Pesan Natal GPdI Narwastu, Umat Harus Mau Berkorban

0
Para pemusik dan penari mengiringi jemaat dalam memuji serta menyembah Tuhan. (Foto-foto: Nunu)

TAMBUN – Memasuki bulan Desember, nuansa Natal sudah terasa di berbagai gereja. Termasuk berbagai gereja sudah nampak sibuk menggelar perayaan Natal.

Perayaan berarti pesta untuk merayakan sebuah peristiwa. Dalam Natal ini umat Kristiani merayakan kelahiran Yesus. Namun, bukan sekedar perayaan saja, Natal juga berbicara soal pengorbanan. Hal itu yang terungkap dalam pesan Natal Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Narwastu yang digembalakan Pdt. Stevy Gerung, di salah satu gedung di kawasan Tambun, Bekasi, Minggu (15/12/2019).

Perayaan Natal dengan tema “Kasih yang Rela Berkorban” ini dimulai pukul 17.00 WIB dengan puji-pujian. Nampak, para anak muda GPdI Narwastu terlibat aktif mulai dari pemusik, penari hingga pengisi pujian. Anak-anak muda ini tidak kenal lelah memberikan yang terbaik, untuk suksesnya perayaan Natal GPdI Narwastu.

Pemberitaan firman Tuhan disampaikan oleh seorang hamba Tuhan bernama Pdt. NB Suratinoyo. Dalam khotbahnya, Pdt. NB Suratinoyo menyampaikan firman dengan landasan ayat dari Lukas 1:26-35, 38 yang menceritakan Maria mengandung Yesus.

Pdt. NB Suratinoyo berkata, umat Kristiani harus belajar dari Maria karena mau berkorban di tengah bahaya yang mengancam dirinya saat itu. Sebab, di zaman itu ketika ada seorang gadis yang ketahuan hamil tapi belum menikah, hukumannya adalah dirajam. “Secara sederhana, di balik pertanyaannya Maria kepada malaikat, ada sebuah ketakutan yaitu belum memiliki suami. Namun malaikat memberikan jawaban yang pasti (Lukas 1:35) dan Maria pada akhirnya menurut apa yang dikatakan Tuhan (Lukas 1:38),” jelasnya.

Ada 4 hal yang bisa dilakukan umat Kristiani agar dapat memiliki kasih yang rela berkorban. Pertama, harus percaya Tuhan. Kedua, harus menjadi murid Tuhan. Ketiga, harus hidup melekat dengan Tuhan. Keempat, harus memiliki iman. “Kalau kita bisa menjalankan 4 hal tersebut, maka kita akan mendapatkan berkat, yaitu akan menjadi orang tua secara lahiriah dari seorang tokoh dunia, yaitu YESUS KRISTUS dan akan memiliki harta yang banyak,” urainya.

Kepada awak media, Pdt. Stevy Gerung mengungkapkan, lewat perayaan Natal ini ia ingin mengajarkan kepada jemaat agar mau berkorban terutama dalam Tuhan. Sebab ia melihat, banyak orang Kristen yang lupa akan hal tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Parulian Tambubolon mengaku lega karena perayaan dapat berjalan dengan sukses. “Walaupun kami dibentuk kira-kira 2 bulan sebelumnya, tapi karena kendala yang ada, seperti kesibukan anggota panitia, sehingga seringkali sulit bertemu, belum lagi kerap terjadi perbedaan pendapat, namun karena pergumulan bersama, dengan doa bersama, akhirnya puji Tuhan, acara dapat terselenggara,” ungkapnya. (NW)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini