3G Menjadi Fokus Utama Dalam Sidang Raya Gereja-Gereja dan Lembaga Injili Sedunia di SICC

0
Duduk (kiri-kanan) Pdt. Jacob Octavianus (batik orange), Deddy Madong dan Pdt. Tommy Lengkong foto bersama para jurnalis Kristen usai konferensi pers. (Foto: IST)

JAKARTA – Indonesia patut berbangga karena dipercaya melaksanakan perhelatan besar di awal November ini yaitu General Assembly World Evangelical Alliance (GA WEA) 2019 atau Sidang Raya Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili sedunia.

Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) dipercaya menjadi penyelenggara untuk acara yang digelar pada Kamis-Rabu (7-13/11/2019) di Sentul Intenational Convention Center (SICC).

Dalam sesi konferensi pers beberapa waktu lalu di Wisma 76 Slipi, Wakil Ketua Panitia GA WEA 2019 Bidang Dalam Negeri, Deddy A Madong menjelaskan tema “Your Kingdom Come” (Kerajaan-Mu datang) sengaja diusung dengan keyakinan Tuhan benar-benar melawat Indonesia dan dunia melalui Injil sehingga kedamaian, kemajuan terwujud di tingkat nasional maupun global.  “Khusus bagi PGLII, salah satu sarana yang Tuhan pakai untuk mewujudkan Kerajaan Allah di Indonesia adalah melalui Pancasila sebagai modal dasar kerukunan umat beragama. Kita akan memperkenalkan Pancasila sebagai kebanggaan bangsa,” kata Deddy Madong didampingi Sekum PGLII Pdt. Tommy Lengkong dan Wakil Ketua Bidang Luar Negeri, Pdt. Jacob Octavianus.

Deddy Madong bersyukur Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah. Menurutnya, Indonesia dipilih karena negara luar memandang, Indonesia adalah “laboratorium” teladan dalam toleransi dan kerukunan umat beragama. “Indonesia yang dipilih oleh komite internasional setelah mereka bergumul dalam doa. Korea Selatan dan Afrika bahkan India mengajukan diri menjadi tuan rumah. Tapi dalam pergumulan doa, nama Indonesia yang muncul dan dipercaya sebagai tuan rumah dari event yang digelar 6 tahun sekali. Ini sungguh luar biasa,” imbuhnya.

Di sisi lain, Pdt. Tommy Lengkong menambahkan, “Your Kingdom Come” merupakan tema yang diambil dari Roma 14:17. “Dalam teologi Kristen, kerajaan adalah istilah yang merujuk pada suasana atau keadaan yang dirahmati Tuhan. Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus,” jelasnya.

Adapun ada tiga topik utama yang akan dibahas yaitu globalisasi, gender dan generasi (3G). Topik ini sengaja dibahas karena relevan dengan situasi bangsa Indonesia maupun bangsa lainnya. “Globalisasi terkait dengan dunia keseluruhan bahwa bukan hanya Eropa yang Kristen tapi seluruh dunia. Sedangkan gender disini terkait memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan di dalam gereja. Adapun generasi terkait mempersiapkan pemuda untuk memegang tongkat estafet gereja,” ungkap Pdt. Jacob Octavianus.

Dalam Sidang Raya ini akan memilih pengurus WEA tingka dunia. Menurut Deddy Madong, Indonesia sendiri mengusulkan nama Pdt. Antonius Tarigan (Ketua Host Committee GA WEA 2019) dan Pdt. Reza Sigarlaki untuk mewakili Asia.

GA WEA akan dihadiri utusan dari 86 Negara anggota, dari jumlah keseluruhan anggota sebanyak  131 Negara. Diantaranya yang akan hadir seperti CEO dari WEA Bishop Efraim Tandero, para pimpinan nasional dan internasional Gereja-gereja lnjili di dunia, para tokoh agama Kristen. Juga Ketua PBNU Said Aqil Siradj akan hadir untuk berbicara mengenai Pancasila dan Kerukunan Agama di Indonesia.

Pada pembukaan, Kamis (7/9/2019) pukul 17.00, dijadwalkan Presiden RI Joko Widodo akan hadir untuk membuka GA WEA 2019. (NW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini