Ini Cara GBI untuk Memutus Mata Rantai Covid-19

0
TAGANA (Relawan GBI) Lampung bekerjasama dengan BPBD Lampung dan Pemadam Kebakaran Kota Bandar Lampung melakukan penyemprotan diinfektan di Kota Bandar Lampung. (Foto: IST)

JAKARTA – Covid-19 saat ini sudah menjadi pandemi di seluruh dunia. Kondisi ini meminta pemerintah dari masing-masing negara yang terdampak mengeluarkan sejumlah kebijakan. Di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan Social Distancing untuk memutus mata rantai Covid-19. Sejumlah kegiatan pendidikan di beberapa daerah pun diliburkan dan di DKI Jakarta sekitarnya para pekerja diminta Work From Home (WFH). Termasuk seluruh kegiatan keagamaan (berdoa dan sebagainya) diminta untuk dilakukan dari rumah.

Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang dipimpin Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah dan mendukung kebijakan tersebut. “Kita melakukan GBI SEHATI tanggap Covid-19 yaitu gerakan mendorong seluruh GBI di manapun berada (dalam dan luar negeri) ikut memerangi penyebaran virus Corona dengan diam di rumah,” kata Pdt. Dr. Rubin Adi dalam video yang dikirimkan kepada tabloidmitra.com, Kamis (26/3/2020).

Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham saat dipanggil ke Istana oleh Presiden Jokowi
Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham saat dipanggil ke Istana oleh Presiden Jokowi

Pendeta jemaat GBI Stairway From Heaven Bandung ini juga mengajak seluruh GBI ikut membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan yang dimaksud bisa melalui gerakan kebersihan, seperti penyemprotan disinfektan maupun gerakan membantu orang yang ekonominya lemah. “Bantu orang ekonomi lemah baik jemaat maupun bukan agar mereka tetap bisa survive di tengah kesulitan,” pintanya dan menambahkan bila ada yang terpanggil ingin memberikan bantuan secara tunai dapat disalurkan melalui Sinode GBI.

Berikut ini 3 kampanye yang sedang digalakan GBI di tengah pandemi Covid-19:

  1. Berdoa bersama setiap pukul 21.00 (disesuaikan dengan zona waktu masing-masing). Doa bisa melalui doa pribadi maupun keluarga. Adapun pokok doanya agar dilindungi dari virus Corona, diluputkan dari ancaman krisis ekonomi global, lawatan Roh Kudus terjadi dengan dahsyat, generasi muda mengalami revival, Amanat Agung Yesus dituntaskan dan Pancasila serta NKRI tetap jaya
  2. Belajar, bekerja dan beribadah di rumah
  3. Melakukan kegiatan sosial dengan menjaga jarak

Diakhir, Pdt. Dr. Rubin Adi mengatakan gereja harus tetap mampu menunjukan garam dan terang di tengah situasi yang sulit saat ini. “Kirannya Tuhan menolong kita sehingga kita bisa melewati masa yang sulit ini dan keluar sebagai pemenang,” pungkasnya. (NW)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini