Jujur dan Tekun Menjadi Kunci Kesuksesan Johny Pardede (1)

0
Johny Pardede
Johny Pardede. (Foto: DOK MI)

Nama Johny Pardede, bagi sebagian orang tentu sudah tidak asing lagi. Ia adalah seorang pengusaha tersohor berdarah Batak. Ayahnya bernama Tumpal Dorianus Pardede atau lebih dikenal dengan nama DR. T.D Pardede adalah seorang pengusaha terkenal di masa pemerintahan Soekarno dan sempat menjadi Menteri Berdikari.

Johny Pardede atau saat ini dikenal dengan nama Ev. DR (HC) Johny Pardede, sudah menikmati hidup yang bergelimang harta sejak kecil. Uang bagi dirinya bukanlah masalah. Semua itu ia dapatkan karena kekayaan miliki orang tuanya.

Keputusannya ikut Tuhan bermula ketika sang ayah dipanggil Bapa di surga tanggal 18 November 1991. Alasannya karena pesan dari mendiang ayahnya. “Almarhum orang tua saya semasa hidupnya memberi pesan kepada anak-anaknya bahwa sepertiga harta dari keluarga haruslah dipakai untuk pekerjaan Tuhan,” ungkap Ev. DR (HC) Johny Pardede.

Namun, waktu itu ia belum sepenuhnya ikut Tuhan. Hidupnya masih seperti masa muda yaitu sering menghamburkan uang dan terjebak dalam pergaulan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan.

Pertobatan sesungguhnya dialaminya ketika tahun 2002. Satu tahun setelah bertobat, tepatnya 2003 imannya diuji lewat kejujurannya.

Ketika itu di Australia, seorang hamba Tuhan meminta ia bersama istrinya (Dr. Sri Theresia Bangun) saling jujur dan mengakui dosa di masa lampau agar Tuhan memberkati setiap pekerjaan maupun pelayanan.

“Saya mengundang seorang pendeta untuk mendoakan kami. Dia bilang ke saya kalau mau doa didengar kami harus jujur. Saya dan istri pun setuju. Tapi ketika itu dia tanya ‘apakah saya dan istri pernah berzinah?’ dalam hati saya jawab ‘sudah gila pendeta ini’ sehingga saya terpaksa bohong dengan menjawab tidak ingat,” jelasnya.

Usai didoakan, Ev. DR (HC) Johny Pardede begitu marah dengan sang pendeta. Secara terang-terangan ia mengutarakan emosi yang ada di hatinya ketika mengantarkan sang pendeta menuju parkiran. “Saya bilang, kenapa bapak tidak atur soal doanya. Tapi pendeta itu bilang ‘ini perintah Tuhan supaya bapak (saya) bisa semakin dipakai Tuhan’,” katanya dan menjelaskan setelah mendapatkan peneguhan dirinya mengaku kepada istrinya kalau apa yang baru saja dikatakannya adalah bohong. “Baru 5 menit saya mengaku, istri menangis, muntah dan mogok bicara dengan saya selama 1 bulan. Tapi hasilnya apa? Sampai sekarang saya benar-benar bisa lepas dari dosa perzinahan. Dan hubungan saya dengan Tuhan maupun istri semakin harmonis.”

Apa yang diungkapkannya diperkuat lewat ayat Yehezkiel 18:24. “Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berubah setia dan karena dosa yang dilakukannya.” (NW)

Bersambung ke: Jujur dan Tekun Menjadi Kunci Kesuksesan Johny Pardede (2)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini