Lika-Liku Perjalanan Pdt. R Bambang Jonan Membangun GBI Medan Plaza, Rayon 4

0
GBI Medan Plaza
Tangkapan layar Pdt. R Bambang Jonan dalam acara HUT ke-27 GBI Medan Plaza

MEDAN – Gereja Bethel Indonesia (GBI) Medan Plaza Rayon 4 menyelengarakan ibadah perayaan Hari Ulang Tahun ke-27, yang disiarkan live streaming melalui Facebook dan Youtube Keluarga Besar Medan Plaza, Sabtu (25/7/2020).

Pdt. R. Bambang Jonan dalam sambutannya sebelum menyampaikan firman Tuhan, berterima kasih kepada, kedua orang tuanya. Pasalnya, orang tuanyalah yang bermimpi dan mendoakan dia untuk memiliki gedung besar. “Kalau anda melihat gedung yang luar biasa ini maka pembangunan dan ide untuk membangun Gedung Rumah Persembahan ini lahir dari mimpi ibu saya,” bukanya.

Ibunya mengutarakan pada R. Bambang Jonan, saat dirinya masih kanak-kanak. Saat itu, setiap kali ibunya melewati Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, selalu membisikkan satu waktu nanti bangunlah gedung yang besar. “Hari ini, kita melihat mimpi ibu saya mulai digenapi. Kalau gereja ini ada, bermula daripada mimpi seorang ibu yang sederhana,”tuturnya dan berterima kasih memiliki seorang ibu yang memiliki mimpi buat anaknya.

Baca juga: Pdt. R Bambang Jonan Rogoh Kocek Rp 308 Miliar Bangun GBI House of Sacrifice

Pdt. R. Bambang Jonan juga berterima kasih kepada istri dan anak-anaknya. “Saya mengucap syukur kepada istri dan anak-anak karena tidak muda hidup dalam ladang pelayanan, 27 tahun lalu kita bukan seperti sekarang, keadaan sangat-sangat prihatin,” terangnya dan menambahkan dalam keadaan seperti itu sang istri dengan setia mendapinginya melayani sampai hari ini.

Selain itu, Pdt. R Bambang Jonan mengucapkan terima kasih dan syukurnya kepada gembala pembinanya, Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo yang sudah menugaskannya melayani di Medan, Sumatera Utara pada tahun 1992. “Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo memanggil dan mendoakan saya, lalu mengutus saya melayani di gereja ini,”ungkapnya.

Tidak lupa, Pdt. R. Bambang Jonan juga bersyukur dan berterima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara, periode 2003- 2005 Rudolf Matzuoka Pardede karena memiliki passion untuk membangun rumah Tuhan yang ada pada hari ini. “Pada tahun 2005, satu minggu Rudolf Matzuoka Pardede menyerahkan kepemimpinannya sebagai Gubernur Sumatera Utara maka beliau paksa saya untuk meletakkan batu pertama,” ceritanya.

Rudolf Matzuoka Pardede tidak hanya berkorban untuk peletakkan batu pertama tapi juga memberikan sebuah rumah kepada Pdt. R Bambang Jonan di Jl. Mojopahit, Medan. “Oleh karena saya mendapatkan tugas untuk membangun gereja ini, maka Rudolf Matzuoka Pardede menganugerahkan sebuah rumah, tempat dimana saya tinggal sekarang, di Jl. Mojopahit,” ungkapnya dan menceritakan kata-kata yang diucapkan Rudolf Matzuoka Pardede “untuk membangun rumah ini (gereja) maka bapak pendeta harus memiliki rumah terlebih dahulu.”

Berdirinya GBI Rumah Persembahan, diceritakan Pdt. R Bambang Jonan tidak lepas dari anugerah Tuhan.

“Tuhan memakai seorang hamba Tuhan yang saya sangat hormati, Dr. drs. R.E. Nainggolan untuk membantu kita dalam mengurus izin gereja ini. Luar biasa, dalam kurun waktu 1,5 bulan, izin gereja ini keluar, IMB gereja ini keluar dengan ditandatangani oleh Wali Kota, H. Rahudman Harahap . Sampai dengan hari ini saya tidak bisa lupa dengannya,” kata Pdt. R Bambang Jonan, dan menegaskan hanya dua tahun dari peletakan batu pertama, tepatnya tahun 2007 sudah memperoleh IMB.

Selain itu ada peran Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasonna Hamonangan Laoly. “Tuhan juga pakai Yasonna H Laoly, sehingga kita bisa mengurus sertfikat yang ada di tanah ini menjadi milik GBI. Kita berterima kasih bantuan dan kerja dari Bapak Yasonna Laoly untuk GBI ini,” ucapnya.

Sementara membangun, Pdt. R Bambang Jonan, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Dr. Saur Hasugian, M.Th karena sudah ikut membantu hadirnya STT yang didirikannya.

“Setelah kita mulai membangun, ini pemikiran dari saya dan teman-teman, mana yang lebih penting membangun fisiknya atau membangun manusianya, jiwa-jiwanya?. Maka 10 tahun yang lalu kami mulai membangun Sekolah Tinggi Teologia (STT) untuk mendidik anak-anak muda yang akan kita kirim sebagai missionary,” ungkapnya.

Keinginan membangun STT, dikehendaki Tuhan. Pada saat itu, Tuhan memakai Dirjen Bimas Kristen, Dr. Saur Hasugian, M.Th.

“Tahun ini STT kita telah memiliki Strata 1, 2 dan 3. Semuanya sudah terakreditasi hanya memang baru akreditasi C, tetapi kita akan berusaha pada Oktober 2020 untuk tingkat Strata 1 dan 2 kita tingkatkan menjadi akreditasi B. Mudah-mudahan Strata 3 bisa juga mencapai akreditasi B,” harapnya.

Pdt. R. Bambang Jonan juga berterima kasih kepada Alex Ketaren dan tim, diantaranya Tomas Purba, Eron Lumban Gaol yang berperan menyelesaikan persoalan tanah yang sangat rumit.

“Pada waktu kita berjalan ada banyak gangguan-gangguan yang kita alami. Oleh sebab itu, pribadi berikutnya yang ingin saya berikan apresiasi, Bpk. Alex Ketaren dan tim, Pak Tomas Purba, dan Bpk Eron Lumban Gaol, yang dipakai oleh Tuhan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tanah yang sangat rumit,” tuturnya dan menambahkan hasil dari kerja keras tim Bpk Alex Ketaren membuat Pak Hendry, tim pembangunan dapat menjalankan pembangunan dengan mulus, dan baik, semua oleh karena anugerah Tuhan.

Saat menyampaikan terima kasih itu, Pdt. R Bambang Jonan juga berkata pada tahun ini secara penuh menyerahkan tugas-tugas pengembalaan dan pastoral sebagai gembala Pembina kepada Pdt. D Edy Prajitno.

Bersamaan dengan itu juga Pdt. D Edy Prajitno pada tahun ini akan mencari generasi muda yang akan menggantikannya. “Saya dan Pdt. Edy akan menjadi mentor dari generasi muda yang akan memimpin perjalanan dari gereja ini,” katanya. (NBS)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini