Lin Niko Yehezkiel, Memperjuangkan dan Merealiasikan Ekonomi Kerakyatan

0

JAKARTA – Jalan-jalan di berbagai daerah dan media-media sosial sejak September 2018 mulai diramaikan dengan berbagai foto para calon Anggota Legislatif (Caleg), baik itu tingkat Kota/Kabupaten, Provinsi dan Pusat. Semua itu dilakukan untuk mensosialisasikan kehadiran mereka sebagai Calon wakil rakyat.

Daerah Pemilihan (Dapil) 2 DKI Jakarta yang meliputi Kelapa Gading, Koja, Cilincing dan Pulau Seribu, muncul nama Lin Niko Yehezkiel dari Partai Nasdem nomor urut 9.

Warga yang berada di  Dapil  2 tentu ingin mengenal para Caleg dari daerah tersebut. Termasuk ingin tahu siapa Lin Niko Yehezkiel, S. Kom, M.Th (c) dari Partai Nasdem nomor Urut 9.

Mau tahu tentang Lin Niko Yehezkiel? Dari wajah, tentu sudah dapat ditebak Lin Niko Yehezkiel adalah seorang pria dari suku Tionghoa.

Dalam perbincangan dengan MITRA INDONESIA (MI), terungkap Lin Niko Yehezkiel lahir di Jakarta, 27 Oktober 1973 dan memiliki enam bersaudara. “Saya lahir di Jakarta dari keluarga Tionghoa, dan non Kristen,” katanya membuka perbincangan saat berada di rumah sahabat Niko.

Bagaimana ceriteranya sampai Lin Niko Yehezkiel menjadi Kristen? Berawal dari rumah orangtuanya yang di tanjung Priouk, tetanggaan dengan rumah pendeta dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI). “Karena bertetangga dengan pendeta, selalu pendeta meminta orangtua kami untuk ikut bergereja. Tapi orangtua kami tidak bisa karena memang hari-harinya dipakai untuk mencari uang. Karena orangtua tidak ada waktu, anak-anak yang didorong ke Gereja demi menjaga persahabatan yang dibangun oleh orangtua kami dengan pendeta,” ceritanya.

Dari Tanjung Priouk, Lin Niko Yehezkiel pindah ke Jakarta Selatan mengikuti orangtuanya. Lin Niko Yehezkiel mengaku diusia remajanya, walau aktif beribadah tetapi juga sudah mulai mengenal yang namanya dosa atau kejahatan, seperti  rokok, alkohol  dan pornografi. “Saya mulai bandel di masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 1, mulai ikut-ikutan bandel,”tuturnya dan sangat berterima kasih kepada Tuhan karena pada tahun 1989, saat masih duduk di bangku kelas 3 SMP, Tuhan membawanya untuk takut akan Tuhan (bertobat).

Pertobatan dan Melayani Tuhan

Bulan Desember 1989 menjadi bulan yang tidak dapat dilupakan Lin Niko Yehezkiel. Ini bukan karena perayaan Natal, tetapi saat itulah ia bertobat dan mengakui dosanya dihadapan Tuhan. “Saat ibadah di gereja, saya merasakan jamahan Tuhan, saya meminta ampun dan berjanji setia mengikuti Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat. Saat itu juga saya menerima Baptisan Roh Kudus,” tuturnya.

Peristiwa itu membuat Lin Niko Yehezkiel  memberanikan diri melayani Tuhan Yesus. “Awal saya melayani menjadi panitia konselor dalam ibadah KKR Rev. Reinhard Bonnke. Pada saat itu orang pertama yang saya doakan seorang yang lumpuh dan sembuh,” katanya dan menambahkan, masa SMA dilewati dengan melayani Tuhan.

Lin Niko Yehezkiel ketika berkunjung ke dapil 2 dan melihat kondisi riil di lapangan

Tahun 1995 Lin Niko Yehezkiel ditugaskan menjadi gembala cabang dan didoakan (dithabiskan) menjadi Pendeta Muda. “Saya ditempati bukan di cabang yang sudah terbentuk tetapi di kasih wilayah untuk dirintis. Puji Tuhan gereja itu berkembang,” tegasnya dan berkata perkembangan gereja yang dirintisnya tidak membuatnya merasa sombong, sebaliknya membuatnya sadar akan panggilan Tuhan. “Saya menyadari panggilan hidup saya bukan menjadi gembala. Ini bukan pendapat pribadi tetapi juga hasil doa dari mentor-mentor rohani saya.  Saya mendapatkan peneguhan panggilan di dunia marketplace. Saya akhirnya mengundurkan diri dari pengembalaan dan masuk dalam dunia pelayanan di dunia marketplace,” ungkapnya.

Untuk bisa melayani di dunia marketplace, Lin Niko Yehezkiel memulai dengan membuka usaha dibidang komputer, tepatnya di bidang IT. “Puji Tuhan usaha berjalan dengan baik dan diberkati Tuhan,” tuturnya seraya berkata sambil menjalankan usahanya ia melayani di dunia marketplace dan membantu masyarakat yang kurang mampu.

Tuhan Perluas Panggilan Pelayanan

Diberkati Tuhan membuat hati Lin Niko Yehezkiel ingin menolong “orang yang ekonomi lemah”. Berbagai cara dibuatnya untuk dapat membantu “orang yang ekonomi lemah”, diantaranya menggelar Baksos dan juga memberikan lapangan kerja (modal) membuka warung dengan  yang namanya berjualan serba 1000.

Apa yang dilakukannya itu ternyata tidak dapat membantu atau mengurangi dengan cepat banyaknya “orang yang ekonomi lemah”. Saat itu terlintas dipikirannya untuk membantu “orang yang ekonomi lemah” mesti dengan jalan terjun ke dunia politik, tepatnya menjadi anggota dewan sehingga dapat mengawal semua program ekonomi kerakyatan yang sudah dibuat oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat masih memimpin. “Program ekonomi kerakyatan yang dikerjakan Ahok saat masih memimpin, saat ini mulai tidak jelas. Ini membuat saya semangat untuk terjun ke dunia politik, saya akan memperjuangkan ekonomi kerakyatan,” katanya dan mempertegas untuk terjun ke politik, ia berdoa terlebih dahulu.

“Panjang ceriternya sampai akhirnya saya menjadi Caleg. Singkatnya, saya memulainya dengan doa dan meminta persetujuan istri. Bagi saya, kalau dari Tuhan tentu Tuhan juga berbicara lewat istriku. Jadi istri harus sepakat, kalau tidak sepakat, berarti bukan dari Tuhan tapi dari keinginan saya sebagai manusia,”tegasnya.

Puji Tuhan, istrinya merestuainya untuk terjun ke dunia politik. “Saat itu ada beberapa partai yang menjadi pilihan, tentu partai-partai yang bersih dan pro rakyat. Kami berdoa, puji Tuhan, ada teman kampus meminta saya untuk mengubungi orang Nasdem. Saya hubungi dan buat janjian. Saya menyadari itu salah satu konfirmasi dari Tuhan bahwa Tuhan ijinkan saya di dunia politik melalui Partai Nasdem,” tuturnya dan melakukan pertemuan dengan orang Nasdem yang ternyata adalah petinggi Nasdem.

Lin Niko Yehezkiel bersama para kerabat di Rumah Sahabat Niko yang terletak di Kelapa Gading

Dalam pertemuan itu diperoleh kesepakatan, Lin Niko Yehezkiel, diterima menjadi anggota Nasdem, dan menjadi Caleg Nasdem dari Jakarta Utara, Dapil 2. “Saya memilih Dapil 2 karena berdomosili di Dapil 2,” paparnya.

Sebelum menjadi Caleg, Lin Niko Yehezkiel, mengaku pernah menjadi Ketua RT di tempat tinggalnya, baik di Gading Pelangi Indah dan ketika pindah ke Mitra Gading Vila. Juga pernah menjadi Wakil Ketua RW 016 di Pengasaan Dua semasa di Gading Pelangi Indah.

Lin Niko Yehezkiel, juga pernah dipercayakan menjadi Anggota POKDAR Kelapa Gading dari tahun 2002, Bendahara DPW Nasdem Jakarta, Dewan Pembina Relawan Jokowi-Bersatu, Direktur Logistik Tim Kampanye  Nasional Jokowi Wilayah DKI Jakarta, Ketua Umum Warga Jakarta Peduli.

Dengan pengalamannya, Lin Niko Yehezkiel, berkata akan konsisten dengan visinya, mengawal semua program ekonomi kerakyatan sehingga dapat berjalan dengan baik. “Ekonomi kerakyatan sebenarnya sudah dijalankan Ahok, diantaranya, Pendidikan Gratis (KJP), Kesehatan Gratis (KJS), dan tempat tinggal gratis (Rumah Susun),  juga Transportasi Gratis (Trans Jakarta). Ketika ada kenaikan harga barang, ini tidak akan banyak berpengaruh karena semua yang utama dalam hidup masyarakat sudah gratis. Sebaliknya kalau ada kenaikan upah, itu sangat terasa manfaatnya,” katanya dan menyangkan ketika Ahok sudah tidak menjabat, banyak program ekonomi kerakyatan tidak berjalan dengan baik.

Akibatnya, kembali terjadi kesenjangan ekonomi. Dalam penilaiannya, hal itu dapat memicu gangguan terhadap NKRI. “Kalau kesenjangan makin tajam, maka intoleransi akan meningkat dan dapat mengancam NKRI. Untuk menjaga NKRI, saya akan berjuang bersama dengan teman-teman di partai Nasdem untuk, paling tidak mengurangi atau memperkecil kesenjangan,” tegasnya seraya mengurai yang dimaksud yaitu mengawal program-program ekonomi kerakyatan yang Ahok sudah mulai untuk mensejahterakan rakyat.

Lin Niko Yehezkiel sedang memimpin rapat koordinasi dengan tim demi suksesnya pencalonan dirinya

Lebih dari itu, Mahasiswa S2 Jurusan Pastoral Konseling di STTBI Petamburan, Jakarta ini berkata, bagi masyarakat Jakarta yang mengalami kesulitan, membuat akte lahir, akte nikah, dan semua yang berhubungan dengan dokumen dapat melaporkan kepadanya nanti akan diteruskan kepada Fraksi Partai Nasdem di Jakarta untuk meminta pemerintah segera menyelesaikannya. Begitupun dengan dana-dana APBD untuk RW, termasuk perbaikan jalan, dan saluran air, jembatan, taman, penerangan jalan, bahkan masalah banjir. “Kalau kami dilaporkan, lewat Fraksi partai Nasdem kami akan panggil dinas terkait untuk menyelesaikan semua itu,”tegasnya.

Diakhir perbincangan, Lin Niko Yehezkiel berkata, bila dirinya dipercayakan oleh rakyat yang ada di Dapil 2 Jakarta untuk duduk di DPRD maka ia tidak sebatas hanya menyampaikan keluhan masyarakat Jakarta ke Fraksi Nasdem tetapi ia sendiri yang akan segera memanggil kepala Dinas untuk menyelesaikan keluhan masyarakat.

Untuk Lin Niko Yehezkiel dapat berbuat seperti itu, ia sangat membutuhkan dukungan masyarakat, paling tidak mendapatkan 30.000 suara. “Saya membutuhkan dukungan dan doa dari masyarakat yang ada di Dapil 2 sebanyak 30.000 suara untuk dapat menjalankan program ekonomi kerakyatan,” tandasnya. (NBS)

 

Berita Terkait

Lin Niko Yehezkiel: Kalau Pecinta NKRI Diam maka yang Bukan Pencinta NKRI akan Bergerak

Janji Lin Niko Yehezkiel Akan Serap dan Memperjuangkan Aspirasi Rakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini