Kemeriahan Retret Wilayah 8 GPdI Jawa Barat “The Power Of Unity”

0
Para gembala Wilayah 8 GPdI Jawa Barat

BOGOR – Menjadi  gembala jemaat tentulah tidak mudah. Seorang gembala harus mampu menyusun khotbah agar jemaat yang mendengar mendapatkan “makanan rohani” yang bisa menghidupkan, mendewasakan sekaligus menegur juga mengibur. Selain itu, harus menyediakan waktu berdoa. Lebih penting lagi menyediakan waktu dan kesabaran untuk mendengar curahan hati jemaat baik yang namanya sukacita, persoalan dan pergumulan.

Sebagai Ketua Wilayah 8 Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pdt. Denny Tampi mencoba membuat sebuah langkah terobosan. Ia mengadakan retret dengan tema “The Power of Unity” pada Senin-Rabu (01-03/7/2019) di sebuah Villa yang berada di Kawasan Mega Mendung, Jawa Barat. Kegiatan ini sengaja digelar untuk memberikan waktu kepada para “gembala” untuk refreshing bersama keluarga sekaligus membuat para gembala di wilayah 8 semakin solid.

Terlihat keceriaan para hamba Tuhan. Semua bersatu tanpa ada sekat

Hal itu pun terlihat sejak hari pertama, keluarga “gembala” jemaat ini begitu memanfaatkan waktu untuk bersantai sekaligus membangun hubungan satu dengan yang lain sesama profesi “gembala” jemaat.

Begitu juga dengan para istri. Tampak para istri berkumpul, ada yang berbincang-bincang santai dan menceriakan pengalaman-pengalaman selama mendampingi suami menjadi gembala.

Para istri hamba Tuhan Wilayah 8 GPdI Jawa Barat

Sedangkan anak-anak dengan bebas bermain memanfaatkan fasilitas yang ada di Villa seperti berenang dan main di taman.

Pantauan tabloidmitra.com Ketua Wilayah 8 GPdI Jawa Barat, memberikan terobosan dengan tidak mengganggu masa bersantai para “gembala” jemaat ini dengan kegiatan-kegiatan seperti adanya sesi-sesi pemaparan materi teologia. “Saya kira kita di sini untuk membebaskan diri beberapa waktu dari rutinitas sehingga mendapatkan ‘jeda’ atau ketenangan untuk mencari solusi dalam mengembangkan pengembalaan,” paparnya.

Tambahnya, kalau rutinitas dalam pengembalaan tidak diberikan waktu “jeda” atau beristirahat bisa berbahaya. “Kalau kita tidak mampu mengatur ritme rutinitas, bisa-bisa kita melayani Tuhan dengan tidak fokus. Bahkan bias-bisa membuat badan kita sakit,” tuturnya.

Pdt. Denny Tampi selama menjadi Ketua Wilayah 8 GPdI Jawa Barat, berusaha mengimbangi kesibukan pelayanan dengan mengumpulkan anggota-anggotanya untuk berolah raga  seperti bermain badminton setiap satu minggu sekali dan mengadakan retret satu tahun sekali. “Kami di retret ini agendanya, pagi pujian penyembahan, firman Tuhan dan doa pagi bersama selama satu jam, sarapan pagi, dilanjutkan dengan berbagai games. Lalu makan siang, istirahat dan kembali bermain games sampai waktu makan malam. Dilanjutkan games dan diakhiri dengan pujian penyembahan, firman Tuhan dan doa istirahat malam,” tuturnya.

Dalam pantauan tabloidmitra.com di pagi hari selesai pujian penyembahan firman Tuhan dan doa, ada permainan sepak bola antara para gembala melawan anak-anaknya. Ini menarik karena baik orang tua dan anak bermain profesional tanpa melihat lawannya itu adalah anaknya atau ayahnya.

Kemeriahan dalam sebuah sesi untuk para anak hamba Tuhan

Begitu juga ada permainan, di mana anak-anak melawan ayahnya saling pukul bantal di atas bambu yang membentang di atas kolam renang.

Retret kali ini diketuai oleh Pdt. Ishak ini berhasil membuat semua yang ikut bergembira. Sampai-sampai retret yang direncanakan hanya tiga hari diminta untuk diperpanjang satu hari. “Kami akan menyumbang untuk membayar perpanjangan penggunaan villa,” itu kata-kata yang terdengar dari para peserta yang ditandai dengan pengumpulan dana secara spontan supaya dapat membayar perpanjangan villa.

Melihat semangat dan persatuan yang ada dari para “gembala” jemaat, Pdt. Ishak tidak mau mengecewakan. Seketika itu juga ia mengangkat telepon dan mengubungi pihak villa untuk memperpanjang satu hari retret Wilayah 8 GPdI, Jawa Barat. Begitupun bus yang sudah dijadwalkan menjemput tanggal 3 Juli 2019 untuk direschdule ulang penjemputannya. “Puji Tuhan villa bisa diperpanjang tetapi bus yang sudah dibayar dan sesuai perjanjian tidak memberikan kelonggaran untuk menjemput rekan-rekan pada tanggal 4. Ya, dengan sangat menyesal, kita harus tetap kembali ke Jakarta tanggal 3,” katanya di depan rekan-rekannya.

Para hamba Tuhan terlihat menikmati selama retret berlangsung

Spontan wajah para “gembala” menjadi lesu. Walau begitu, semua tetap bersukacita karena telah mendapatkan waktu untuk bersantai, berbagi pengalaman sesama “gembala” jemaat dan sangat nampak kekuatan persatuan diantara “gembala” jemaat GPdI Wilayah 8 GPdI Jawa Barat. (NBS)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini