Dua Pesan Pdt DR Ir Niko Njotorahardjo Untuk Pemilu 2019

0
Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo (Foto: DOK MI)

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menilai, kondisi politik menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 yang akan dihelat 17 April kian memanas.

“Ada perbedaan itu biasa. Tapi tidak perlu kondisi politik yang panas sampai meledak. Kita harus saling menjaga dan pemilu kan ajang untuk memilih pemimpin, bukan mengadu pemimpin,” tuturnya.

Wiranto meminta kondisi tersebut dinetralisir dengan kesadaran masyarakat bahwa Pemilu menjadi momen untuk bersatu.

“Enggak perlu kita bertempur, apalagi berperang. Yang ada itu kita hanya memilih pasangan yang terbaik, kan sudah ada calonnya, tinggal dipilih mana yang punya pengalaman dan jejak kepemimpinanya serta kompetensi,” katanya.

Apa yang dikatakan Wiranto tentang kondisi politik yang kian memanas mendekati 17 April, juga dirasakan oleh umat Kristiani.

Untuk itu dalam sebuah kesempatan, seperti video yang beredar, salah satu tokoh berkharisma di lingkungan gereja-gereja di Indonesia, Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, mengajak umat Kristiani untuk berdoa buat kesejahteraan kota.

Pendeta yang memiliki jumlah gereja dan jemaat yang besar di Indonesia ini mendasari ajakannya untuk berdoa buat bangsa dan negara yang terambil dari Kitab Yeremia 29:7. “Maka kita harus berdoa untuk kesejahteraan negara dan kota dimana kita tinggal. Sebab kesejahteraan satu bangsa atau satu kota di mana kita tinggal adalah kesejahteraan kita semua,” katanya dan memperjelas maksudnya yaitu doa yang Tuhan Yesus kehendaki adalah doa bersama-sama dalam unity, kesatuan hati yang harus dilakukan oleh gerejaNya.

Salah satu pendeta yang memiliki pengaruh di lingkungan gereja aliran Pentakosta dan Injili ini bercerita mimpi seorang nabi dari Amerika Selatan, bernama Yanira yang disampaikan kepadanya tanggal 21 Januari 2019 di Sentul City International Convention Center (SICC).

Dalam mimpi itu, Yanira melihat awan gelap dan ombak besar yang siap untuk menyapu Indonesia. Kemudian dia melihat Cindy Jacob yang datang kepadanya, dan berkata “peran dan tugas Indonesia adalah untuk akhir zaman”, tidak berhenti di situ, Cindy Jacob berkata lagi (sambil menunjuk awan gelap dan ombak besar tadi), semua ini akan berhenti kalau ada kesatuan hati, unity dari umat Tuhan di Indonesia,”.

Kata Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, untuk meresponi mimpi tersebut, maka Aras Nasional, JDN, TCI dan My Home Indonesia menggelar doa bersama dengan tema “DAMAILAH INDONESIAKU” pada tanggal 17 Maret 2019 di SICC, yang dihadiri oleh belasan ribu anak-anak muda, juga bersama-sama dengan 555 Kota/Kabupaten dan Mancanegara. “Ini merupakan sejarah karena belum pernah terjadi sebelumnya. Doa ini akan kita teruskan dengan puasa,” katanya.

Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo mengajak secara khusus kepada jemaat yang digembalakan dan secara umum kepada umat Kristiani di Indonesia, untuk ikut serta dalam doa dan puasa sejak 30 Maret 2019 sampai 20 April 2019. “Kita percaya sesuai dengan II Tawariq 7:13-14, awan gelap dan ombak besar akan sirna dalam nama Tuhan Yesus,” serunya.

Pdt. DR. Ir. Niko Njotoraharjdo berkata kalau umat Kristiani di Indonesia ingin melihat “Damailah Indonesiaku” maka harus melakukan dua hal, pertama, harus bersama-sama berdoa puasa dalam kesatuan hati. Kedua, tanggal 17 April 2019 umat harus bersama-sama ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Jangan ada yang Golput, sekali lagi jangan ada yang Golput,” pungkasnya. (NBS)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini