Pimpinan GBI Jl. Gatot Subroto Buka Puasa Bareng Pimpinan FBR

0
Logo GBI. (Foto: IST)

JAKARTA – Situasi dan kondisi Indonesia di tahun politik ini kian memanas. Berbagai isu dapat digunakan oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggungjawab untuk memecah bela bangsa. Tapi di tengah panasnya kondisi politik, ternyata Gereja Bethel Indonesia (GBI), Jl. Gatot Subroto yang digembalakan oleh Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo tidak mengenal lelah merajut kebersamaan dengan anak bangsa demi Indonesia lebih baik.

Pada, Kamis (31/05/2018), salah satu wakil gembala GBI, Jl. Gatot Subroto, Pdt. Paul R Widjaja, ditemani bagian misinya, Pdt. Eko Yulianto dan beberapa gembala cabang, diantaranya, Pdt. Handy David, Pdt. Tonny Arif, Pdt. Halmodi Samalagi, dan Pdt. Anne Maria bersilahturahmi dengan dewan pimpinan pusat Forum Betawi Rempuk (FBR) di salah satu restoran di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Acara yang dikemas buka puasa bersama itu, dari pihak FBR, pantauan MITRA INDONESIA, tampak hadir, Ketua Umum FBR, K.H. Lutfi Hakim, Sekjen FBR, Humas FBR dan masih banyak lagi, sekitar 40 orang, termasuk Ust. Fadjri yang selama ini diketahui sebagai salah satu pimpinan di FBR.

Pertemuan antara FBR dan team dari GBI Jl. Gatot Subroto dengan diwakili oleh Pdt. Paul R Widjaja, ini bukanlah yang pertama kali. Hubungan mereka sudah terbangun sejak lebih dari lima belas (15) tahun yang lalu dan setiap tahun minimal mereka bertemu dua sampai tiga kali, untuk berbincang dan membangun hubungan antar umat beragama yang berbeda.

Sebelum jam buka puasa, para petinggi dari FBR berbincang-bincang ringan dengan Rombongan GBI Jl. Gatot Subroto.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum FBR, K.H. Lutfi Hakim, berkata kepada semua yang hadir, persahabatan antara GBI dan FBR sudah terjalin lama sekali. Persahabatan ini membuktikan sesama anak bangsa harus memiliki hubungan yang baik. “Saya mau katakan, kalau kita berbeda tidak perlu di sama-samakan, apalagi diperdebatkan. Begitu juga kalau kita memiliki kesamaan tidak perlu dibeda-bedakan,” katanya.

Lanjutnya, kenapa yang beda tidak perlu disamakan dan yang sama tidak perlu dibedakan? Namanya persahabatan hanya diperlukan ketulusan.

Pdt. Paul R Widjaja membenarkan hubungan antara FBR dan pihak GBI tekah terbangun lama. “Sebagai anak bangsa dalam membangun persahabatan tidak melihat perbedaan,” katanya.

Tambahnya, bangsa ini akan terus terjaga dan maju bila sesama anak bangsa memiliki hubungan yang akrab satu dengan yang lain. “Bersatu kita teguh, bersatu kita kuat, bersatu kita sejahtera. Sebagai bangsa yang besar maka diperlukan kesatuan dan dalam kesatuan itu tidak perlu di beda-bedakan,” tuturnya.

Diakhir, Pdt. Paul R Widjaja menegaskan menjaga keutuhan bangsa itu menjadi kewajiban setiap rakyat Indonesia, dan dalam menjaga itu diperlukan persahabatan yang kuat sesama anak bangsa.

Setelah itu, tepat jam buka puasa, Sekjen FBR memimpin dalam doa buka puasa. Kemudian semua yang hadir menikmati menu buka puasa yang sudah disiapkan, lalu rombongan FBR melanjutkan dengan Salat Magrib.

Pertemuan silahturahmi antara GBI Jl. Gatot Subroto dan FBR diakhiri dengan makan bersama dan foto bersama. (Suratinoyo)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini