Isu Antikris – Corona – Microchip

2
Pdt Samuel Tandiassa

Jogjakarta – Setiap kali ada fenomena sosial atau fenomena alam yang muncul, termasuk adanya penemuan-penemuan teknologi canggih, akan mendapatkan tanggapan (penafsiran) dari kalangan umat Kristiani, khususnya yang disebut pendeta atau hamba Tuhan, dalam hal ini dari aliran – aliran  Karismatik di Indonesia.

Tanggapan atau tafsiran yang muncul tidak jauh – jauh dari kata tanda-tanda antikris. Seperti sekarang adanya pandemic Covid-19 dan vaksinasi, juga dihubung – hubungkan dengan adanya microchip—sebagai tanda – tanda antikris.

Pola menafsirseperti ini sudah menjadi ciri khas kaum kharismatik Pentakosta sejak dahulu atau selama puluhan tahun.

Tafsiran Kaum Kharismatik

1. Ketika teknologi TV baru muncul, orang-orang kharismatik menafsirkan bahwa nantinya TV itu akan menjadi alat antikris menyatakan diri ke seluruh dunia. Kata mereka, melalui TV, seluruh dunia akan melihat Musa dan Elia yang akan turun di Yerusalem menginjil bagi orang Israel selama masa antikris. Selanjutnya, melalui TV itu pula seluruh dunia akan melihat bagaimana antikris akan membunuh Elia dan Musa di gunung Golgota pada akhir masa antikris. Tapi faktanya sekarang yang banyak menggunakan TV atau malah berlomba-lomba ingin muncul di TV justru para pendeta atau hamba-hamba Tuhan.

2. Lalu muncul teknologi kartu kredit, alat bayar yang bisa digunakan di seluruh dunia dengan mata uang apa saja. Melihat itu, para pendeta dan hamba Tuhan kharismatik menafsirkan lagi bahwa itu adalah alat yang akan dipakai oleh antikris. Karena dengan kartu kredit itu orang bebas membeli apa saja dan di mana saja di seluruh dunia. Kata mereka, nantinya orang yang tidak mempunyai kartu kredit tidak bisa membeli apa-apa.

Kata mereka, kartu kredit adalah sistem yang dirancang oleh antikris. Akan tetapi kalau anda sempat melihat saat pendeta-pendeta kharismatik membuka dompet, anda pasti akan terkejut atau kagum melihat kenyataan bahwa justru para pendeta karismatiklah yang memiliki segala macam kartu kredit.

3. Selanjutnya muncul barang-barang produk pabrik di supermarket-supermarket yang menggunakan cap/barkot. Angka-angka dan garis-garis di barkot itu diutak atik oleh para pendeta dan hambat Tuhan Kharismatik dan katanya lagi, mereka menemukan jumlah yang menunjuk pada angka 666. Dan dengan yakin mereka mengatakan bahwa itu tandanya antkris sudah menguasai perdagangan.

Isu hasil penemuan ini sempat dikhotbahkan di sebagian gereja kharismatik dan juga disinggung dalam beberapa seminar. Namun sekali lagi, kalau anda sempat ke rumah pendeta-pendeta kharismatik dan melihat-lihat kulkas atau rak-rak di dapur mereka, anda pasti akan melihat tumpukan makanan yang bertanda barkot. Artinya mereka menyebutnya sebagai milik antkris, tetapi mereka juga membeli dan menikmatinya.

BACA JUGA  Mengenang Satu Tahun Kepergian Pdt. Vetri Kumaseh, Keluarga Nyanyikan Lagu Pujian

4. Kemudian muncul teknologi microchips yang dipasang di tangan atau di dahi. Para ‘ahli tafsir kitab Wahyu’ berteriak-teriak menyuarakan atau mendeklarasikan kedatangan antikris. Dalam percakapan-percakapan, melalui khotbah-khotbah di gereja, di forum seminar-seminar, dan lewat media-media sosial mereka berusaha mensosialisakikan dan meyakinkan semua pendengar atau pembaca bahwa antikris sudah mulai bekerja.

5. Kini datanglah yang namanya virus Corona. Kaum kharismatik berusaha mengutak-atik kata Corona dengan mentranfer huruf-huruf ke angka, dengan mengunakan rumus matematika, dan hasilnya adalah 666 (ini tentu ngarang), dan lagi-lagi disebutnya antrikris.

6. Menyusul virus Corona muncul alat ditektor suhu tubuh atau Thermo Gun, yang sekarang digunakan di segala tempat dalam rangka mendeteksi penyebaran virus Corona. Oleh karena cara penggunaan Thermo Gun ini diarahkan ke dahi, maka kaum karismatik menafsirkan bahwa inilah cara atau yang akan digunakan oleh antikris ketikan nantinya microchip dipasang di dahi atau.

Perlu diketahui, manusia saat ini hidup di era teknologi yang canggih. Temuan -temuan yang canggih ini pada prinsipnya untuk mempermudah berbagai hal yang sulit, dan untuk kesejahteraan hidup manusia.

Beberapa contoh sederhana:

1. Dahulu kala pada zaman primitif kalau manusia bepergian, selain berjalan kaki maka menggunakan alat transportasi hewan, semisal kuda, keledai, untah ataupun gajah. Dengan perkembangan teknologi, lahirlah alat transportasi seperti motor, mobil sampai pesawat.

2. Dahulu kalau orang mau mengirim pesan ke daerah, pesan itu harus dikirim dengan cara mengutus seseorang yang disebut pembawa pesan. Tetapi dengan perkembangan teknologi muncul budaya surat menyurat, sehingga pengiriman pesan-pesan menggunakan surat. Terus terjadi perkembangan dunia teknologi, sampai akhirnya sekarang alatnya berupa telepon (HP) yang pembicaraan langsung. Bahkan sekarang pembicaraan langsung bisa saling melihat berbagai kegiatan yang dilakukan. Kita kenal itu dengan namanya video call.

3. Dahulu kalau orang mengirim uang, harus diantar langsung dalam bentuk cash. Adanya perkembangan teknologi, uang dikirim lewat namanya wessel pos. pengiriman ini memakan waktu yang panjang  Perkembangan teknologi tidak berhenti, sekarang untuk mengirim uang, tinggal pergi ke ATM atau mengambil HP (tekan aplikasi) dan segeralah kirim uang nya kepada yang dituju.

BACA JUGA  Pesan Penting Ketua KWI Untuk Milenial Katolik

4. Dahulu aktivitas jual beli menggunakan sistem barter, barang  ditukar barang, karena belum ada teknologi mata uang. Seiring berjalannya waktu terjadi kemajuan teknologi, orang mulai membeli atau menjual menggunakan mata uang. Sekarang karena perkembangan teknologi, kita bisa membeli dengan menggunakan kartu Kredit atau kecanggihan elektronik.

Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan kehadiran teknologi membuat aman, mempercepat proses, menghilangkan jarak dan ruang, dan tentunya mempermudah hidup manusia dalam proses jual beli.

Sekarang muncul teknologi canggih, namanya Microchips. Kehadiran Microchip ini mampu membuat beberapa pendeta atau hamba Tuhan kharismatik Pentakosta untuk tidak tidur nyenyak dan mungkin juga tidak bisa makan enak, karena hanya membayangkan serta memikirkan antikris sudah di depan mata, kiamat dunia sudah makin dekat.

Apa fungsi Microchip? Sebagai bank data pribadi. Semua data mengenai identitas pribadi anda tersimpan di dalam Microchip. Semua data atau keterangan tentang identitas pribadi anda tersimpan di dalam Microchip. Jika anda bepergian, anda tidak perlu membawa dalam tas atau dompet KTP/PASPOR, SIM, ATM/buku tabungan atau data-data lainnya.

Mengapa harus Microchip? Jawabannya sederhana. Sama seperti perkembangan berbagai teknologi yang sudah dijelaskan di atas, demikian pula dengan teknologi Microchips. Artinya, ini adalah konsekuensi perkembangan dan kemajuan teknologi.

Misinya apa? Menghilangkan jarak, ruang dan waktu, alias mempermudah kehidpan manusia dan untuk kesejahteraan manusia. Bahwa di kemudian hari, jika antikris muncul dan berkuasa, bisa saja mereka menggunakannya. Tetapi yang perlu dicatat bahwa misi atau tujuan awal

penciptaan dan penggunaan Microchip adalah untuk kesejahteraan manusia, dan bukan proyek atau program antikris. Sama hal nya dengan perkembangan alat transportasi, dari hewan, kepada kendaraan bermotor dengan kecepatan yang terbatas sampai jarak tempu yang pendek. Tapi sekarang, alat transportasi sudah tidak menggunakan hewan, jarak tempunya makin jauh dan kecepatannya terus berkembang.

Pdt. Dr. S. Tandiassa. Penulis adalah seorang dosen Sekolah Tinggi teologia Intheos, Surakarta. Juga seorang penulis buku Teologi dan Populer, sudah 12 judul buku. Dan sebagai Ketua Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia, Daerah Istimewa Jogjakarta.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
7
+1
2
+1
1
+1
13
+1
4
+1
4
+1
4

2 KOMENTAR

  1. Puji Tuhan, sebagai gembala sidang GPdI, sampai USIA ( masih muda ) 53 tahun dengan sejak terlahir di keluarga pastor I GPdI, dengan satu Kakak dan 2 adik dan semuanya Pendeta GPdI, sampai hari ini saya belum pernah tercatat sebagai pemilik Kartu kredit.
    Tuhan YRSUS baik.

  2. Puji Tuhan, sebagai gembala sidang GPdI, sampai USIA ( masih muda ) 53 tahun dengan sejak terlahir di keluarga pastor I GPdI, dengan satu Kakak dan 2 adik dan semuanya Pendeta GPdI, sampai hari ini saya belum pernah tercatat sebagai pemilik Kartu kredit.
    Tuhan YESUS baik.Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini