Dukungan dan Optimimisme di PESPARAWI Nasional XIII

0

Yogyakarta -PESPARAWI (Pesta Paduan Suara Gerejawi) Nasional merupakan suatu acara pengembangan spiritual, bakat, dan kreatifitas bagi umat Kristen dalam hal musik gereja. Sejak pertama kali digelar pada tahun 1983, PESPARAWI telah berhasil mendorong gereja untuk lebih mengembangkan lagu-lagu rohani sehingga tidak lekang dimakan zaman. Di sisi lain, pelaksanaan PESPARAWI pun menjadi berkat tersendiri bagi setiap pihak yang terlibat. 

Tahun 2022 ini Daerah Istimewa Yogyakarta didaulat menjadi tuan rumah PESPARAWI Nasional XIII. Mulai tanggal 19-26 Juni 2022, sebanyak 34 kontingen utusan dari seluruh provinsi di Indonesia akan berlomba menjadi yang terbaik. Tidak heran, banyak peserta yang sudah mempersiapkan penampilannya sejak jauh-jauh hari. Bahkan ada yang sudah menyiapkannya sejak dua tahun lalu.

Guna memeriahkan acara, panitia juga mengadakan pameran di Jogja Expo Center (JEC) yang ditujukan bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya. Pameran dengan tema Harmony in Diversity ini menyediakan sekitar 300 stand. Pembukaan pameran secara resmi dilakukan pada tanggal 19 Juni 2022 dibuka secara langsung oleh Kakanwil Kementerian Agama DIY Dr. KH Masmin Afif. Dalam sambutannya, beliau menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan rangkaian acara PESPARAWI Nasional XII. Terutama bagi para UMKM yang terlibat dalam pameran. Terutama karena saat ini ekonomi masyarakat dalam masa pemulihan setelah sekian lama didera pandemi Covid-19.

“Mari kita tunjukan dan kita wujudkan bahwa kita bisa menjadi tuan rumah yang baik untuk menyambut para kontingen PESPARAWI XIII Tahun 2022 yang berjumlah sekitar 8.000 peserta, dan akan turut dihadiri sekitar 30.000 pendukung dri berbagai provinsi di Indonesia,” ajak Masmin Afif.

BACA JUGA  Hasil Survei PGI: Banyak Jemaat Mengalami Gejala Depresi Ringan di Masa Pandemi

Usai pembukaan pameran, acara dilanjutkan dengan karnaval para peserta di Malioboro. Rute dimulai dari titik nol kilometer sampai kompleks Kepatihan yang menjadi kantor Gubernur DIY. Sejak awal hingga akhir masyarakat di sepanjang jalan yang dilewati nampak antusias menyambut iring-iringan peserta. Meski diadakan di jantung kota yang penuh sesak dengan wisatawan, karnaval berlangsung dengan lancar. Setibanya di Kepatihan, para peserta disambut oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X.

Seluruh perlombaan PESPARAWI Nasional XIII diadakan di empat lokasi. Yaitu Gedung Grha Sabha Pramana di Universitas Gadjah Mada (Musik Pop Gerejawi, Vocal Group, Musik Etnik Nusantara), Gedung Pertunjukan fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (PS Campuran, PS Anak-anak,PS Remaja), Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma (PS Putra, PS Putri, Solo Anak usia 7-9 tahun), serta Concert Hall Seni Institut Seni Indonesia (Solo Anak usia 10-12 tahun, Solo Remaja Putra, Solo Remaja Putri). Para peserta yang tampil akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas Mauly Purba, Agastya Rama Listya, Agus Samori, Ronny Lopies, Harry Anggoman, Wilhelm F O Pantouw, Jasahdin Saragih, Karel M Siahaya, Aris Sudibyo, Branckly Egbert Picanussa, Jonathan Velasco, Aida Swenson Simanjuntak, Linda Sitinjak, Diani Sitompul, Yasashi I Evelyn Pangaribuan, Theodora Sinaga, Delima Simamora, dan Helena Sophy Nanlohy.

James Paulus, pelatih PS Putra dari kontingen Sulawesi Utara, menyambut baik penyelenggaraan PESPARAWI Nasional XIII. Bahwa ada sedikit kendala yang terjadi, itu sama sekali tidak boleh jadi penghalang. Dia optimis tim binaannya mampu tampil maksimal karena sudah melakukan persiapan matang sejak jauh hari. Terlebih selama pandemi para anggota tim tetap melakukan latihan demi menjaga kualitas penampilan.

BACA JUGA  Pembukaan Kongres GMKI, Jokowi Sosialisasikan UU Cipta Kerja

“Sejak awal kami bertekad menyajikan penampilan terbaik. Jadi kami berusaha tetap berlatih. Adanya komitmen yang sama membuat chesmistry antar anggota mudah terbentuk,” kata James ketika ditemui seusai tampil (22/6/2022).

Optimisme yang sama juga diungkapkan Peterus Rediwan Suprianto, pelatih kategori Solo Anak usia 7-9 tahun dari kontingen Jawa Tengah. Dia mengatakan bahwa anak asuhnya yang bernama Dewantari Putitora sudah berlatih sejak jauh hari. Siswi SD Krista Citra, Parakan, Jawa Tengah, ini selalu serius dalam berlatih. Soal hasil akhirnya menang atau kalah, ia sama sekali tidak mempermasalahkan. Asalkan anak didiknya bisa tampil maksimal menunjukkan hasil latihannya selama ini, itu sudah lebih dari cukup. Dukungan penuh pihak keluarga yang secara khusus turut hadir di venue juga menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi Dewantari.

“Secara khusus saya mengapresiasi pelaksaan PESPARAWI Nasional XIII. Saya sangat berharap nantinya akan ada lebih banyak lagu rohani untuk anak-anak. Semoga ini jadi perhatian semua pihak, karena anak-anak adalah masa depan kita,” harapnya.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini