Pdt. DR. Japarlin Marbun Menceritakan Kinerja BPH Dihadapan Peserta Sidang Sinode GBI XVI

0
Penampilan dari mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia (STTBI)

SENTUL, BOGOR – Pembukaan Sidang Sinode GBI XVI secara resmi dibuka Dirjen Bimas Kristen RI Thomas Pentury, Selasa (27/8/2019) di SICC.

Baca juga: Kompetisi Para Calon Ketua Umum GBI Dimulai Setelah Sidang Sinode GBI XVI Dibuka Dirjen Bimas Kristen

Dalam rangkaian pembukaan Sidang Sinode GBI XVI, Ketua Badan Pekerja Harian (BPH), GBI, Pdt. DR. Japarlin Marbun mengungkapkan kinerja BPH GBI Periode 2014-2019.

Pdt. DR. Japarlin Marbun menceritakan berbagai prestasi yang telah dicapai GBI seperti adanya pemantapan administrasi keuangan, baik internal BPH, maupun kepada gereja-gereja lokal. Dalam hal membuat kerjasama dengan bank BRI dan BCA untuk mempermudah gereja lokal membuka rekening atas nama gereja. Ini dilakukan untuk mempermudah pemisahan atau membedakan mana inventaris milik gembala dan milik gereja.

Kemudian pemantapan organisasi, diantaranya melakukan pemantapan sistem rekrutmen pajabat GBI. BPH GBI sekarang telah menyediakan sistem rekrutmen yang baru, mulai dari bawah sampai ke atas dengan menggunakan sistem sertifikasi supaya pejabat-pejabat GBI yang notabene tidak semua berlatar belakang STT bisa tertata dengan baik.

Untuk itu telah dilakukan pola pelatihan yang jelas, berjenjang. Semua itu dapat di cek dalam empat tahun ini, seluruh materi-materi sidang MD yang dilakukan betul-betul terarah. Semua itu dengan maksud supaya pejabat-pejabat GBI mendapatkan sejumlah ketrampilan yang bisa membuat para gembala trampil dalam mengembangkan pelayanan.

Menurut Japarlin, diperiode kepemimpinannya, GBI telah berhasil mencatatkan data yang dapat dipertanggungjawabkan, yaitu jemaat (gereja lokal) GBI sudah mencapai 6.005, baik di Indonesia dan luar negeri dengan jumlah jemaat  ( jiwa) mencapai 3,2 juta. “Kita tidak lama lagi akan mencapai target yang diinginkan oleh pendiri GBI yaitu mencapai 10.000 sidang jemaat (gereja lokal). Saya optimis target itu akan tercapai, bahkan lebih bila kita berdayakan setiap gereja lokal yang ada sekarang ini mendirikan 1 gereja cabang baru,” ungkapnya.

Lebih jauh, Pdt. DR. Japarlin Marbun menjelaskan arti dari tema sidang sinode GBI “Great Harvest”. GREAT itu adalah singkatan dari, G = Growing Church. Artinya akan menjadikan GBI sebagai Gereja yang terus bertumbuh sampai kepada gol yang diharapkan oleh para pendiri. Untuk mencapai gol akan dilakukan langkah-langkah terarah yang focus supaya 10.000 jemaat itu dapat dicapai dengan cepat. Tentu tidak hanya sekedar kuantitas tetapi juga kualitas menjadi seperti Yesus.

Kemudian, R = Relevant Church. Artinya, GBI sebagai Gereja yang menjawab kebutuhan di daerahnya. Lalu E = Excellence Service Church. Artinya, GBI menjadi Gereja yang melayani dengan excellence.

Maksudnya GBI yang saat ini berada pada revolusi industri 4.0, bahkan 5.0, mau tidak mau harus meningkatkan mutu layanannya. Ke depan tentu akan banyak melakukan training kepada para pejabat, baik cara berkhotbah dan penanganan administrasinya. Sekarang sedang dibuat aplikasi gereja lokal yang bagus. Bahkan pendidikan Hamba Tuhan pun akan gunakan e-learning atau belajar jarak jauh. Juga sedang dipersiapkan, baik itu ada radio Bethel dan STT online serta TV Bethel. Berbagai dunia online akan disediakan buat GBI, karena itu bagian dari excellence service.

Selanjutnya, A = Accuntable Church. Artinya menjadi gereja yang bisa dipertanggungjawabkan baik secara teologis, secara administrasi keuangan. Setelah itu, T = Transfornation Church. Artinya GBI yang ada di 26 negara dapat ikut mentransformasi bangsa-bangsa. (NW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini