Bersandingnya Pdt. JE Awondatu dan Pdt. DR Ir Niko Njotorahardjo dalam 1 Abad GPdI di SICC Jawa Barat

0
Pemuda dan remaja GPdI Jawa Barat yang mengikuti Jambore 2019 di Swiss Belhotel Karawang

JAWA BARAT – Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jawa Barat, yang dipimpin Pdt. JE Awondatu yang akrab di sapa Om Yoyo lewat Biro Pelayanan Warga Jemaat (PWJ) yang dipimpin Pdt. Welly Weken menyelenggakaran Jambore Pemuda dan Remaja GPdI Jawa Barat, dengan diketuai Pdt. Ardiles Massie.

Jambore Pemuda dan Remaja telah sukses diselenggarakan pada, Rabu-Jumat, (26-28/6/2019) di Swiss-Belhotel Karawang.

Jambore ditutup oleh Bupati Kawarang dr. Cellica Nurracadiana Jumat, (28/6/2019). Sebelum resmi menutup, terlebih dahulu ada sambutan dari Ketua MD GPdI Jawa Barat, Pdt. JE Awondatu. “Bupati Cellica Nurrachadiana yang saya banggakan. Tampaknya GPdI Jawa Barat sudah jatuh cinta dengan Karawang, karena sudah 3 kali mengadakan kegiatan tingkat Provinsi Jawa Barat di Karawang,” demikian kata pembukanya.

Pada kesempatan itu, Pdt. JE Awondatu menjelaskan bahwa pemuda dan remaja adalah usia di mana rentan tergoda dengan yang namanya narkoba dan pornografi. “Kita rohaniwan sangat konsen kepada anak-anak muda, jadi saya mewakili Hamba-hamba Tuhan berterima kasih kepada bupati yang sudah hadir untuk melihat anak-anak yang hadir,” paparnya dan berharap bupati dapat memberikan wejangan dan motivasi kepada pemuda dan remaja GPdI Jawa Barat.

Pdt. JE Awondatu

Usai berkata akan hal itu, Pdt. JE Awondatu langsung meminta Bupati untuk memberikan sambutan. “Shalom, salam sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah, Kabupaten Karawang PAD-nya naik. Saya tahu itu bisa terjadi karena salah satunya ada doa-doa yang dinaikkan serta kerja bantu dari umat GPdI,” bukanya dan berterima kasih karena Karawang telah dipilih oleh GPdI menjadi tempat penyelenggaraan event tingkat provinsi Jawa Barat, seperti Jambore kali ini.

Pada kesempatan itu, bupati meminta supaya pemuda dan remaja yang ikut Jambore dapat membawa pulang hal yang baik. “Pastinya pulang dari Jambore akan lebih kuat lagi keimanannya, akan menjadi pribadi yang memiliki visi yang jelas dan memiliki kekuatan mental serta tanggungjawab dan kecintaan bagi bangsa dan Negara. Dengan begitu, pemuda dan remaja yang ikut di Jambore ini akan membuat bangga guru dan kedua orang tua mereka masing-masing,” katanya serta meyakinkan peserta Jambore bahwa kesuksesan tidak luput dari sebuah proses kegagalan yang dialami.

Setelah sambutannya, dr. Cellica menutup Jambore dengan memukul gong. Setelah itu, secara gereja, Pdt. JE Awondatu menutup Jambore dengan memberitakan firman Tuhan yang terambil dalam Efesus 6:10-12. “Saudara harus kuat di dalam kuasa Tuhan. Selama saudara merasa kuat dengan kekuatan sendiri, itulah tempat kejatuhan saudara. Tetapi kalau setiap doa kita berkata ‘Tuhan saya tidak kuat, tanpa Engkau saya tidak bisa dan tidak ada apa-apa’ percayalah Tuhan akan terus memberikan kekuatan kepada kita,” katanya dan meminta yang hadir membacaYohanes 15:5.

Sekitar 35 menit memberitakan firman Tuhan, Pdt. JE Awondatu berkata GPdI Jawa Barat akan menjadikan agenda Jambore dilaksanakan setiap tahun.

Usai berkata seperti itu, Pdt. JE Awondatu yang terkenal memiliki pengurapan yang “kuat” dari Tuhan meminta semua peserta jambore yang ingin menerima kuasa Roh Kudus maju ke depan dan dituntunnya untuk berdoa gar dipenuhi Roh Kudus.

Peringatan 1 abad GPdI

Usai memberitakan firman Tuhan, dari mimbar Pdt. JE Awondatu mengutarakan keinginannya agar GPdI Jawa Barat dapat menggelar acara 1 abad  GPdI di Sentul International Convention Center (SICC) tahun 2021.

Bersamaan dengan penyampaiannya itu, Pdt. JE Awondatu meminta kepada semua jajaran Hamba Tuhan GPdI Jawa Barat untuk mempersiapkan diri agar rencana itu bisa terealisasi

Ketua panitia Jambore, Ardiles Massie, berterima kasih kepada Pdt. JE Awondatu. “Acara ini kami memang selengarakan untuk membekali pemuda dan remaja GPdI agar tidak terpengaruh dengan pergaulan bebas, seperti free sex dan pornografi serta kenakalan lainnya yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” katanya.

Pdt. Ardiles Massie pun menyambut positif rencana Pdt. JE Awondatu untuk menggelar penyelenggaran 1 abad GPdI di SICC. “Apa yang direncanakan oleh Ketua MD kami, itu hal yang positif dan kami sebagai orang muda akan mendukung dan mensukseskannya,” paparnya.

Lebih jauh, Pdt. Ardiles Massie menegaskan bahwa dalam acara 1 abad GPdI itu tentu lebih banyak melibatkan pemuda dan remaja sebagai generasi gereja yang akan datang. “Memang seperti kita sering dengar bahwa sekarang waktunya buat pemuda dan remaja dipakai Tuhan dengan luar biasa. Bersamaan dengan itu iblis tidak tinggal diam, iblis juga berusaha merusak dengan pergaulan bebas, di antaranya free sex, Narkoba dan kejahatan lainnya. Itu sebabnya lewat event 1 abad ini, kita akan buktikan dan hadirkan generasi yeremia,” tegasnya.

Sementara itu, Pdt. Frangky Turangan menjelaskan SICC dipilih karena letaknya di Jawa Barat. “Juga kita tahu bersama SICC itu pemiliknya adalah seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa, baik di dalam dan luar negeri. Jadi cocok untuk disandingkan dengan Ketua MD Jawa Barat, Pdt. JE Awondatu yang juga dipakai Tuhan secara luar biasa baik di dalam dan luar negeri,” tegasnya.

Pdt. Frangky Turangan berharap supaya acara 1 abad GPdI Jawa Barat dapat mempertemukan Pdt. JE Awondatu dan Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo. “Kalau kedua tokoh ini bersatu maka percayalah akan terjadi kegerakan besar di Indonesia,” yakinnya.

Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo (Foto: DOK MI)

Iya juga berdoa supaya setelah dari SICC acara penutupannya dapat digelar di Bali. Sebab, selama ini Bali  dikenal sebagai tempat di mana tokoh pembawa aliran Pentakosta disebut-sebut pertama masuk ke Indonesia.

Keinginan Pdt. JE Awondatu perlahan tapi pasti mulai disambut positif oleh Hamba-hamba Tuhan di GPdI.

Tabloidmitra.com mendapatkan informasi dari sumber resmi lewat adik ipar yang juga Ketua Wilayah 8 Bekasi dan sebagai Ketua Forum Alumni SAC dan STTPC Cianjur Pdt. Denny Tampi.

Ia mengatakan, bahwa tokoh senior dan karismatik GPdI, Pdt. MD Wakkary setuju dengan ide Pdt.JE Awondatu dan meminta yang dilibatkan adalah GPdI secara nasional.

Di sisi lain, beberapa ketua MD GPdI, diantaranya, Ketua MD GPdI Gorontalo, Pdt. Denny Tololiu dan Ketua MD GPdI Sulawesi Tengah, Pdt. Frangky Rewa, merespon positif apa yang direncanakan Pdt. JE Awondatu.

Ketua MD Yogyakarta, Pdt. Samuel Tandiyasa, dengan lantang berkata hal yang baik dan untuk kegerakan unity semuanya pasti akan dukung. “Semua kalau tujuan perayaan ini adalah untuk membangun kesatuan dan mempererat hubungan persaudaraan gereja-gereja aliran Pentakosta, saya kira kita semua akan sangat mendukung dan turut mensuksesksnnya,” tegasnya.

Bila kedua tokoh Kristen yang memiliki nama ini benar-benar bisa disandingkan dalam sebuah KKR anak muda, maka Indonesia pasti akan terjadi sesuatu yang dahsyat. (NBS)

Apa pendapat anda tentang post ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini