Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham “Berdoalah Bukan Agar Aku Terpilih Tetapi Berdoa Kehendak Tuhan yang Jadi”

1
Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham bersama istri dan anak - anak

JAKARTA – Sehari akan digelarnya pembukaan Sidang Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI), tepatnya Senin (26 Agustus 2019), para pendukung salah satu calon Ketua Umum (Ketum) Badan Pekerja Harian (BPH) GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, berkumpul di salah satu restoran di Kawasan Kelapa Gading, menggelar doa dan dihadiri Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham.

Sebelum digelarnya doa, Pdt. Irwan Widjaja dari Batam, memandu acara dengan memberikan waktu selama 10 menit kepada Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham untuk menceriterakan perihal alasannya untuk maju menjadi calon Ketum BPH GBI. “Saya tidak mencalonkan diri tetapi dicalonkan dan diputuskan Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) sebagai salah satu calon dari 5 calon yang ada. Tentu kita sudah tahu, satu calon sudah tidak lagi berada di GBI, jadi sekarang calon cuma empat orang,” tuturnya singkat.

Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham berkata, sekaligus meminta supaya pendukungnya tidak melanggar etika ataupun tata gereja. “Saya katakan kepada tim saya, ketika orang-orang minta ini dan itu untuk memilih saya, kita harus tolak. Tapi ketika saya sudah terpilih lalu ada yang minta ini dan itu, barulah kita berikan sebagai tanggung jawab sinode kepada pejabat dan gerejanya,” katanya.

Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham saat dipanggil ke Istana

Alasan Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, bersikap seperti itu selain karena taat kepada tata gereja, juga tidak mau ada politik uang. “Saya tidak akan cari uang dan mengeluarkan uang untuk pencalonan saya. Tetapi kalau Tuhan berikan kepercayaan untuk saya menjadi Ketum BPH GBI maka saya akan cari uang supaya daerah-daerah menjadi berkembang dan maju. Itu yang Tuhan taruh di dalam hati saya,” paparnya.

Lebih jauh, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham menuturkan bila dirinya menjadi Ketum BPH GBI, maka tidak hanya berharap mengelola uang yang ada di BPH tetapi akan berpikir bagaimana pengusaha-pengusaha di GBI bisa membantu proyek-proyek yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias dan lain sebagainya. Supaya iman orang Kristen dibangunkan, dan tidak menjadi orang yang tersingkir dari daerahnya masing-masing.

Suasana dalam pertemuan makin ramai dengan komitmen dukungan dari hamba-hamba Tuhan yang mewakili daerah (wilayah). Di samping itu, ada tanya jawab dari pendukung kepada Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham.

Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham bersama istri

Ada pertanyaan, akankah  Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham berkoalisi bila masuk putaran kedua dengan perolehan suara paling sedikit? Dengan tegas, dijawabnya tidak akan berkoalisi dengan siapapun. “Siapapun yang menang kehendak Tuhan yang terjadi. Tapi tentu saya akan berpikir tentang hal itu. Kita semua kan punya WhatsApp,  nanti kita bisa berkoordinasi, yang penting kita bepikir dulu putaran pertama mantap, selesai sudah,” tegasnya dan menambahkan, tidak ada pernyataan koalisi karena GBI bukan partai politik.

Juga ada yang mengatakan, isu di luar bahwa Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham tidak memahami tata gereja GBI. “Saya selama dua periode sebagai Ketua Departemen Pemuda dan Anak GBI. Itu mengaharuskan saya membaca secara teliti tata gereja GBI karena harus memimpin persidangan. Saya juga dipercaya menjadi panitia ad hoc penyusunan tata gereja GBI selama dua periode, termasuk yang akan disahkan di sidang sinode Agustus 2019. Tentu setiap kalimat dan kata saya ketahui,” tuturnya dan berusaha melakukan tata gereja termasuk meminta pendukungnya untuk menjaga GBI dengan menaati tata gereja, termasuk soal putaran kedua yang secara logika harus diikuti dua calon tetapi karena tata gereja mengatur harus tiga calon, itu harus dihormati.

Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham juga menegaskan tidak akan mundur dari pencalonan sebagai bentuk penghargaan kepada para pendukungnya dan keputusan sidang MPL. “Kalau saya diminta mundur, tentu tidak akan. Kalau diminta supaya maju di periode berikutnya, saya katakan belum tentu periode yang akan datang saya maju,” tegasnya.

Saat Pdt. Irwan Widjaja meminta beberapa hamba Tuhan untuk berdoa, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, menyela dan meminta supaya yang berdoa syafaat tidak berdoa untuk ia terpilih. Sebaliknya berdoalah agar kehendak Tuhan yang jadi. “Percayalah doa memiliki kuasa yang dahsyat. Yosua berperang dengan strateginya tetapi ditopang dengan doa oleh Musa, Harun dan Hur dengan sehati. Kalau semua sehati maka kemenangan akan diperoleh,” katanya.

Usai doa, ada jamuan makan malam bagi semua yang hadir. “Kita berusaha menangkan RAA (Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham), dari sekarang kita jelaskan dengan baik visi SEHATI,” kata Pdt. Irwan Widjaja. (NBS)

1 KOMENTAR

  1. Seperti Tuhan Yesus berkata : Kalau boleh cawan ini berlalu dari KU tapi biarlah kehendak Bapa yang terjadi. Disini Yesus ada suatu permohonan.
    1. Mengenai kita berniat untuk dipilih bila didasari ada iman yang merasakan terpanggil untuk trpilh itu adalah benar , dan bila juga iman terpanggil untuk menyeraakan kehendak Tuhan yang jadi saja itu juga benar. Semua itu baik dan benar adanya kaena semua didasari Tuhan di atas segalany dan untuk kemuliaan Tuhan.
    2. Sangat mulia bila mengelola uang dan mempunya uang untuk pekerjaan Tuhan terutama untuk orang 2 yg berkekurangan
    dan mengalami musibah2 seperti NTT , dll …..itu berarti ada jiwa belas kasihan……

    Aminnn…aminnn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini