Kesaksian Hendrik

0

Ev. Hendrik Leverty
Dulu Anti Chirst, Sekarang Ikut Tuhan

Berbagai kepahitan yang ia alami membuat jalan hidup pria yang satu ini jadi menyimpang. Agama boleh Kristen tapi hidupnya tidak mencerminkan karakter Kristus bahkan sempat menjadi anti Christ (jadi pemuja lucifer). Tapi itu dulu, karena sekarang hidupnya sudah 100 persen untuk Tuhan.

Namanya Hendrik Leverty. Semasa remaja, pria asli Singkawang, Kalimantan Barat ini mengalami berbagai kepahitan yang membuat hatinya mengeras termasuk tidak lagi percaya dengan Tuhan. “Sejak kecil saya kenal (tahu) tentang Alkitab (firman Tuhan) karena memang lahir dari keluarga Kristen. Tapi karena hidup dalam kepahitan, saya mencoba cari yang lain dan ketemulah dengan lucifer,” ungkapnya.

Bersama temannya, Hendrik melakukan berbagai ritual yang dilakukan rutin setiap hari untuk memuja lucifer. Alkitab yang seharusnya menjadi pegangannya tidak segan-segan ia buang ke tong sampah. “Berbagai ritual saya jalani, salah satunya perjanjian darah. Wujud lucifer yang saya lihat berupa bayangan hitam. Setiap hari sewaktu tidur, saya juga selalu berkomunikasi dengan dia,” katanya dan menambahkan dirinya sadar kalau apa yang dilakukan salah tapi sengaja melakukan hal itu untuk mencari pelampiasan.

Sekian tahun jadi anti Christ, Hendrik sadar hidupnya sudah menyimpang jauh. Pelan-pelan ia mulai berbalik pada Tuhan. Tepatnya tahun 1993 ia ikut retreat GBI REM di kawasan Puncak karena dipaksa oleh kakaknya. “Saya bertobat dan minta dilepaskan. Kata orang kalau perjanjian darah tidak bisa dipatahkan, tapi saya melihat bagaimana Tuhan hapus sehingga tidak ada malapetaka yang datang dalam hidup saya ketika saya tidak lagi jadi pemuja lucifer,” urainya dan menambahkan tidak mudah lepas dari lucifer karena ketika memutuskan untuk ikut Tuhan, ada banyak berbagai kejadian yang hampir merenggut nyawanya.

Pelayanan penginjilan

Tahun 1993 dirinya dibaptis. Tapi hidupnya benar-benar berubah ketika tahun 1998.  Dalam masa-masa ini dirinya mengalami haus akan kebenaran. Berbagai upaya ia lakukan untuk bisa mengerti isi Alkitab. Seperti mendengarkan berbagai seri khotbah dari pendeta yang namanya sudah tersohor dan menyediakan waktu khusus untuk berdoa.  Sampai akhirnya ia bisa mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

Menjelang tahun milenium atau tepatnya tahun 1999, ia mulai bekerja sebagai penjaga toko di Tanah Abang. Kemudian Tuhan berikan berkat lewat sebuah perusahaan Information and Technology (IT) yang ia bangun seorang saudaranya.

Pertumbuhan rohaninya pun semakin baik. Dua tahun tahun kemudian (2003) Tuhan mulai panggil dirinya dalam bidang penginjilan. “Awalnya saya diajak teman pergi pelayanan misi ke Salatiga. Sepulang dari sana, ketika sedang dibonceng di motor saya bertanya pada Tuhan, panggilan hidup saya dan Tuhan menjawab misi (penginjilan) adalah panggilan hidup saya,” paparnya.

Usai menerima konfirmasi dari Tuhan, ia mulai melakukan penginjilan ke berbagai tempat di Indonesia, seperti Salatiga, Bangka, Kalimantan Barat dan lain-lain. Berbagai kegiatan yang dilakukan dalam penginjilan seperti KKR, seminar dan di saat-saat tertentu bakti sosial. Ia ingin injil bisa sampai ke orang-orang yang hidup di desa karena sepengamatannya masih sedikit hamba Tuhan yang melayani sampai ke desa-desa.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika penginjilan ke daerah asalnya, Kalimantan Barat. Meskipun sempat dibuat kecewa dengan beberapa para hamba Tuhan di sana, tapi Hendrik tetap semangat karena Tuhan menjanjikan bahwa pelayanannya akan berhasil. “Saya merasa tidak mau lagi balik kesana (Kalimantan Barat). Tapi Tuhan bilang balik karena Dia mau melakukan perkara besar dan membuat saya besar di sana. Itu benar, ketika saya taat, saya melihat pelayanan kami makin meluas di sana,” ucap Hendrik.

Sampai saat ini, Hendrik masih rutin melakukan pelayanan ke berbagai daerah. Hidupnya pun sudah sepenuhnya diserahkan dalam Tuhan dan tidak pernah ia merasakan kekurangan. “Saya tidak membawa doktrin apapun. Saya hanya kabarkan injil seperti yang tertulis dalam kitab Matius sampai Yohanes. Setiap mau penginjilan, Tuhan selalu bela dengan mencukupkan segala biaya yang dibutuhkan,” ungkap suami dari Victoria ini. (Nuel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini