Pdt. Tony Mulia “Masuk” LP Kelas I Tangerang

0
Saat ibadah syukur berlangsung di LP Kelas 1 Tangerang

JAKARTA – Sosok yang satu ini bagi kalangan pendoa sudah tidak asing lagi. Pasalnya pria bernama Pdt. Tony Mulia ini, sekarang menjabat sebagai salah satu petinggi di Jaringan Doa Nasional, yang kesehariannya mengurus mobilisasi doa, baik di Jakarta maupun di berbagai kota di Indonesia.

Menjelang, Pemilihan Legislatif, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, waktu yang dimiliki Pdt. Tony Mulia makin banyak dihabiskan untuk memobilisasi doa.

Di tengah kesibukannya itu, ungkapan syukur dinaikkannya karena, Selasa (06/11/2018), Tuhan menambahkan usia kepadanya. Saat ini Pdt. Tony Mulia telah berusia 63 tahun, dan diberikan satu orang istri serta tiga orang anak (satu perempuan dan dua laki-laki) lalu dikaruniai 3 cucu (dua laki laki dan satu perempuan).

Sebagai bentuk ungkapan syukur, Pdt. Tony Mulia menggelar (merayakan) ibadah syukur di LP, kalau di tahun-tahun kemarin sudah dirayakan di Panti Asuhan, Hotel Mewah, di komunitas-komunitas pendoa, kali ini dirayakan dengan warga binaan yang berada di LP Kelas I, Tangerang, Sabtu (09/11/2018). “Saya sudah pernah merayakan HUT di berbagai tempat dan kalangan, di tahun ini saya memilih merayakan bersama dengan warga binaan, untuk menghibur dan memberikan firman Tuhan kepada yang sedang mengalami dan merasakan kesedihan, tekanan,” katanya.

Dari perbincangan dengan MITRA INDONESIA, terungkap, perayaan HUT-nya di gereja yang digembalakan tidak dirayakan. “Saya selalu katakan, hidup ini harus mengikuti maunya Tuhan, dan saya tahu kalau bisa merayakan HUT di LP, semua itu tidak lepas dari kendalinya Tuhan,” ceritanya dengan penuh syukur karena dapat merayakan HUT bersama dengan warga binaan yang ada di LP Kelas I Tangerang, termasuk salah seorang yang namanya cukup di kenal yaitu Pdt. Ibrahim Moses (Saifudin Ibrahim) yang ditahan di LP Kelas I Tangerang karena memberitakan Injil.

Lewat merayakan HUT ini, Pdt. Tony Mulia ingin membawa pesan yaitu warga binaan harus melepaskan diri dari kutuk, jangan hidup dibawa dosa. “Kita harus keluar dari dosa, supaya kita hidup dalam Tuhan. Saya tekankan pentingnya pertobatan dan Kristus siap serta mau membebaskan mereka dari segala salah dan dosa,” tegasnya.

Usai firman Tuhan, Pdt. Tony Mulia mendoakan warga binaan yang hadir, salah satu yang didoakan dan merasakan jamahan Tuhan Pdt. Ibrahim Moses (Saifudin Ibrahim) sampai harus “jatuh”.

Kepada MITRA INDONESIA, Pdt. Tony Mulia berkata di usianya yang ke 63, adalah 40 tahun pertobatannya. “Saya percaya tentang angka 40 tahun, itu siklus yang akan kembali. Apa yang terjadi pada 40 tahun lalu? Pdt. Petrus Agung, Pdt. Bambang Pudjianto dan banyak lagi yang dijamah Roh Kudus serta bertobat,  Saya percaya tahun ini akan ada lawatan Roh Kudus (Tahun 2018 – 2019)  dan banyak jiwa akan mengalami pertobatan seperti saya (40 tahun lalu),”tuturnya dan beriman di tahun 2018 – 2019 akan ada penuaian yang besar.

Saifudin Ibrahim dan Pdt. Tony Mulia meniup lilin HUT Pdt. Tony Mulia ke 63

“Bagi saya HUT 63 bukan satu kebetulan, dan bukan mengitung-hitung angka, 6 + 3 = 9, ada 9 Buah Roh, ada 9 Karunia Roh (Angka 9 adalah angka Roh Kudus). Di mana kita harus bergerak, apalagi kita memasuki Pentakosta ke III,” ceritanya dan mengakhiri perbincangan dengan berterima kasih atas hadiah terindah dari Tuhan yang diperolehnya, dimana semua anaknya betul-betul hidup dalam Tuhan. Bahkan di tahun ini, minggu lalu (02/11/2018) anaknya sudah mau memimpin rapat di gereja pengembalaannya. Padahal selama ini, jangankan mimpin rapat, hadir  dalam rapatpun tidak mau.

Bersedianya anaknya untuk terlibat dalam pelayanan, membuat Pdt. Tony Mulia merasa tenang karena sudah ada generasi dari keluarganya yang ingin melayani Tuhan. (NBS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini