI yang akan dilaksanakan di tahun 2022.

BACA JUGA  Pdt. Liem Sutikto, “Gembala Jemaat Melayani dengan Tujuan Tuhan, Bukan Tujuan Kita”

Dukungan diberikan kata, Pdt. Vinky da Costa, karena Pdt. Franky Rewah, memiliki kelayakan untuk memimpin GPdI ke depan. Selain itu karena memang Pdt. Franky Rewah seorang Hamba Tuhan yang rendah hati dan yang menjadi contoh serta teladan dimulai dari kehidupan keluarga inti, juga jemaat.

Lebih jauh, Pdt. Vinky da Costa, menegaskan sosok Pdt. Franky Rewah sudah dikenal dikalangan GPdI dengan track recordnya selama ini. Untuk itu, bagi para pendukungnya untuk tampilkan apa adanya Pdt. Franky Rewah, bukan ada apanya.

Optmisme Pdt. Vinky da Costa, sampai – sampai berkata bila diadakan pemilihan Ketua Umum Majelis Pusat GPdI sekarang ini, dipastikannya, Pdt. Franky Rewah akan unggul 60 persen di banding calon yang lain.

Walau begitu, cucu dari pionir GPdI ini, bila disuruh memilih system yang digunakan untuk pemilihan Ketua Umum GPdI, Pdt. Vinky da Costa, lebih setuju kalau sistemnya cabut undi. “Ini Pendapat pribadi saya lebih tepat jika dengan cara undi daripada seperti system yang digunakan sekarang.Alasannya, dengan system undi maka akan menutup lahirnya tim sukses, money politik, dan friksi diantara sesama Hamba Tuhan GPdI,”tegasnya.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
3
+1
+1
+1
5
+1
1
+1
1
+1
1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini