Covid-19 dan PPKM Jawa – Bali, Alasan MD – MD Minta Perayaan 100 Tahun GPdI Diundur

0
Ilustrasi : Saat pelepasan Api Obor Pantekosta di Bali dan diarak disetiap daerah di Indonesia, akan kembali ke Bali pada 29 – 31 Maret 2021. Akhirnya karena Pandemi diminta untuk diundur. ( Foto : Dok. gpdi.or.id)

Jakarta – Agenda penyelenggaraan Perayaan Satu Abad (100 Tahun) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) melayani di bumi pertiwi, sedianya 29 – 31 Maret 2021, bersamaan dengan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), yang akan dilaksanakan di Pulau Dewata (Bali).

Untuk mensukseskan perayaan Satu Abad tersebut, Majelis Pusat (MP) GPdI telah membentuk panitia, yang berhasil menggelar ibadah pembukaan/penyelaan serta pelepasan  Obor Api Pantekosta Satu Abad, pada 10 Pebruari 2020 di GPdI Imanuel Singaraja, Bali.

Obor yang telah dinyalakan, Ketua Umum GPdI, Pdt. Dr. Johnny W. Weol M.M, M.Th, didampingi pengurus Majelis Pusat, “diarak” keluar dari Bali dan berkeliling daerah yang satu berpindah ke daerah yang lain di Indonesia. 

Terlihat dari beberapa media sosial, setiap daerah (Majelis daerah) sangat bergembira dan bersukacita menerima Obor Api Pantekosta Satu Abad. Begitupun gereja – gereja lokal di daerah yang menerima—sangat gembira.

Sayang, disaat Obor Api Pantekosta Satu Abad sedang “diarak” dan mendekati hari puncaknya, harus diperhadapkan dengan penularan Covid-19, di Indonesia, yang belum dapat dikendalikan. Bahkan cendrung penularan Covid-19, meningkat.

Untuk itu pemerintah akhirnya mengeluarkan aturan yang dikenal dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali, yang sudah diperpanjang. 

Melihat fakta Covid-19 belum terkendali, mengingat perayaan Satu Abad GPdI, di Bali tinggal menghitung hari, beberapa Majelis Daerah, mengusulkan kepada Majelis Pusat, Cq, Ketua Umum, Pdt. Dr. Johnny W. Weol M.M, M.Th, untuk menunda perayaan Satu Abad GPdI, atau paling tidak dilakukan daring.

Surat MD Sulawesi Selatan

Media ini mendapatkan bocoran beberapa surat yang dikirim Majelis Daerah – Majelis Daerah kepada Ketua Umum, Majelis Pusat, Pdt. Dr. Johnny W. Weol M.M, M.Th. Diantaranya, MD Sulawesi Tengah, dengan nomor surat 053/MD-ST/SPh/R-7/I/2021, perihal : Usul tunda acara HUT GPdI ke 100 tahun, yang ditandatangani Ketua MD, Pdt. Dr. F. Rewah,M.Th.,M, dan Sekretaris MD, Pdt. Markus Sigalingging,S.Th. 

BACA JUGA  Napak Tilas di Tanah Perjanjian Bersama Passion Of The Christ

Begitupun MD Jawa Barat, dengan nomor surat : 002/SB.MD JABAR/I/2021, perihal : Permohonan penundaan HUT GPdI ke 100 tahun, yang ditandatangani, Ketua MD, Pdt. Ferdinand Rompas dan Sekteraris MD, Pdt. Herlina Budiawan. 

MD Sumatera Barat

Tak ketinggalan juga, MD Sumatera Selatan, ikut mengirim surat, dengan nomor : 159/MD-Sumsel/I-2021, lampiran 2 lembar, perihal : Perayaan Satu Abad GPdI, yang ditandatangani, Ketua MD, Pdt. Harry S Gultom, M.Th dan Sekretaris MD, Pdt. H. Hutagalung.

Melihat kepentingan bangsa, MD Sumatera Barat, juga bersurat dengan nomor 004/MD-SUMBAR/SU/I-2021, Perihal : Menunda Pelaksanaan Perayaan Satu Abad dan MUKERNAS GPdI 2021 DI BALI, yang ditandatangani Ketua MD, Pdt. Tauristen Ginting dan Sekretaris MD, Pdt. Erol Sondakh, S.Th

Surat Sulawesi Tengah

Surat juga datang dari MD Lampung, bernomor 159/MD-LPG/SP/I-21, perihal Perayaan Satu Abad GPdI dan Mukernas 2021, yang ditandatangani Ketua MD, Pdt. Samuel M Karundeng dan Sekretaris Pdt. Ir. Jantje Manampiring.

MD Yogyakarta juga bersurat dengan nomor B.038/MD GPdI-DIY/S-HIMB/I/2021, perihal perayaan satu abad GPdI, ditandatangani Ketua MD, Pdt. Samuel Tandiassa, MA, dan Sekretaris MD, Pdt. Frans Setyadi M.M.Th, 

MD Sulawesi Selatan, juga menyurat dengan nomor, 012/MD-Sulsel/SP/01/21, perihal usul penundaan HUT Satu Abad dan Mukernas, ditandatangani Ketua MD, Pdt. Jootje Poluan MA, dan Sekretaris MD, Pdt. Johny Sumaraw.

Begitu MD Gorontalo, bersurat dengan nomor 17/MD-GTO/I-2021, hal perayaan satu abad, yang ditandatangani, Ketua MD, Pdt. Denny Nicky Tololiu, S.Th dan Sekretaris MD, Pdt. Samuel Pangalo, S.Th.

BACA JUGA  Kesan Peserta Napak Tilas Rombongan POC

MD Kalimantan bersurat dengan nomor 107/MD/GPdI/KS/K/I-2021, perihal Usulan Kegiatan Perayaan Satu Abad dan Mukernas GPdI 2021 di Bali, ditunda.

Sedangkan MD Papua, Ketua Timotius Dawir, dalam pesan WA menjelaskan hasil pleno MD Papua GPdI, tanggal 20 -21 di Sentani Jayapura, merekomendasikan dan memohon kepada pimpinan MP dan panitia agar kegiatan HUT 100 tahun dan Mukernas ditunda.

Alasannya, mengingat pandemi Covid-19 yang masih belum terkendali, bahkan penularannya terus terjadi peningkatan, dan ada banyak hamba Tuhan GPdI yang meninggal dunia.

Surat – surat yang media ini peroleh, semuanya meminta perayaan 100 tahun ( 1 Abad) GPdI dan Mukernas yang akan diselenggarakan di Bali pada 29 – 31 Maret 2021. Bila harus dipaksakan, kebanyakan dari mereka meminta supaya dilakukan virtual.

Alasan daripara pimpinan MD ini, belum terkendalinya penularan Covid-19 dan cenderung penularannya meningkat. Bahkan, dari fakta – fakta di lapangan, banyak hamba Tuhan GPdI yang dipanggil Tuhan lewat Covid-19.

Mengingat, perayaan satu abad yang akan dilaksanakan di Bali itu di dalam ruangan ber AC, yang berkemungkinan dapat memberi ruang kepada virus untuk menjangki. 

Surat – surat MD ini ditujukan kepada Ketua MP, Pdt. Dr. Johnny W. Weol dan diteruskan kepada panitia pelaksana HUT GPdI ke 100 ( 1 Abad ).

Sampai berita ini diturunkan, masih ada MD – MD yang mengirum surat permohonan kepada MP, Ketua Umum, untuk menunda kegiatan 100 tahun GPdI.

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
+1
+1
2
+1
5
+1
2
+1
1
+1
1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini