Ketua MD GPdI Papua, Pdt. Timotius Dawir, Sampaikan Firman Tuhan di Pembukaan SAC, Jawa Barat

1
SIswa - siswi SAC ikut memberikan pujian dalam pembukaan angkatan 32

CIANJUR – Proses belajar mengajar Sekolah Alkitab Cianjur kembali bergulir, dimulai dengan adanya ibadah pembukaan Angkatan 32, Kamis (15 Agustus 2019) di Aula Sekolah Alkitab Cianjur yang berada di Cianjur, Jawa Barat.

Ketua Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (MD-GPdI), Papua, Pdt. Timotius Dawir, yang bertugas menyampaikan firman Tuhan berkata, siswa-siswi yang akan mengikuti proses belajar dan mengajar di Sekolah Alkitab Cianjur (SAC) harus memiliki rasa haus dan lapar akan firman Allah, rasa haus dan lapar untuk mendekatkan diri (menempel) dengan Yesus. “Kalau kita memiliki rasa haus dan lapar terhadap firman Tuhan, terhadap Yesus sendiri maka firman itu akan menjadi rema dalam hidup kita. Firman Tuhan itu yang akan mengubah hidup kita,” katanya.

Pdt. Timotius Dawir meminta bagi yang akan mengikuti proses belajar dn mengajar di SAC untuk mempersiapkan diri diproses dari kebiasaan yang lama menjadi kebiasaan yang baru, yang penuh dengan rasa melayani Tuhan. “Anak-anak (adik-adik) sebelum datang di SAC hidupnya semuanya dilayani, tetapi setelah mengikuti proses belajar dan mengajar, mungkin ada yang merasa salah tempat. Ingat! Hidupmu akan dibah pada waktu mendengar pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh guru-guru di SAC—firman Tuhan akan mengubah hidupmu, itu sebabnya harus memiliki rasa haus dan lapar atas firmanNya,” terangnya dan membacakan firman Tuhan yang terdapat dalam Kitab Matius 13:6-7.

Lebih jauh, Pdt. Timotius Dawir membacakan dan menjelaskan firman Tuhan yang diambil dari Kitab Injil Yohanes 14:12  dan dilanjutkan dengan membacakan firman Tuhan yang ada di Kitab Ibrani 1:3

Diakhir, Pdt. Timotius Dawir menyemangati para siswa-siswi bahwa dengan memiliki rasa haus dan lapar atau terus mendekatkan diri kepada Tuhan maka tidak ada yang mustahil, termasuk 10 atau 20 tahun ke depan dipercayakan menjadi Ketua MD ataupun Ketua Majelis Pusat. “Saya berdoa 10 atau 20 tahun ke depan siswa-siswi yang sekarang banyak yang jadi Ketua MD dan Ketua Majelis Pusat,” tuturnya.

Pdt. Timotius Dawir bersama istri didampingi Pdt. JE Awondatu dalam pembukaan SAC angkatan 32

Setelah firman Tuhan, Ketua SAC, Pdt. J. E Awondatu yang juga sebagai Ketua MD GPdI Jawa Barat, meminta Pdt. Steve Kumendong memberikan sambutan mewakili MD Jawa Barat, “MD GPdI Jawa Barat tentunya mengucapkan selamat kepada siswa-siswi angkatan 32 (kelas 1 dan 2),” katanya.

Pdt. Steve Kumendong mengatakan siswa-siswi yang akan mengikuti proses belajar dan mengajar di SAC, sudah berada di tempat yang tepat untuk dididik supaya terbentuk karakter yang luar biasa. “Ketika saudara semua sudah selesai dari pendidikan di sini dan pergi melayani Tuhan, maka kekuatan dari Tuhan akan menyertai,” katanya.

Mewakili SAC, Pdt. J E Awondatu, sebagai kata pembuka berterima kasih kepada Bimas Kristen, Jawa Barat, Surya Minda Sirait, SH,atas kehadirannya. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu karena sudah membantu pembangunan GPdI di Pasir Sereh yang akan dithabiskan,” katanya.

Pdt. Timotius Dawir sedang memberitakan firman Tuhan di pembukaan SAC angkatan 32

Pada kesempatan itu, Pdt. J E Awondatu juga menceriterakan tentang alumni-alumni SAC yang saat ini tersebar di berbagai organisasi Gereja dan sudah banyak yang menjadi pemimpipn, diantaranya diantaranya Ketua MD GBI Sulawesi Utara, Ketua Pemuda GBI Sulawesi Utara.

Setelah itu, Pdt. J E Awondatu ditemani hamba-hamba Tuhan mendoakan siswa-siswi SAC angkatan 32.

Dilanjutkan dengan sambutan Bimas Kristen Jawa Barat,  Surya Minda Sirait, SH, berterima kasih karena sudah diundang dalam pembukaan proses belajar dan mengajar SAC. “Saya berdiri di tempat ini di kali ke 10 kalau tidak salah hitung. Betapa terasanya ke mitraan antara SAC dengan pemerintah khususnya di Kementerian agama,” katanya dan mengucapkan selamat atas pembukaan tahun ajaran 2019/2020 untuk siswa-siswi angkatan 32. Ini bukti Tuhan memelihara SAC.

Surya Minda Sirait, SH, mengatakan pemerintah dan legislative sedang menyusun Undang-undang Pesantren dan pendidikan keagaan. “Saya kira SAC ini mirip dengan ‘pesantren’. Jadi kalau pemerintah mau buat UU nya, kami di Jawa Barat, khususnya Kristen sudah punya semacam pesantren yaitu SAC dan besar banget. Saya tidak malu mengatakan sudah punya sekolah keagamaan atau bagi agama muslim pesantren namanya,” tuturnya dan mengucapkan selamat berada di kamp atau mengikuti pembelajaran di tempat ini, khususnya ilmu teologia, pemebntukan karakter dan disiplin untuk menjadi ulama yang bisa menegakakan alkitab dan agama.

Dengan berakhirnya ibadah pembukaan proses belajar dan mengajar ini, telah resmi siswa-siswi angkatan 32 menjadi siswa-siswi SAC. Selamat menempuh pendidikan. (NBS)

1 KOMENTAR

  1. Tuhan Yesus berkati Bapak Pdt JE Awondatu yang mencetak hamba hamba Tuhan yang baru yang diberikan perintah oleh Tuhan Yesus .

    God bless YAYASAN KABAR BAIK ,CIANJUR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini