Buat Para Milenial, Pahami Hal Ini Agar Memiliki Pernikahan yang Sehat

0
Pernikahan milenial
Pdt. Hengky So ketika memberikan sambutan

JAKARTA – Menikah semata-mata bukan soal pemberkatan atau pesta yang mewah. Menikah butuh kesiapan mental dari kedua belah pihak dan perencanaan yang benar-benar matang. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kaum milenial.

“Milenial saat ini lebih banyak hanya berpikir ketika menikahnya (hari H), tapi mereka lupa mempersiapkan pernikahan setelah hari H,” kata Bonar Tanudjaja dan Pdp Jessica Abraham dalam “Millenials Family Conference” yang diadakan Departemen Pembinaan Keluarga BPH GBI, Sabtu (21/11/2020).

Pernikahan milenial
Bonar Tanudjaja dan Pdp. Jessica Abraham

Bonar Tanudjaja mengatakan tujuan dari pernikahan adalah bertumbuh bersama di dalam Kristus. Hal ini membutuhkan komitmen yang harus terus dijaga sepanjang hayat. Setidaknya, ada 4 hal yang harus diutamakan dalam pernikahan atau ia singkat dengan sebutan GROW.

G adalah God (Amsal 3:6), R adalah Relationship (Amsal 5:18), O adalah Obidience (Efesus 5:22-23) dan W adalah Wisdom (Amsal 24:3-4). “Menikah adalah saat kita mengenal pasangan kita lebih dalam lagi,” tegas Bonar dan Pdp. Jessica yang merupakan KPA GBI Bethel Bandung, founder media online @dariduajadisatu.

Ps. Albert Egmont, CEO Life Talk Asia Founder Moms Journey Community Official Partner YOUTHNOW UN Habitat Family menjelaskan tantangan pernikahan pasangan milenial adalah mampu bertahan menyelesaikan konflik. Sebab, pernikahan adalah sebuah perjuangan. “Pernikahan bukan soal menerima, tapi memberi. Pernikahan bentuknya adalah pelayanan bukan hanya menikmati,” jelasnya.

Sementara itu Ps. Ferry Felani Gembala GBI Citygate, Trainer Disciple.Id, Trainer Spotter Training & Coachin mengatakan parenting akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pasangan milenial. “Misalnya soal teknologi. Kita tidak bisa melarang, tapi juga tidak bisa membebaskan mereka,” ungkapnya.

BACA JUGA  Pentingnya Manajemen Stres Dibahas WBI dalam Diskusi Virtual

Menjadi tantangan, kata Ps. Ferry karena kesibukan yang dimiliki para pasangan milenial. Dibutuhkan prioritas dalam hal mendidik supaya anak tetap mendapatkan kasih sayang yang penuh. “Gangguan bisa berasal dari medsos, komunitas, streaming film. Hadirlah penuh secara penuh untuk anak kita jangan disambi,” katanya.

Ps. Antonius Sitompul & dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K) Ketua Dep. Pembinaan Keluarga BPH GBI dan Psikiater Anak dan Remaja dalam pemaparannya mengingatkan agar kaum milenial waspada terhadap gangguan kesehatan jiwa. Hal ini disebabkan remaja dan dewasa muda adalah masa pembentukan identitas sehingga mengalami banyak perubahan.

Pernikahan milenial
Ps. Antonius Sitompul dan dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K)

Mengutip dari laman Psychology Today, dr. Anggia berkata gangguan jiwa yang biasanya dialami kaum milenial adalah depresi, kecemasan, gangguan makan, penggunaan zat yang tidak tepat dan perilaku menyakiti diri sendiri. “Terjadi karena situasi ekonomi, biaya pendidikan, pencitraan media sosial, tuntutan akademis, pekerjaan dan hubungan emosional yang tidak baik dengan orang lain,” jelasnya.

dr. Anggia berkata untuk terhindar dari gangguan jiwa kaum milenial perlu memiliki komunitas atau keluarga dan mengenali diri sendiri lebih baik lagi. “Ketahui tanda-tanda dari gangguan jiwa untuk mendeteksi diri supaya tidak terlambat penanganannya. Dibutuhkan kesadaran diri dan nggak usah malu,” katanya.

BACA JUGA  Gereja Yesus Kristus dari Orang – orang Suci Zaman Akhir “Kuasa Penyembuhan Dari Rasa Syukur

Di sisi lain, Pdt. Jarot Wijanarko menekannya diperlukan saling mengetahui dan mengenali kepribadian pasangan. Hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti tes psikologi yang saat ini sudah banyak tersedia secara online. “Kenali diri dengan baik agar bisa mengenal orang lain,” ucapnya.

Sebagai informasi, acara ini diisi oleh berbagai pembicara seperti Pdt. Hengky So, M.Th (Ketua IV BPH GBI dan Gembala GBI Ecclesia), Pdt. Dr. Jarot Wijanarko (Owner Happy Holy Kids Penasihat ASPIRASI Founder IFA DAHSYAT), Ps. Yehuda So, M.Th, MM (Wakil Gembala GBI Ecclesia GLC dan Dep. Pembinaan Keluarga BPH GBI), Ps. Antonius Sitompul & dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K) (Ketua Dep. Pembinaan Keluarga BPH GBI dan Psikiater Anak dan Remaja), Bonar Tanudjaja, M.CI dan Pdp. Jessica Abraham, M.Th (KPA GBI Bethel Bandung, founder media online @dariduajadisatu), Ps. Ferry Felani (Gembala GBI Citygate, Trainer Disciple.Id, Trainer Spotter Training & Coaching, & mentor beberapa komunitas di Jakarta), Ps. Albert Egmont (CEO Life Talk Asia Founder Moms Journey Community Official Partner YOUTHNOW UN Habitat Family, Career & Character Teens Coach), Ps. Yoseph K. Tandian, M.Th (NextGen Pastor GBI Miracle Service Harapan Indah, Lifecoach & Trainer – Puzzle Life Coach & Puzzle of Life).(NW)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini