MUSPIJA Banten

0

MUSPIJA Banten, Menjalin dan Meningkatkan Tali Silahturahmi dengan Ulama Banten

BANTEN – Badan Pengurus Harian MUS­PIJA Banten melakukan perjala­nan silahturahmi dengan tokoh dan ulama di Banten.

Suasana silahturahmi dengan Abuya di salah satu ruangan di pesantren

Kamis (15/2/2018), Pukul 08.30, Ketua Umum MUSPIJA, Pdt. Pieter Faraknimella, S.Th, Penasehat, Pdt. Dr. Youke Singal, M.Th, Sekum, Pdt. Dr. Andreas Loanka, M.Div, Sekpel, Pdm. Dony Lubianto, M.Th, Kabid Media, Pdp. Dwi Prasetyo dan Bp. Gunadi Haryono serta Wempy Komansilan berkumpul di GKI Serang untuk doa dan persiapan.

Sejam kemudian tim bergerak menuju kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten untuk menjemput Ketua Umum MUI Banten, Dr. K.H. A.M. Romli yang akan mendampingi untuk bertemu dengan tokoh Kasepuhan Banten.

Dari kantor MUI, tim berger­ak menuju Majelis Mudzakaroh Muhtadi, Cidahu, Banten di Kota Pandegelang untuk bersilahturahmi dengan Abuya K.H. Muhtadi Di­myati atau yang biasa dipanggil dengan Abuya Muhtadi

Kedatangan Tim MUSPIJA dis­ambut dengan hangat dan suasana kekeluargaan yang sangat akrab, Buya Dimyati tokoh yang sangat dihormati di kalangan umat Islam bukan hanya di Provinsi Banten, begitu sangat ramah, kebapaan, dan rendah hati.

Haji Romli mengawali pembi­caraan dengan memperkenalkan tentang MUSPIJA dan Kekristenan di Banten, dilanjutkan Pdt. Benny Halim memperkenalkan anggota Tim yang hadir. “Kedatangan kami kesini bermaksud untuk menjalin tali silahturahmi dengan Abuya” ungkap Pdt. Pieter Fara­knimella.

Pose bersama dengan Abuya di Pesantrennya

Selama kurang lebih 30 menit tim MUSPIJA dan Abuya Muhtadi berbincang dengan topik-topik ringan. Sebelum pamit menuju ke tempat berikutnya, Pdt. Pieter Faraknimella menyerahkan kenang-kenangan berupa buku-buku ber­temakan kajian tentang hubungan Islam-Kristen. Tim menyempat­kan diri berfoto bersama Abuya dan berkeliling melihat pondok pesantren yang Abuya pimpin.

Setelah itu perjalanan dilan­jutkan menuju Kabupaten Lebak untuk berkunjung ke pondok pesantren yang dipimpin seorang teolog muda Islam, Dr. H. Nurul Ma’arif yang telah menulis dan menerbitkan beberapa buku bertemakan tentang Islam yang mengasihi, sebuah warna sesung­guhnya dari Islam.

Dalam pertemuan itu, Pdt. Benny Halim menyerahkan be­berapa buku dari MUSPIJA untuk menambah jumlah buku di per­pustakaan Pesantren agar dapat di­baca para santri dan juga memberi­kan pensil warna agar para santri yang anak-anak dapat gunakan.

Menutup perjalanan hari itu, tim menyambangi kediaman Prof. Dr. H. Suparman Usman, Ketua Forum Kerukunan Umat Beraga­ma Provinsi Banten. Sayangnya saat tiba di rumah Prof. Suparman ternyata sudah berangkat menuju ke acara. Pdt. Pieter dan Pdt. Benny hanya sempat berkomuni­kasi dengan Prof. Suparman via telpon seluler. (Donny)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini