Direktur HMT, Ronny Tambayong Diantar Keluarga dan Ratusan Pelayat ke Tempat Peristirahatan Terakhir

0

JAKARTA – Sabtu (7/11/2020) pukul 12.40, rombongan keluarga Tambayong – Ribkah Darmawanti dan handai tolan, keluar dari Rumah Duka Sentosa RSPAD, Jakarta. Sekitar 60-an mobil dan ratusan motor, secara beriring-iringan mengantar Direktur Utama, PT. HMT Tour & Travel, Ronny Benjamin Tambayong ke TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Prosesi pemakaman berjalan lancar walau para pelayat begitu banyak memenuhi sekitar pusara. Saat peti tempat Ronny Benjamin Tambayong akan diturunkan ke liang lahat, tampak wajah sedih terpancar dari, baik istri, anak almarhum dan keluarga serta pelayat.

Bahkan dalam penaburan bunga di atas pusara, istri alm. Ronny, Ribkah Darmawanti, mengeluarkan suara kecil. “Kamu pria hebat dan aku sayang kamu,” katanya dengan lirih.

Banyaknya orang yang melayat, tentu telah menghibur istri, anak dan keluarga yang ditinggal oleh anak kedua dari pasangan (alm) Boetje William Tambayang dan Jenny Waworundeng. Apalagi, selesai ibadah pemakaman para pelayat tidak langsung bergegas untuk pulang.

Mereka mendatangi Ribkah Darmawanti yang saat itu ditemani kedua anaknya, Cessya Angeline Tambayong dan Roben William Tambayong untuk meminta untuk foto bersama di depan pusara.

Melihat banyaknya pelayat yang juga ikut bersedih atas “kepergian” Ronny Benjamin Tambayong, tidak berlebihan kalau dalam sambutan mewakili keluarga, Pdt. Jefry Tommy Tambayong, mengutip ayat firman Tuhan, yang berbunyi “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau.”

Pria kelahiran Jakarta, 2 Juni 1971 itu dipanggil Bapa ke Surga, Kamis (5/11/2020), pukul 10.10 WIB ketika dalam perwatan di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Kuningan.

“Beliau sakit karena gagal Liver, karena mungkin tadi terlalu paksakan diri untuk kerja keras, karena ada hal – hal yang harus diselesaikan. Kita keluarga sudah mengatur mempersiapkan untuk tranplantasi hati di Rumah Sakit Appolo di India. Rencananya akan berangkat hari Jumat, 6 November 2020. Namun Tuhan berkehendak lain. Hari Kamis, Ronny di panggil Bapa di surga,” kata Henry Fredie Tambayong, yang adalah adik dari almahum.

Henry Fredie Tambayong berkata, Ronny adalah kakak yang peduli, baik kepada keluarga dan lingkungan.

“Ronny buat saya adalah kakak yang peduli, baik terhadap keluarga dan juga terhadap lingkungan komunitasnya. Buat saya Ronny juga adalah kakak yang menjadi teladan dalam hal kerohanian. Beliau adalah sosok yang sangat mudah mengampuni, dan juga pekerja keras,” katanya.

Lebih jauh, Henry berkata, Ronny mungkin belum menuai kebaikkan yang telah di taburnya, tapi ia percaya setiap kebaikan yang sudah ditabur pasti akan di tuai. “Memang saat ini bukan Ronny yang akan menuai, tapi mungkin anak-anaknya atau semua orang yang mengasihinya. Sebagai manusia Ronny tentu dan pasti ada kekurangan, untuk itu mewakili keluarga mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” pintanya.

Tabloid MITRA INDONESIA teringat perkenalan dengan Ronny terjadi kurang lebih 13 tahun lalu. Saat itu Pemimpin Redaksi Tabloid MITRA INDONESIA dipertemukan dengan Ronny oleh Pdt. Jefri Tommy Tambayong, di kantor Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM, Ruko Malaka, Jakarta Timur

Dalam pertemuan itu, Ronny mengutarakan keinginan dan visinya buat orang Kristen, lebih khusus lagi, para hamba Tuhan di Indonesia. Ia ingin menyediakan pemberangkatkan ke tanah Perjanjian dengan biaya murah, dan bila perlu gratis.

Visi itu mulai dijalankan dengan menghadirkan perusahaan tour and travel yang dikenal, bernama HMT Tour dan Travel. Duduk sebagai Direktur Utama PT HMT Tour and Travel, Ronny secara perlahan mulai memberangkatkan orang-orang Kristen dengan biaya murah ke tanah perjanjian. Sampai berita ini diturunkan, sudah ada 16.000 umat Tuhan, termasuk hamba Tuhan yang diberangkatkannya ke Tanah Perjanjian, dengan biaya murah, dan ada juga yang “gratis.”

Kerja kerasnya dalam menjalankan visi itu, Ronny mendapatkan penghargaan, dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Direktur Utama perusahaan Tour and Travel yang memberangkatkan peserta ke Tanah Perjanjian terbanyak. Begitupun dari Israel mendapatkan penghargaan.

PT HMT menerima penghargaan MURI tahun 2018

Tetapi dua tahun yang lalu, sekitar tahun 2018 perusahaan yang dipimpinnya menghadapi goncangan. Itu semua dihadapinya sesuai kemampuan yang dimilikinya sampai akhirnya. Bahkan masalah yang dihadapinya itu, ditenggarai membuat ia harus berhadapan dengan penyakit liver yang ternyata membawanya menghadap “sang Pencipta.”

Pdt. Jefri mengungkapkan Ronny adalah seorang adik yang luar biasa dengan memiliki visi dan misi yang besar. Juga pintar, cerdas dalam dunia pendidikan, juga orang yang punya kasih terhadap kakak-adik dan orang tua, terutama bagi keluarganya.

Pdt. Jefri Tommy Tambayong, kakak dari alm. Ronny Benjamin Tambayong bersama istri dan anak almarhum

“Di tengah masalah yang dihadapai dua tahun terakhir, tetap Ronny berusaha untuk mengerjakan dan tanggungjawab apapun kewajibannya. Banyak keteladanan yang saya dapat dari Ronny, diantaranya, jangan pernah jemu-jemu berbuat baik,” kata Pdt. Jefri Tambayong.

Lebih jauh, Pdt. Jefri berkata, seperti yang dikatakannya di saat proses penutupan peti dan pemakaman bahwa Ronny sudah bersama dengan Tuhan Yesus di surga. “Kita semua juga antri untuk menuju ke sana. Tapi yang pasti kata singkatnya, dia selalu sesuai dengan lagu kesukaannya, “Never Give Up, Never Shap” untuk berjuang melaksanakan walaupun mungkin banyak mimpinya belum terwujud,” ungkapnya.

Suasana akhir pemakaman alm. Ronny Benjamin Tambayong

Diakhir, Pdt. Jefri berkata kalau Tuhan berkenan, ia dan keluarga berdoa untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpi Ronny.

Sebagai informasi, Ronny Tambayong sebelum dipanggil Tuhan, melayani sebagai Majelis GBI Kemuliaan Agape, Jakarta. Rony Tambayong meninggalkan seorang istri, Ribkah Darmawanti dan dua orang anak, pertama Cessya Angeline Tambayong, kedua Roben William Tambayong. (NBS)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
4
+1
0
+1
3

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini