GBI Bentuk Tim Satgas Mekar

0
Tim Satgas Mekar berfoto dengan Pdt. Japarlin Marbun dan Pdt. Dr. dr. Dwijo

JAKARTA – Maraknya kekerasan terhadap anak, mendorong GBI membentuk tim Satgas Mekar (Melindungi Keluarga, Anak dan Remaja) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini terungkap dalam Puncak Bulan Keluarga, Gereja Bethel Indonesia (GBI). Acara yang digelar dengan seminar ini mengambil tema “Peran Gereja Dalam Perlindungan Anak Terhadap Kekerasan”.

Hadir sebagai pembicara, mewakili Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siti Hikmawati, Ketua Pokja Keluarga BPH GBI Pdt. Dr. dr. Dwijo Saputro dan dipandu Pdt. Dr. Josafat Mesach.

Juga tampak hadir, Ketua Departemen Teologia GBI Pdt. Hengky So, Ketua DPA GBI Joel Manalu dan Bendahara Umum GBI Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa.

Mengawali seminar, Pdt. Josafat Mesach memaparkan data bahwa pada tahun 2017 KDRT terhadap perempuan terjadi sebanyak 335.062 kasus.

Lebih jauh, berdasarkan laporan KPAI selama tujuh tahun terakhir terjadi kekerasan terhadap anak dalam keluarga atau pengasuh alternatif sebanyak 26.954 kasus. “Kondisi ini menunjukan sebagian besar keluarga di antara kita kurang memiliki keterampilan untuk mengatasi persoalan yang timbul sehingga berakhir dengan tindakan kekerasan fisik, emosional, verbal serta seksual,” katanya pada Selasa (26/6/2018) di Graha Bethel, Jakarta.

Sementara itu, Pdt. Dwijo dalam pemaparannya menjelaskan otak merupakan sumber dari segala sesuatu karena otak diciptakan supaya manusia bisa mematuhi atau mematuhi perintah-Nya. “Maka itu proses perkembangan anak salah satunya melaluibstimulus,” katanya.

Lebih jauh, kasih adalah sesuatu dan harus diajarkan kepada anak oleh para orang tua. “Ketika diajarkan dan ada kasih di otak seorang anak, maka responnya akan berbeda. Intinya kalau yang masuk itu kasih, maka responnya akam menjadi lebih baik,” ungkapnya dan menegaskan kasih adalah sebuah relasi.

Pdt. Dr. dr. Dwijo memakaikan rompi kepada salah satu tim Satgas Mekar

Di penghujung acara, Ketua Umum BPH GBI Pdt. Japarlin Marbun melaunching buku Panduan Pendampingan Bencana (krisis) ada keluarga, anak dan remaja. Sekaligus melantik Tim Satgas Mekar. “Untuk cara penggunaannya, akan ada training-training supaya orang bisa mempraktekan cara yang tertulis dalam buku dengan baik dan benar,” ujarnya dan menambahkan Tim Satgas Mekar terdiri dari orang-orang memiliki kemampuan yang mumpuni.

Tim Satgas Mekar nantinya akan memberikan pertolongan, perlindungan dan pendampingan bagi korban kekerasan. (Nuel)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini